Menu

Mode Gelap
Bedah Kerangka TKA 2026, Ratusan Guru KKMA 02 LP MÁARIF Jepara Lakukan Ini Notifikasi Hidayah: Mengapa Kita Hobi Berpaling dari Teguran Ilahi? Menilik Gapura Mantingan, Jejak Akulturasi Budaya Islam dan Jawa Kuno Mau Sampai Kapan Ikut “Zaman Edan”? YAPTINU Jepara Serahkan Enam Mobil Baru untuk Mendukung Operasional UNISNU

Kabar · 8 Nov 2022 03:12 WIB ·

Mbah Yai Ahmad Fauzan: Sosok Ulama – Umaro, Layak Jadi Pahlawan Nasional?


 Mbah Yai Ahmad Fauzan: Sosok Ulama – Umaro, Layak Jadi Pahlawan Nasional? Perbesar

Oleh H Hisyam Zamroni*

nujepara.or.id – Mbah Yai Ahmad Fauzan adalah fenomena. Beliau adalah seorang ulama sekaligus umaro’ yang multitalenta dalam pergerakan pra kemerdekaan Republik Indonesia dan sekaligus menjadi pionir pascakemerdekaan. 

Mbah Yai Ahmad Fauzan memiliki visi nasionalisme karena dididik di pesantren oleh ulama-ulama masyhur nusantara yaitu Simbah Chasbullah Balekambang, Simbah Kholil Rembang, dan lainnya yang menempa jiwa nasionalisme beliau sehingga didapuk untuk mempimpin perlawanan terhadap penjajah Jepang di Pati. Perlawanan itu berakhir dengan kekalahan pihak Jepang. 

Pasca  kemerdekaan Mbah Yai Fauzan tetap melanjutkan perjuangannya. Beliau diangkat menjadi Kepala Departemen Agama Kabupaten Jepara masa tugas  1950 – 1959. Pada periode masa jabatan itu, beliau menerapkan proses mengakrabkan antara institusi Depag dan masyarakat yaitu melalui upaya seluruh KUA di Kabupaten Jepara diharuskan  mengadakan pengajian umum dalam rangka dakwah islamiyyah dan sosialisasi program program Depag kepada masyarakat.

Mbah Yai Ahmad Fauzan juga pelopor Nahdlatul Ulama (NU) di Kabupaten Jepara. Beliau juga seorang muharrik di Kota Ukir. Mbah Yai Ahmad Fauzan menggunakan metode dakwah kultural dalam melayani masyarakat. Sehingga tak heran jika nama besar Mbah Yai Ahmad Fauzan hingga kini masih terpatri di benak sanubari masyarakat sebagai ulama sekaligus umaro yang dekat dengan masyarakat. Model dakwah yang beliau sampaikan adalah melalui syi’iran sehingga masyarakat mudah menangkap pesan pesan keagamaan dan sosial. 

Realitas perjuangan Mbah Yai Ahmad Fauzan ini hingga kini masih terus dikenang oleh masyarakat Jepara. Bahkan tanggal beliau wafat yakni pada 6 Robi’ul Akhir, masyarakat mengadakan khoul untuk Mbah Yai Fauzan. Khoul itu juga sekaligus agar masyarakat bisa menjadikan bah Yai Fauzan sebagai suri-tauladan dalam kehidupan sehari hari. 

Hal ini memang fenomena yang langka atau bahkan mungin satu satunya di Indonesia. Sosok Kepala Kandepag tahun 1950 – 1959 Mbah Yai Ahmad Fauzan “dikhouli” tiap tanggal 6 Robi’ul Akhir. Khoul ini dihadiri oleh para Habaib, Ulama Kyai, Umaro dan masyarakat umum di maqbaroh Mbah Yai Fauzan, yakni Pekuburan Suromoyo Kedung-Leper Bangsri Jepara. 

Perjuangan Mbah Yai Ahmad Fauzan pra dan pascakemerdekaan adalah riil dan nyata. Bisa jadi jika kita serius mengumpulkan berbagai hal terkait perjuangan beliau, maka  Mbah Yai Fauzan dapat diusulkan menjadi Pahlawan Nasional pada tahun tahun mendatang. Aamiin

*Ketua KUA Jepara, Wakil Ketua PCNU Jepara

Artikel ini telah dibaca 136 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Bedah Kerangka TKA 2026, Ratusan Guru KKMA 02 LP MÁARIF Jepara Lakukan Ini

21 September 2026 - 12:29 WIB

Mau Sampai Kapan Ikut Zaman Edan?

21 September 2026 - 12:13 WIB

Notifikasi Hidayah: Mengapa Kita Hobi Berpaling dari Teguran Ilahi?

21 September 2026 - 12:08 WIB

Notifikasi Hidayah: Mengapa Kita Hobi Berpaling dari Teguran Ilahi?

Menilik Gapura Mantingan, Jejak Akulturasi Budaya Islam dan Jawa Kuno

18 September 2026 - 11:38 WIB

PPG Tambah Program, FTIK UNISNU Jepara Submit Proposal Bidang Studi PGSD

18 September 2026 - 11:00 WIB

Mau Sampai Kapan Ikut “Zaman Edan”?

18 September 2026 - 10:45 WIB

Trending di Kabar