Menu

Mode Gelap
Meniti Jembatan Masa Depan: Pendidikan Jepara di Persimpangan Antara Industri dan Akademis Meniti Asa di Balik Deru Mesin: Hari Buruh, Realitas Ekonomi, dan Strategi Keluarga Menuju Muktamar NU ke-35 Tahun 2026 : Paradigma Kepemimpinan “Digdaya” di Tengah Arus Geopolitik dan Disrupsi Global TEKS KHUTBAH JUM’AT: ISLAM NGLUHURAKÉ BURUH TEKS KHUTBAH JUM’AT: ISLAM MEMULIAKAN BURUH

Ansor · 10 Feb 2018 07:06 WIB ·

Ansor Jepara Wajib Melek Politik


 Ansor Jepara Wajib Melek Politik Perbesar

Jepara – Di masyarakat sebagian besar generasi muda tidak bisa membedakan antara politik dan kekuasaan. Hal itu disebabkan oleh proses pembodohan politik yang selama ini terjadi di masyarakat.
Generasi muda yang kurang terdidik secara politik cenderung pasif dan mudah dimobilisasi untuk kepentingan pribadi/ jabatan dari para elite politik.
Akibatnya sering terjadi disintegrasi lokal, di mana antar kelompok masyarakat dan atau antar massa pendukung pasangan/ calon tertentu saling sikut-menyikut karena beda pilihan politik.
Berdasar realitas tersebut Pimpinan Cabang (PC) GP Ansor Kabupaten Jepara mengadakan Pendidikan Politik yang bertema “Menumbuhkan Partisipasi Politik bagi Generasi Muda.
Kegiatan yang dilaksanakan Jumat, (9/2/2018) bertempat di gedung MWC NU Pecangaan Jepara itu diikuti 60 kader Ansor. Sebagai narasumber kegiatan itu Anik Solikatun, anggota KPU Jepara serta Ahmad Harmoko, anggota DPRD Jepara.
M. Jauharul Haq, ketua panitia menjelaskan kegiatan bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan politik masyarakat khususnya kader Ansor dan agar mereka dapat berpartisipasi secara maksimal dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Ketua PC GP Ansor Jepara, H. Samsul Arifin dalam sambutannya mengatakan kader Ansor jangan alergi politik karena politik itu tidak hanya politik praktis tetapi ada politik kebangsaan dan kerakyatan yang hal itu  telah digagas dan dilaksanakan oleh para kiai dan ulama Nahdlatul Ulama.
Anik Solikatun yang diberi kesempatan pertama berbicara menyampaikam materi Peran GP Ansor  dalam Meningkatkan Partsipasi Politik.
Dalam paparannya dia mengatakan Ansor harus menjadi kelompok sadar politik karena politik itu berkaitan erat dengan kebijakan hajat hidup orang banyak.
“Jika politisi atau pemimpin (bupati, gubernur atau pun presiden) itu korup dan tidak merakyat jangan salahkan mereka karena hal itu hasil pilihan kita,” tandas Anik.
Lebih lanjut perempuan yang akrab disapa Mbak Anik itu menambahkan, “bila kita membincang partisipasi itu bukan semata-mata tingkat kehadiran pada saat hari H (waktu nyoblos) akan tetapi keaktifan kita dalam mengikuti dan memantau penyelenggaraan pemilu mulai tahapan awal sampai tahapan akhir pemilu,” lanjutnya.
Anik juga menyampaikan partisipasi kader Ansor dalam pemilu bisa diwujudkan dengan menjadi penyelenggara pemilu, pengawas pemilu atau pun peserta pemilu. Ia mewantiwanti untuk menjadi peserta pemilu harus jujur dan berintegritas.
Pembicara berikutnya Ahmad Harmoko menjelaskan kader Ansor harus melek politik. “Kalau tidak melek politik akan menjadi korban dari politik itu sendiri,” paparnya.
Ahmad Harmoko yang telah menjadi anggota DPRD 2 periode itu mengungkapkan partisipasi politik bisa disalurkan dengan memberikan kritik, masukan dan kontrol pada dewan maupun eksekutif/ bupati. (kun/sm)

Artikel ini telah dibaca 9 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Menuju Muktamar NU ke-35 Tahun 2026 : Paradigma Kepemimpinan “Digdaya” di Tengah Arus Geopolitik dan Disrupsi Global

30 April 2026 - 11:32 WIB

Wakil Ketua Tanfidziyah PCNU Kab. Jepara H. Hisyam Zamroni

Muslimat NU Jepara Perkuat Peran Perempuan Hingga Kesejahteraan Masyarakat

23 April 2026 - 21:46 WIB

Muslimat NU Jepara

Bahtsul Masail PWNU Jateng: Ini Dampak Perda Miras dan Hiburan Malam Jika Diterapkan

22 April 2026 - 08:53 WIB

Bahtsul Masail PWNU Jateng: Menimbang Perda Miras, Maslahah atau Mafsadah?

21 April 2026 - 17:01 WIB

Debugging Nasib: Navigasi Sistemik dari Titik Nol Menuju Kedaulatan

21 April 2026 - 13:45 WIB

Debugging Nasib: Navigasi Sistemik dari Titik Nol Menuju Kedaulatan

Hari Kartini, YPMNU Jepara Gelar Workshop Kurikulum Maritim

21 April 2026 - 13:37 WIB

Hari Kartini, YPMNU Jepara Gelar Workshop Kurikulum Maritim
Trending di Kabar