Menu

Mode Gelap
UNISNU Gelar Wisuda ke-26, Abbas dan Areeya asal Thailand Turut di Wisuda Membaca “Tanda Tangan” Semesta: Seni Menjemput Kepastian di Tengah Ketidakpastian Mengalir Tanpa Batas: Mengubah Mentalitas Ember Menjadi Pipa Kelimpahan “Nora Mambu Janma: Ketika Jempol Lebih Sibuk dari Telinga Bahtsul Masail Jepara: Hukum Perda Miras dan Hiburan Malam, serta Kritik Matan Hadits yang Berselisih Fakta

Kyaiku · 13 Mar 2016 15:49 WIB ·

KH Muhsin Ali, Kiai Suwuk yang Berjuang di NU Sejak Kecil


 KH Muhsin Ali, Kiai Suwuk yang Berjuang di NU Sejak Kecil Perbesar

Kiai Muhsin dan Habib Syiekh

KH Muhsin bersama Habib Syeikh bin Abdul Qadir


JEPARA – NU berduka. KH Muhsin Ali, Bugel, Kedung, dipanggil oleh Allah SWT pada Jumat malam (11/03/2016) pukul 22.35 WIB, setelah dirawat di Rumah Sakit Islam (RSI) Sultan Hadirin, Jepara sejak Jumat pagi.
“Selama ini Bapak memang sudah sakit-sakitan kena stroke,” terang Gus Sholahudin, putra tertua Kiai Muhsin saat ditemui di rumahnya, Bugel (12/03).
Kabar duka segera menyebar di media sosial, grup WhatsApp dan SMS. Malam itu juga NUJepara menuju lokasi. Banyak kiai, santri, tokoh masyarakat yang sudah hadir ke rumah duka. Ketua NU Jepara, KH. Hayatun Nufus, juga sudah ada di sana untuk takziyah.
Muhsin Ali sangat dikenal di Jepara karena murid-murid beliau banyak yang sukses dalam bidang dakwah Islam. Wakil ketua NU Jepara, Hisyam Zamroni, adalah salah satu daftar murid ngaji Nahwu Alfiyah kiai Muhsin yang kini jadi Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Batealit, Jepara.
Jasa-jasa kiai Muhsin dalam mendidik santri di madrasah dan pesantren Al-Mustaqim, Bugel, tentu tidak bisa dilupakan. Belum terungkap, berapa jumlah guru yang dulu pernah ngaji kepada kiai Muhsin. Jumlahnya bisa jadi ribuan. Wajar jika para pelayat membludak hingga jumlahnya ribuan. Ini membuktikan betapa Kiai Muhsin memiliki pengaruh luas di masyarakat Jepara.
Baca juga: Ribuan Pelayat Hadiri Pemakaman KH Muhsin Ali Bugel
Keseriusan Kiai Muhsin dalam berorganisasi, menurut keterangan Kiai Masduki, Sowan, Kedung, sudah dimulai sejak kecil. Kiai Muhsin merupakan ulama yang pada masa Soeharto berkuasa disegani oleh polisi dan tentara karena bisa suwuk. “Kiai Muhsin itu dulu banyak didekati polisi untuk membantu keamanan dan mengamankan,” kata Kiai Masduki, di Jepara (13/03).
Kemampuan Kiai Muhsin dalam suwuk mungkin didapatkan secara turun temurun dari orangtua. Penelusuran NUJepara menunjukkan jika silsilah Kiai Muhsin sampai kepada danyang Desa Bugel bernama Mbah Maulana Mangun Sejati dari jalur keturunan Mbah Hasan Kishoh. Kiai Hasan memiliki julukan Kishoh karena di Bugel dulu beliau dikenal sebagai dukun sunat. Qisho, dalam bahasa Indonesia disebut sebagai pisau, yakni pisau sunat. Selain terkenal master sunat, Mbah Hasan Kishoh juga dikenal sakti.
Kiai Muhsin Ali keturunan keempat Mbah Hasan Kishoh dari jalur ibu bernama Muslimah, istri Kiai Ali. Muslimah adalah putri kedua pasangan Kasmi dan Maryam, yakni putri tertua Kiai Abdurrohman bin Hasan Kishoh. Kiai Abdurrahman inilah yang di kemudian hari banyak melahirkan kiai dan ulama di sekitar Bugel. Tentang siapa saja dari keturunan Mbah Abdurrohman ini, NUJepara akan menelusuri lebih lanjut di lain waktu. (abd)

Artikel ini telah dibaca 313 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

I’tikaf: Puncak Isolasi Suci dan Seni Memeluk Tuhan di Bulan Ramadhan

14 Maret 2026 - 07:00 WIB

Iktikaf

Menjemput Cahaya di Penghujung Ramadan: Lelaku Spiritual Sepuluh Hari Terakhir (Maleman)

10 Maret 2026 - 07:39 WIB

Ilustrasi Lailatul Qodar

Ngaji Tematik Ramadhan: Berkah Ramadhan di Sudut Jalan Jepara: UMKM Bergeliat, Inflasi Terjinak

26 Februari 2026 - 04:55 WIB

Ilustrasi Ramadhan berkah di Kabupaten Jepara.

NASAB SYAIKH ABDUL HAMID KUDUS CUCU KHATHIB MASJID AL-AQSHA MENARA KUDUS

19 Juni 2025 - 12:45 WIB

Syair Para Pendiri Nahdlatul Ulama (NU)

27 Januari 2025 - 11:52 WIB

Kyai Mukhammad Siroj: Sosok Pendidik, Pengabdi dan Teladan Sehidup Semati

10 Januari 2025 - 11:36 WIB

Trending di Kyaiku