Menu ✖

Mode Gelap
Penggunaan AI Generatif hingga Etika Dakwah Medsos Dibahas dalam Bahtsul Masail Mahasiswa di UNISNU Jepara Hari Santri 2026, Bupati Jepara Minta Santri Kuasai Literasi Digital dan Kewirausahaan Menyambut Fajar Indonesia Emas 2045: Sintesis Sains dan Tradisi di Tangan Santri Siapkan 4 Riset Kolaboratif, PAI UNISNU Jepara Perkuat Sinergi Global Bersama IIUM Malaysia Tingkatkan Pelayanan Wakaf, H. Hisyam Zamroni Raih Penghargaan PPAIW Produktif 2023–2026 dari Kemenag Jepara

Kabar · 25 Apr 2021 13:54 WIB ·

LPM Burs@ Unisnu Jepara Launching Majalah “Jepara dan Feminisme”


 LPM Burs@ Unisnu Jepara Launching Majalah “Jepara dan Feminisme” Perbesar

Peserta Launching dan Bedah Majalah Shima. (Foto: Istimewa)

nujepara.or.id – Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Burs@ Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) Universitas Islam Nahdlatul Ulama (Unisnu) Jepara menggelar Launching dan Bedah Majalah Shima XVII ”Jepara dan Feminisme” pada Ahad (18/4/2021).

Tema Jepara dan Feminisme dirasa sangat relevan jika diterbitkan. Mengingat RA Kartini, Ratu Shima, dan Ratu Kalinyamat adalah tiga tokoh wanita yang menjadi salah satu ikon kota Jepara. Namun berdasarkan kajian berdirinya tiga patung wanita yang berada di Ngabul Jepara itu masih belum menjadi sebuah gambaran terhadap realitas feminisme di Jepara dan masih hanya sekedar ikon belaka.

Ada beberapa faktor feminisme belum terwujud penuh, di antaranya pertama, faktor budaya patriarki, budaya yang menganggap laki-laki harus berada pada posisi lebih unggul dibandingkan wanita. Kedua, faktor trust (kepercayaan), masyarakat belum terlalu percaya jika kepemimpinan dalam suatu organisasi dipimpin oleh perempuan. Ketiga, adanya istilah woman vs woman, beberapa wanita terkadang tidak suka jika ada yang lebih unggul dari dirinya.

Hadir dalam kegiatan Dekan Fakultas Syariah dan Hukum, alumni, pengurus, dan anggota LPM Burs@. Prosesi launching secara simbolik penyerahan majalah dari Pemimpin Umum Lutviani diserahkan kepada Dekan, Mayadina Rohmi Musfiroh.

Dekan Fakultas Syariah dan Hukum, Mayadina memberikan wejangan untuk kontinyu dan istiqamah dalam menerbitkan karya dan mengasah daya kritis sebagai lembaga pers yang berada dalam tataran mahasiswa.

“Dunia jurnalistik sedang berada dalam ambang kelesuan. Ada beberapa tantangan yang harus dihadapi oleh para jurnalis, antara lain yaitu kontinuitas atau secara istiqamah. Harapannya para jurnalis, khususnya LPM Burs@ yang merupakan lembaga pers pada tataran mahasiswa dapat menumbuhkan kembali rasa kritis terhadap isu-isu yang sedang terjadi. Karena sejatinya tidak ada kebenaran yang tunggal, sehingga seorang jurnalis dapat mempertahankan idealismenya dengan disertai bukti dan kebenaran yang nyata,” ujar Mayadina.

Ia juga berharap, karya majalah Shima setara dengan Kompas yang mampu menghasilkan data dan realita sesuai dengan apa yang sedang dirasakan oleh masyarakat penerima informasi. (ai)

Artikel ini telah dibaca 32 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Penggunaan AI Generatif hingga Etika Dakwah Medsos Dibahas dalam Bahtsul Masail Mahasiswa di UNISNU Jepara

22 Oktober 2026 - 14:27 WIB

Hari Santri 2026, Bupati Jepara Minta Santri Kuasai Literasi Digital dan Kewirausahaan

22 Oktober 2026 - 13:58 WIB

Menyambut Fajar Indonesia Emas 2045: Sintesis Sains dan Tradisi di Tangan Santri

21 Oktober 2026 - 21:43 WIB

Siapkan 4 Riset Kolaboratif, PAI UNISNU Jepara Perkuat Sinergi Global Bersama IIUM Malaysia

7 Oktober 2026 - 11:18 WIB

Tingkatkan Pelayanan Wakaf, H. Hisyam Zamroni Raih Penghargaan PPAIW Produktif 2023–2026 dari Kemenag Jepara

25 September 2026 - 15:58 WIB

Menziarahi Makam KH Ahmad Fauzan, Menghidupkan Kembali Semangat Perjuangan NU

24 September 2026 - 22:55 WIB

Farih F. Mirza, S.E., S.H., S.Pd., M.Pd
Trending di Kabar