Menu ✖

Mode Gelap
Siapkan 4 Riset Kolaboratif, PAI UNISNU Jepara Perkuat Sinergi Global Bersama IIUM Malaysia Tingkatkan Pelayanan Wakaf, H. Hisyam Zamroni Raih Penghargaan PPAIW Produktif 2023–2026 dari Kemenag Jepara Menziarahi Makam KH Ahmad Fauzan, Menghidupkan Kembali Semangat Perjuangan NU Bedah Kerangka TKA 2026, Ratusan Guru KKMA 02 LP MÁARIF Jepara Lakukan Ini Notifikasi Hidayah: Mengapa Kita Hobi Berpaling dari Teguran Ilahi?

Kabar · 13 Mar 2024 04:54 WIB ·

Ngaji Burdah syarah Mbah Sholeh Darat  ( 2 )


 Ngaji Burdah syarah Mbah Sholeh Darat  ( 2 ) Perbesar

Oleh Kiai Hisyam Zamroni*

Ila hadhroti Nabiyyina wa Habibina wa Syafi’ina wa Maulana Sayyidina  Muhammadin Shollallahu Alaihi Wassallam, AlFatihah. 

Wa Ila Hadhroti Syech Abdul Qodir al Jilaniy Wa Syech Imam Asy-Syadzily wa ila khadhroti min imamitthoriqoh kullihim, AlFatihah 

Tsumma ila khadroti ahli sanadina fi kitabil burdah al Habib Abdullah al Hindwan min al Al Habib Ali As Shihab min Asy Syech Nawawi al jepara min syaikhina wa murobbi ruhina simbah Sholeh Darat ushulihi wa furu’ihi, wa ustadzihi wa muridihi wa liman atba’a ilaihi, AlFatihah 

Tsumna ila khadhroti khusushon shohibil burdah Syech imam Abu Abdullah Muhammad bin Sa’id al Bushiriy, AlFatihah… 

Bismillahirrohmanirrohim 

Muqoddimah (2) 

I’lam; ketahuilah sahabatku bahwa sesungguhnya wajib bagi mu’min mukallaf mengetahui sesungguhnya sifat kamalati Baginda Nabi Muhammad Rosulullah SAW tdk ada akhirnya, seperti sifat kamalati Gusti Allah SWT yang juga tidak ada akhirnya karena sifat Baginda Nabi Muhammad Rosulullah SAW itu Qur’an, perilaku beliau Baginda juga Qur’an;

“Innaka La’ala Khuluqin Adzimin fabima Rohmatin Minallahi linta lahum”, maka Qur’an dan Rohmatnya Gusti Allah SWT itu tidak ada akhirnya di dalam maknanya dan kemuliaannya. 

Juga tidak ada akhirnya sifat kemuliaan Baginda Nabi Muhammad Rosulullah SAW yang disebut di dalam kitab “Afdlolush sholawat” karya Syech Yusuf bin Ismail an Nabhaniy yaitu Rois Fi Hikmati Bayrut; sesungguhnya bershalawat Kepada Baginda Nabi Muhammad Rosulullah SAW itu menjadi dzikirnya para Malaikat yg ada di samping tanah syurga. Sewaktu waktu mendengar tanah syurga dzikir; 

“Muhammad” maka memanjang syurganya mengejar para Malaikat yang menyebut nyebut asma “Muhammad”. Ketika membaca shalawat maka kemudian munduri Malaikat maka kemudian maju syurganya, maka menjadi tambah luas,  lebar dan panjangnya sampai “ma la nihayata” (tanpa ujung) tidak selesai-selesai panjangnya syurga hingga “Tajallal Haqqu Subhanahu Wa Ta’ala” maka kemudian membaca tasbih, maka kemudian berhenti.

Maka kemudian membaca kembali Shalawat kepada Baginda Nabi Muhammad Rosulullah SAW, maka syurga memburu Malaikat karena rasa cinta kasih sayangnya kepada asma  Baginda Nabi Muhammad Rosulullah SAW yg didzikirkan oleh Malaikat, karena syurga itu dijadikan oleh Gusti Allah SWT dari Nur-nya Baginda Nabi Muhammad Rosulullah SAW maka menjadikan rasa cinta kasih sayangnya syurga kepada Baginda Nabi Muhammad Rosulullah SAW seperti rasa kasih sayangnya anak kepada bapak. 

Olehnya, memanjangnya syurga itu “la nihayata” karena ada sifat kamalati Baginda Nabi Muhammad Rosulullah SAW yang tidak ada akhirnya, karena sifat kamalati Baginda Nabi Muhammad Rosulullah SAW itu berasal dari sifat kamalatinya Gusti Allah SWT karena sesungguhnya “Kalamatillahi Subhanahu wa Ta’ala itu “la nihayata abadan”. 

Semoga ngaji burdah pada sesi ini manfaat dan barokah.. Aamiin Yaa Robbal Aalamiin. 

Bersambung.. 

  • * Wakil Ketua PCNU Jepara
Artikel ini telah dibaca 148 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Siapkan 4 Riset Kolaboratif, PAI UNISNU Jepara Perkuat Sinergi Global Bersama IIUM Malaysia

7 Oktober 2026 - 11:18 WIB

Tingkatkan Pelayanan Wakaf, H. Hisyam Zamroni Raih Penghargaan PPAIW Produktif 2023–2026 dari Kemenag Jepara

25 September 2026 - 15:58 WIB

Menziarahi Makam KH Ahmad Fauzan, Menghidupkan Kembali Semangat Perjuangan NU

24 September 2026 - 22:55 WIB

Farih F. Mirza, S.E., S.H., S.Pd., M.Pd

Bedah Kerangka TKA 2026, Ratusan Guru KKMA 02 LP MÁARIF Jepara Lakukan Ini

21 September 2026 - 12:29 WIB

Mau Sampai Kapan Ikut Zaman Edan?

21 September 2026 - 12:13 WIB

Notifikasi Hidayah: Mengapa Kita Hobi Berpaling dari Teguran Ilahi?

21 September 2026 - 12:08 WIB

Notifikasi Hidayah: Mengapa Kita Hobi Berpaling dari Teguran Ilahi?
Trending di Kabar