Menu

Mode Gelap
Menagih Janji Cinta Nabi: Membumikan Akhlak di Bulan Maulid Menara Tinggi, Hati yang Sepi: Konsekuensi ‘Mesuh Sarira’ dalam Falsafah Jawa Merawat Basa, Menguatkan Kader” PC IPNU IPPNU Jepara Gelar Sekolah MC Basa Jawa UNISNU Jepara 35 Tahun: Merawat Warisan Peradaban, Menjemput Masa Depan Global 35 Tahun UNISNU Jepara: Merawat Warisan Peradaban, Menjemput Masa Depan Global

Kabar · 20 Mar 2019 04:49 WIB ·

Ma’had Aly Harus Mampu Merawat dan Menjaga Tradisi Pesantren


 Ma’had Aly Harus Mampu Merawat dan Menjaga Tradisi Pesantren Perbesar

nujepara.or.id – Dewan Mahasantri Asosiasi Ma’had Aly Indonesia (Dema Amali) wilayah Jawa tengah II mengadakan Musyawarah Wilayah (Musywil) pertama yang berlangsung di Ma’had Aly Balekambang Pondok Pesantren Roudlotul Mubtadiin Balekambang Jepara, Kamis-Jumat (14-15/3/2019) lalu.

Dema Amali merupakan organisasi kemahasantrian di bawah naungan Asosiasi Ma’had Aly Indonesia (Amali) yang dibentuk tim panitia 9 dan diresmikan pada bulan lalu pada Kongres I Ma’had Aly Indonesia di Ma’had Aly Hasyim Asy’ari Tebuireng, Jawa Timur.

Acara dihadiri 7 delegasi dari beberapa Ma’had Aly dan dihadiri sekitar 30 mahasantri termasuk Presidium Nasional Dema Amali Ahmad Munib Sodiq. Pembukaan acara dihadiri KH Miftahuddin mewakili Mudir Ma’had Aly Roudlotul Mubtadiin. 

Ia berpesan, ma’had aly harus bisa memperkenalkan diri kepada awam sebab kenyataannya tergolong lembaga pendidikan baru. Kedua, ma’had aly mampu merawat dan menjaga tradisi-tradisi baik dari pesantren serta mengaktualisasikannya untuk menghadapi perkembangan zaman. 

Ketiga, ma’had aly juga harus ikut serta berperan aktif dalam kancah media sosial, berperan aktif dalam dakwah Islam moderat di sosial media sehingga dapat menekan bahkan mengalahkan paham-paham radikalisme yang disebarkan oleh oknum-oknum di luar sana.

Adapun ke-7 delegasi yang hadir adalah Ma’had Aly Balekambang Jepara (Hadits wa Ulumuhu), Pesantren Maslakul Huda Kajen Pati (Fiqh wa Ushuluhu), Pondok Pesantren Iqna ath-Thalibin Sarang Rembang (Tasawuf wa Thariqatuhu), Fadhlul Jamil Sarang Rembang (Fiqh wa Ushuluhu), al-Hasaniyyah Senori Tuban (Fiqh wa Ushuluhu), Tasywiquth Thullab Salafiyah Kudus (Ilmu Falak), dan Nurul Burhany Mranggen Demak (Qur’an wa Ulumuhu).

Presidium Nasional Munib menuturkan wakil dari ma’had aly harus berperan aktif mencurahkan segala kemampuan untuk menyusun program atau membangun pondasi yang kuat. 

Hal itu menurutnya agar ketika dikenal di kalangan masyarakat luas telah berdiri kokoh dengan karakter yang melekat. Bukan hanya sekedar nama namun sudah memiliki eksistensi yang nyata.

Di waktu yang bersamaan, Musywil pertama juga digelar di pondok pesantren Lirboyo Kediri yang diikuti oleh beberapa ma’had aly dari wilayah Jatim I. (Ilham/Iqbal)

Artikel ini telah dibaca 15 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Menagih Janji Cinta Nabi: Membumikan Akhlak di Bulan Maulid

16 Agustus 2026 - 09:13 WIB

Ula | Loji Gunung Donoroso

Menara Tinggi, Hati yang Sepi: Konsekuensi ‘Mesuh Sarira’ dalam Falsafah Jawa

16 Agustus 2026 - 09:07 WIB

Menara Tinggi, Hati yang Sepi: Konsekuensi 'Mesuh Sarira' dalam Falsafah Jawa

Merawat Basa, Menguatkan Kader” PC IPNU IPPNU Jepara Gelar Sekolah MC Basa Jawa

11 Agustus 2026 - 06:07 WIB

Merawat Basa, Menguatkan Kader” PC IPNU IPPNU Jepara Gelar Sekolah MC Basa Jawa

35 Tahun UNISNU Jepara: Merawat Warisan Peradaban, Menjemput Masa Depan Global

3 Agustus 2026 - 21:41 WIB

Wakil Ketua Tanfidziyah PCNU Kab. Jepara H. Hisyam Zamroni

DAFTAR Sembilan Ranting NU se-Batealit yang Dilantik, Ini Pesan Rais Syuriah PCNU Jepara

3 Agustus 2026 - 13:50 WIB

DAFTAR Sembilan Ranting NU se-Batealit yang Dilantik, Ini Pesan Rais Syuriah PCNU Jepara

Ketika Semua Sandaran Runtuh, Di Mana Engkau Menaruh Hatimu?

23 Juli 2026 - 22:56 WIB

ILUSTRASI kecemasan manusia
Trending di Kabar