Menu

Mode Gelap
Berhenti Menebak, Mulai Membumi: Navigasi Jiwa di Era Post-Truth Penghulu di Jateng Didorong Jadi Penulis dan Pendokumentasi Peristiwa Nikah Menyongsong Muktamar Nahdlatul Ulama ke – 35 : Membangun Visi Peradaban Dunia dan Menata Kekuatan Organisasi untuk Masa Depan Grebeg Spiritual: Merebut Kembali Kedaulatan Kesadaran Meniti Jembatan Masa Depan: Pendidikan Jepara di Persimpangan Antara Industri dan Akademis

Kabar · 18 Mei 2020 23:00 WIB ·

IPPNU Kedung Gelar Ngaji Asyik


 IPPNU Kedung Gelar Ngaji Asyik Perbesar

nujepara.or.id – Pimpinan Anak Cabang (PAC) IPPNU Kecamatan Kedung Kabupaten Jepara melaksanakan kegiatan Ngasik (Ngaji Asyik) perdana dengan tema good action good conception dengan narasumber ketua PC IPPNU Jepara Wiwik Widayati, Jum’at (15/5/2020) kemarin. 

Lilik sapaan akrab Ketua PAC IPPNU Kedung menyampaikan kegiatan tersebut wujud program kerja di masa pandemi. Ngaji asyik tersebut mengambil tema “good action good conception” dengan alasan memberikan semngat baru untuk seluruh ranting di Kedung yang terbilang  masih baru dalam kepengurusannya yang masih butuh motivasi organisasi yang sesuai dengan aturan yang ada.

Wiwik Widayati selaku narasumber pada kegiatan tersebut memulai bincang sorenya dengan perkenalan dan sapa kader se-Jepara. Wiwik juga mengapresiasi kepada seluruh PAC IPPNU yang sudah aktif dan banyak inovasi inovasi demi perbaikan organisasi ke depannya. Di antaranya memberikan apresiasi kepada PAC kedung yang telah membuat ide untuk membuat database ketua IPNU dan IPPNU se Kecamatan Kedung dan hal ini juga dilakukan oleh beberapa PAC yang lain.

Tidak hanya itu, Wiwik juga menyampaikan apresiasi sebesar-besarnya kepada PAC Keling yang mana dalam pantauannya di media sosial berhasil mebuat inovasi baru dengan membuat peta lokasi ranting se Kecamatan Keling yang juga mulai diakomodir oleh beberapa PAC yang lain.

Bentuk-bentuk inovasi seperti ini memang sangat dibutuhkan untuk pendataan kader yang ada. Banyaknya template ketua ranting se Kecamatan dan juga lokasi ranting menjadi sebuah kebanggaan bagi penggagas pertama. Jangan kemudian merasa karyanya diplagiasi namun berbahagialah karena karya rekan dan rekanita diterima dengan baik oleh PAC Pac yang lain. Ini menandakan bahwa ide rekan dan rekanita layak untuk dikonsumsi publik dan menginspirasi banyak orang,” terangnya. (ip)

Artikel ini telah dibaca 11 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Berhenti Menebak, Mulai Membumi: Navigasi Jiwa di Era Post-Truth

15 Juli 2026 - 13:21 WIB

Berhenti Menebak, Mulai Membumi: Navigasi Jiwa di Era Post-Truth

Penghulu di Jateng Didorong Jadi Penulis dan Pendokumentasi Peristiwa Nikah

15 Juli 2026 - 12:31 WIB

Didorong Jadi Penulis dan Pendokumentasi Peristiwa Nikah

Menuju Muktamar NU ke-35 Tahun 2026 : Paradigma Kepemimpinan “Digdaya” di Tengah Arus Geopolitik dan Disrupsi Global

30 April 2026 - 11:32 WIB

Wakil Ketua Tanfidziyah PCNU Kab. Jepara H. Hisyam Zamroni

Muslimat NU Jepara Perkuat Peran Perempuan Hingga Kesejahteraan Masyarakat

23 April 2026 - 21:46 WIB

Muslimat NU Jepara

Bahtsul Masail PWNU Jateng: Ini Dampak Perda Miras dan Hiburan Malam Jika Diterapkan

22 April 2026 - 08:53 WIB

Bahtsul Masail PWNU Jateng: Menimbang Perda Miras, Maslahah atau Mafsadah?

21 April 2026 - 17:01 WIB

Trending di Bahtsul Masail