Menu

Mode Gelap
Ratusan Peserta Ramaikan EduTechnoFest 2026 FTIK UNISNU Jepara, Ini Daftar Juara Tiap Lomba Melacak Gerakan Perlawanan dan Laku Spiritualitas Ratu Kalinyamat Buku Kita : Ensiklopedia Karya Ulama Nusantara Buku Kita : Mawa’idh Qur’aniyyah Ulama Nusantara Haul Mbah Datuk Gunardi: Tradisi Keagamaan yang Menguatkan Solidaritas Sosial dan Spiritual di Desa Singorojo

Kabar · 13 Sep 2018 15:27 WIB ·

Dua Jenis Doa Menurut Gus Mus


 Dua Jenis Doa Menurut Gus Mus Perbesar

Doa yang dipanjatkan abd (hamba) kepada sang khaliq (Allah SWT) jenisnya ada 2. Penuturan itu disampaikan KH Mustofa Bisri saat mengisi mauidlah hasanah dalam Pengajian Umum memperingati Haul Mbah Muhammad Arif yang bertempat di halaman Masjid Jamik Muhammad Arif Dukuh Sendang Sari RW.01 Desa Banjaran Kecamatan Bangsri Kabupaten Jepara, Rabu (12/9/2018) kemarin.
Pertama, terang kiai nyentrik yang akrab disapa Gus Mus ini doa yang isinya ijazah dari Ulama. Pengamal doa meski tak paham maksud doa tersebut tetap mendapat ganjaran, pahala dari Allah. “Anda dapat ijazah dari Gus Hayatun terus diamalkan berarti dapat
ganjaran walaupun tidak tahu artinya.”
Jenis doa yang kedua lanjut pengasuh pesantren Raudlatut Thalibin Leteh, Rembang ini, doa yang isinya meminta, dikabulkan Allah plus dapat pahala. Makanya seperti guyonan dia, “donga kula saiki madhi (doa saya sekarang diijabahi).”
Saking “diijabahnya” sehingga KH Hayatun Abdullah Hadziq, Ketua PCNU Jepara yang turut hadir dalam pengajian tidak berkenan memimpin doa usai pengajian selesai. Sebagaimana yang kerap dikemukakan Gus Mus saat mengisi ceramah dalam forum pengajian dan majelis taklim, doa kiai multitalent itu membaca surat al-fatihah.
“Pada ayat iyyakana’budu waiyyakanastain dibaca 11 kali sembari membatin permintaan apa yang hendak diminta. Tidak perlu banyak tanya kenapa 11 kali,” jelasnya lagi.
Ngaji bersama Gus Mus yang berlangsung gayeng dari pukul 13.30–15.30 ini menambahkan, permintaan yang dipanjatkan kepada Allah hendaknya yang paling dibutuhkan. Misalnya agar segera dapat menantu, bisa
membayar utang, bisa membangun rumah dll.
“Saat membatin doanya jangan sampai temannya tahu. Dan harus yakin yang diminta pasti dikabulkan,” lanjutnya disambut tawa jamaah.
Diakhir penuturan sebelum Gus Mus mengakhiri ceramahnya, jika doa yang dipanjatkan tidak dikabulkan Allah masih menurutnya ada 2 kemungkinan. Kemungkinan pertama sambung Mustasyar PBNU ini lantaran “tidak begitu
yakin” dengan Gus Mus.
Adapun kemungkinan kedua,”Gusti Allah lebih tahu apa yang lebih manfaat yang akan diberikan untuk orang yang berdoa.”
Pengajian yang dibarengkan dengan peringatan tahun baru hijriyah 1440 itu juga dimeriahkan penampilan grup rebana Polwan Polres Jepara “Esthi Bakti Warapsari.”(ip)

Artikel ini telah dibaca 43 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Ratusan Peserta Ramaikan EduTechnoFest 2026 FTIK UNISNU Jepara, Ini Daftar Juara Tiap Lomba

11 Februari 2026 - 20:43 WIB

Inovasi Digital Dorong Daya Saing Kopi Lokal, KKN UNISNU Jepara Berkolaborasi dengan Taruna Tani Mapan Desa Sumanding

9 Februari 2026 - 16:31 WIB

Haul Mbah Datuk Gunardi: Tradisi Keagamaan yang Menguatkan Solidaritas Sosial dan Spiritual di Desa Singorojo

4 Februari 2026 - 11:37 WIB

Mahasiswa KKN UNISNU Jepara Inovasi Alat Bakar Sampah Minim Asap dan Sosialisasi Pendidikan di Desa Sumanding

3 Februari 2026 - 16:45 WIB

PBNU Luncurkan NU Harvest Maslaha, Langkah Strategis Perkuat Ekonomi Syariah

2 Februari 2026 - 22:06 WIB

PCNU Jepara Kembali Salurkan Bantuan, 1.400 Paket Sembako untuk Korban Bencana di Desa Tempur dan Kunir

2 Februari 2026 - 21:54 WIB

Trending di Kabar