Menu

Mode Gelap
Iedul Fitri dan Hari Anti-Kelaparan Sedunia Syarat “Ngaji” di Mbah Google dan Internet Kuatkan UMKM, Ansor Jalin Kerjasama Dengan BNI Jepara NU Jepara Dukung Progam 1 Juta Vaksin Booster Suluk Mantingan : Membangun Relasi Agama, Seni dan Budaya

Opini · 17 Apr 2020 02:37 WIB ·

NU dan Gerakan Global


 NU dan Gerakan Global Perbesar

NU itu fenomenal. Ada yang menarik saat kita amati gerakan NU di masa-masa pageblug global virus corona sekarang  ini khususnya acara yang dihelat secara global atau mendunia tadi malam dengan tema besar “Doa bersama dan Pertaubatan Global.”

NU telah mendahului bergerak lintas batas dunia daripada apa yang selama ini banyak dihalunisasikan yaitu  hanya  ngomong kekuasan  islam politik global oleh sebagian orang. Rasanya ada yang malu ketika para pengusung khilafah dengan jargonnya menguasai dunia dan hanya menyerang sana-sini tapi terkunci rapat tidak bisa berbuat apa pun secara global bahkan terkungkung dalam kebingungannya yang enaknya ngomong mereka; “aku ini bisa apa?” Katanya lagi;  “gue bervisi kekuasaan islam global” tapi kok tidak bisa berbuat apa-apa secara global.

Globalitas ide dan gerakan boleh jadi diawali dari satu titik mercusuar yang meminjam istilah Mc. Luhan adalah Global Village bukan nggladrah dengan harus menyodorkan semua serba global dan dapat dilihat; NU lah  satu titik mercusuarnya yg auranya menetes ke seluruh penjuru dunia. Dalam bahasa jawanya berkahi alam dunyo kabeh.  

Melalui acara global tadi malam yang dihelat oleh NU dan diikuti oleh perwakilan PCINU dari berbagai negara di dunia membuktikan bahwa gerakan NU melampaui halunisasi khilafah yg selama ini digembar-gemborkan oleh sebagian orang yang justru kapasitas keglobalannya dipertanyakan.

Dari sana, kita harus sadar bahwa Indonesia yang secara historis menjadi pilihan founding fathers adalah tidak hanya menjadi realitas komunitas lokal/state tapi lebih dari itu akan merambah menjadi realitas komunitas global sebagaimana step by step NU telah memulainya.

Mengikuti alur pemikirannya Gus Ulil Abshar Abdalla janganlah kita mau dibodoh-bodohi oleh orang justru bodoh.

Saya yakin dengan istikharahnya para masyayikh saat mendirikan NU dan Negara Indonesia,–atas ridho Gusti Allah SWT,–akan menjadi titik mercusuar dunia. Amin Amin Amin.  

Artikel ini telah dibaca 1 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Shiddiqiyah : Thoriqoh Yang Mu’tabar (otoritatif) ataukah yang “nrecel” (Keluar Jalur) ?

15 Juli 2022 - 07:58 WIB

Jepara, Investasi Agrobisnis dan Jihad Pertanian NU

30 Mei 2022 - 02:50 WIB

Santri dan Filologi Islam Nusantara

25 April 2022 - 03:21 WIB

Mengurai Kontroversi Zakat Fitrah dengan Uang

25 April 2022 - 03:14 WIB

Belajar Natas-Nitis-Netes dari Puasa

1 April 2022 - 08:35 WIB

Visi Kerahmatan Penunjuk Jalan Gerakan

26 Februari 2022 - 07:31 WIB

Trending di Opini
%d blogger menyukai ini: