Menu

Mode Gelap
Maulid Nabi Muhammad SAW: Tauhid, Islam Transformatif, dan Ilmu Sosial Profetik Menagih Janji Cinta Nabi: Membumikan Akhlak di Bulan Maulid Menara Tinggi, Hati yang Sepi: Konsekuensi ‘Mesuh Sarira’ dalam Falsafah Jawa Merawat Basa, Menguatkan Kader” PC IPNU IPPNU Jepara Gelar Sekolah MC Basa Jawa UNISNU Jepara 35 Tahun: Merawat Warisan Peradaban, Menjemput Masa Depan Global

Hujjah Aswaja · 29 Apr 2023 01:57 WIB ·

Lakpesdam PCNU Jepara Silaturahmi ke Gus Mus dan Gus Ulil, Dapat Doa dan Wejangan Kaderisasi 


 Lakpesdam PCNU Jepara Silaturahmi ke Gus Mus dan Gus Ulil, Dapat Doa dan Wejangan Kaderisasi  Perbesar

nujepara.or.id – Nahdlatul Ulama (NU) terbagi menjadi 2 yaitu Masyarakat NU dan Kader NU. Pernyataan Ketua Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (Lakpesdam PBNU) Gus Ulil Abshar Abdalla ini, kami simak dalam momen silaturahmi baru baru ini. 

Masyarakat NU yakni masyarakat umum yang telah melakukan Amaliyah Aswaja an-Nahdliyah seperti tahlil, maulid, yasin dan lain lain. Sedangkan Kader NU merupakan orang-orang yang dipersiapkan oleh NU untuk niat ikhlas mengurusi NU. Kader NU adalah orang-orang yang dikumpulkan, dibina, dididik oleh organisasi NU melalui jenjang kaderisasi resmi.

“Keduanya merupakan aset NU untuk membesarkan NU dan menjaga ajaran aswaja di Bumi Nusantara,” begitu tegas Gus Ulil kepada kami Pengurus Lakpesdam PCNU Jepara.  

Berdasar Peraturan Perkumpulan NU, jenjang kaderisasi NU terbagi menjadi tiga.  Ketiga jenjang kaderisasi itu adalah Pendidikan Dasar Pendidikan Kader Penggerak Nahdlatul Ulama (PD PKPNU), Pendidikan Menengah Kepemimpinan Nahdlatul Ulama (PMKNU), dan Akademi Kepemimpinan Nasional Nahdlatul Ulama (AKN-NU).

“PD PKPNU diharapkan diikuti setiap kader PCNU dan MWCNU, tetapi tidak semua lulusan PD PKPNU dapat mengikuti PMKNU. Hal ini lantaran terdapat tes terlebih dahulu dan terdapat pengorbanan waktu dan biaya,” ungkap Gus Ulil.

Lakpesdam PCNU Jepara telah melaksanakan PD-PKPNU  sebanyak 3 kali. Pertama di Balekambang, MWC NU Bangsri dan MWC Mlonggo. Para alumni diharapkan menjadi motor penggerak baik di tingkat cabang sampai ranting. Meski masih terdapat pekerjaan rumah berkaitan dengan tindaklanjut, kini Lakpesdam PCNU Jepara tengah merumuskan hal tersebut.

“PC Lakpesadam mesti memperhatikan skala prioritas,” ujar Gus Ulil.  

Di tengah diskusi tersebut, salah seorang rekan NU dari Pati, menyambung perbicangan kami. Selama ini, rekan NU dari Pati ini telah lama menjadi motor penggerak di Papua.

Ia berbagi banyak hal terkait dinamika NU di Papua. Salah satu hal yang menarik adalah pentingnya sertifikasi atas nama NU tehadap wakaf tanah atau bangunan yang dikelola NU.

Hal ini dirasa penting mengingat seringkali terjadi masalah pasca kepengurusan NU purna. Akhirnya lambat laun terjadi sengketa atas pengakuan hak. 

Di akhir diskusi Lakpesdam NU Jepara menyampaikan rencana akan mengadakan PMKNU dengan peserta sekitar 50-60 orang. PMKNU dilaksanakan standar 5 hari tanpa putus. Layaknya PDPKPNU NU kegiatan ini adalah eksklusif. 

Lakpesdam NU Jepara juga silaturahmi dengan Mustasyar NU KH Musthofa Bisri (Gus Mus) yang juga pengasuh Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin. Kami berkesampatan mendapatkan doa dari beliau di momen lebaran ini. Gus mus dari sisi usia memang semakin menua namun hingga kini masih tetap aktif berkontribusi untuk NU.

Semoga beliau selalu diberi kesehatan untuk mengurusi umat. Semoga juga NU selalu menelurkan sosok-sosok seperti Gus Mus.

Berpijak dari itu, Lakpesdam PCNU Jepara tahun ini masih fokus dengan kaderisasi di NU. Tujuannya agar lahir kader-kader penerus yang mau mengurusi NU. Mereka adalah kader NU tulen, tidak hanya sekadar menjadi masyarakat NU.

Artikel ini telah dibaca 10 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Maulid Nabi Muhammad SAW: Tauhid, Islam Transformatif, dan Ilmu Sosial Profetik

21 Agustus 2026 - 15:15 WIB

H. Hisyam Zamroni

Menagih Janji Cinta Nabi: Membumikan Akhlak di Bulan Maulid

16 Agustus 2026 - 09:13 WIB

Ula | Loji Gunung Donoroso

Menara Tinggi, Hati yang Sepi: Konsekuensi ‘Mesuh Sarira’ dalam Falsafah Jawa

16 Agustus 2026 - 09:07 WIB

Menara Tinggi, Hati yang Sepi: Konsekuensi 'Mesuh Sarira' dalam Falsafah Jawa

Kemerdekaan ke-81 dan Nasionalisme Baru: Menuju Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur

16 Agustus 2026 - 08:32 WIB

H. Hisyam Zamroni : Sekretaris Idaroh Syu'biyyah Jam'iyyah Ahlith Thoriqoh Al Mu'tabaroh An Nahdliyyah Kab. Jepara

Merawat Basa, Menguatkan Kader” PC IPNU IPPNU Jepara Gelar Sekolah MC Basa Jawa

11 Agustus 2026 - 06:07 WIB

Merawat Basa, Menguatkan Kader” PC IPNU IPPNU Jepara Gelar Sekolah MC Basa Jawa

UNISNU Jepara 35 Tahun: Merawat Warisan Peradaban, Menjemput Masa Depan Global

4 Agustus 2026 - 10:14 WIB

H. Hisyam Zamroni : Sekretaris Idaroh Syu'biyyah Jam'iyyah Ahlith Thoriqoh Al Mu'tabaroh An Nahdliyyah Kab. Jepara
Trending di Hujjah Aswaja