Menu

Mode Gelap
TEKS KHUTBAH JUM’AT: ISLAM NGLUHURAKÉ BURUH TEKS KHUTBAH JUM’AT: ISLAM MEMULIAKAN BURUH R.A. Kartini: Antara Modernitas dan Postmodernitas—Agama sebagai Spirit Pembebasan R.A. Kartini dalam Perspektif Cultural Studies: Agama sebagai Spirit Emansipasi dan Kesadaran Kultural Debugging Nasib: Navigasi Sistemik dari Titik Nol Menuju Kedaulatan

Esai · 9 Apr 2023 22:30 WIB ·

Ngaji Tematik Ramadhan: Keluarga dan Relasi Sosial 


 Ngaji Tematik Ramadhan: Keluarga dan Relasi Sosial  Perbesar

Oleh Kiai Hisyam Zamroni*

nujepara.or.id – Kedirian seseorang akan menjadi penentu dalam  pembentukan keluarga,  sedangkan keluarga adalah pilar utama pembentukan komunitas sosial. Olehnya “perhatian” terhadap diri sendiri dan keluarga menjadi sangat penting, sebagaimana terekam di dalam Al Qur’an: “Ya Ayyuhalladzina Amanu. Quu Anfusakum wa Ahlikum Naaroo.”

“Ayat pendek di atas begitu sangat berkualitas dimana proses memanusiakan manusia diawali dari “diri sendiri” yaitu mendidik dan  memahamkan dirinya  sendiri  agar “tidak” sembrono di dalam berfikir dan bertindak atau  berperilaku sehingga tidak terjerumus ke dalam “api neraka”, yaitu api neraka di dunia (yang berupa kesengsaraan dan suasana batin yang hampa), maupun api neraka di akhirat kelak yaitu “tuaian hasil” buruk kita di dunia. 

Setelah “penjagaan” diri sendiri yang begitu kokoh, kemudian dilanjutkan “penjagaan” terhadap keluarga yaitu penjagaan yang tidak hanya menjaga “biologis” akan tetapi lebih dari itu yaitu menjaga dan mengikat tanggung jawab amanah Gusti Allah SWT yang berupa istri dan anak cucu yang harus kita jalankan agar mereka tidak terjerumus di dalam “api neraka”.

Jika mereka tidak kita ajari, tidak kita didik dan lepas tanggungjawab, minimal keluarga kita tidak akan mempunyai kepastian hidup, sengsara dan tidak merasakan kebahagian dalam hidupnya sebab “neraka” yang paling dekat dengan “urat nadi” dalam hidup ini adalah kesengsaraan, ketidakmenentuan hidup dan suasana batin yang hampa dan gelisah. 

Keluarga juga merupakan pilar utama dan awal untuk menyuarakan kasih sayang dan pesan perdamaian. “What can you do promote world peace, go home a love your family”.

Logika sederhana keluarga adalah komunitas sosial terkecil yang sangat menentukan bagaimana menciptakan “perdamaian” atas dasar pendidikan keluarga baik kepada istri maupun anak cucu berupa pikiran positif, ucapan yang baik, perilaku yang santun, sopan, bersahaja, hati yang lembut penuh kasih sayang.

Lalu juga menghormati sesama, suka menolong, menghargai orang lain, bermusyawarah dan selalu membawa kesejukan dan kenyamanan kepada orang lain yang tanpa kita sadari bahwa surga itu ada di keluarga kita dan ada di rumah kita atau yang sering disebut  “baitiy jannatiy”. 

Alasan itulah, mengapa begitu  pentingnya  menjaga diri kita sendiri dan keluarga karena keluarga adalah pilar utama menjadi pembentukan dan kekuatan sosial dalam menciptakan perdamaian dunia. 

Semoga Gusti Allah SWT memberikan kekuatan kepada kita untuk mampu menyuarakan perdamaian dunia melalui indahnya dan damainya keluarga kita. Aamiin Aamiin Aamiin

Artikel ini telah dibaca 69 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Muslimat NU Jepara Perkuat Peran Perempuan Hingga Kesejahteraan Masyarakat

23 April 2026 - 21:46 WIB

Muslimat NU Jepara

Bahtsul Masail PWNU Jateng: Ini Dampak Perda Miras dan Hiburan Malam Jika Diterapkan

22 April 2026 - 08:53 WIB

Bahtsul Masail PWNU Jateng: Menimbang Perda Miras, Maslahah atau Mafsadah?

21 April 2026 - 17:01 WIB

Debugging Nasib: Navigasi Sistemik dari Titik Nol Menuju Kedaulatan

21 April 2026 - 13:45 WIB

Debugging Nasib: Navigasi Sistemik dari Titik Nol Menuju Kedaulatan

Hari Kartini, YPMNU Jepara Gelar Workshop Kurikulum Maritim

21 April 2026 - 13:37 WIB

Hari Kartini, YPMNU Jepara Gelar Workshop Kurikulum Maritim

Pembukaan Bahtsul Masail PWNU Jateng, Rais Syuriah: Agendakan Rutin

20 April 2026 - 15:02 WIB

Trending di Bahtsul Masail