Menu ✖

Mode Gelap
Tingkatkan Pelayanan Wakaf, H. Hisyam Zamroni Raih Penghargaan PPAIW Produktif 2023–2026 dari Kemenag Jepara Menziarahi Makam KH Ahmad Fauzan, Menghidupkan Kembali Semangat Perjuangan NU Bedah Kerangka TKA 2026, Ratusan Guru KKMA 02 LP MÁARIF Jepara Lakukan Ini Notifikasi Hidayah: Mengapa Kita Hobi Berpaling dari Teguran Ilahi? Menilik Gapura Mantingan, Jejak Akulturasi Budaya Islam dan Jawa Kuno

Opini · 17 Apr 2020 02:37 WIB ·

NU dan Gerakan Global


 NU dan Gerakan Global Perbesar

NU itu fenomenal. Ada yang menarik saat kita amati gerakan NU di masa-masa pageblug global virus corona sekarang  ini khususnya acara yang dihelat secara global atau mendunia tadi malam dengan tema besar “Doa bersama dan Pertaubatan Global.”

NU telah mendahului bergerak lintas batas dunia daripada apa yang selama ini banyak dihalunisasikan yaitu  hanya  ngomong kekuasan  islam politik global oleh sebagian orang. Rasanya ada yang malu ketika para pengusung khilafah dengan jargonnya menguasai dunia dan hanya menyerang sana-sini tapi terkunci rapat tidak bisa berbuat apa pun secara global bahkan terkungkung dalam kebingungannya yang enaknya ngomong mereka; “aku ini bisa apa?” Katanya lagi;  “gue bervisi kekuasaan islam global” tapi kok tidak bisa berbuat apa-apa secara global.

Globalitas ide dan gerakan boleh jadi diawali dari satu titik mercusuar yang meminjam istilah Mc. Luhan adalah Global Village bukan nggladrah dengan harus menyodorkan semua serba global dan dapat dilihat; NU lah  satu titik mercusuarnya yg auranya menetes ke seluruh penjuru dunia. Dalam bahasa jawanya berkahi alam dunyo kabeh.  

Melalui acara global tadi malam yang dihelat oleh NU dan diikuti oleh perwakilan PCINU dari berbagai negara di dunia membuktikan bahwa gerakan NU melampaui halunisasi khilafah yg selama ini digembar-gemborkan oleh sebagian orang yang justru kapasitas keglobalannya dipertanyakan.

Dari sana, kita harus sadar bahwa Indonesia yang secara historis menjadi pilihan founding fathers adalah tidak hanya menjadi realitas komunitas lokal/state tapi lebih dari itu akan merambah menjadi realitas komunitas global sebagaimana step by step NU telah memulainya.

Mengikuti alur pemikirannya Gus Ulil Abshar Abdalla janganlah kita mau dibodoh-bodohi oleh orang justru bodoh.

Saya yakin dengan istikharahnya para masyayikh saat mendirikan NU dan Negara Indonesia,–atas ridho Gusti Allah SWT,–akan menjadi titik mercusuar dunia. Amin Amin Amin.  

Artikel ini telah dibaca 36 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Mau Sampai Kapan Ikut “Zaman Edan”?

18 September 2026 - 10:45 WIB

Menyongsong Muktamar Nahdlatul Ulama ke – 35 : Membangun Visi Peradaban Dunia dan Menata Kekuatan Organisasi untuk Masa Depan

15 Juni 2026 - 09:49 WIB

H. Hisyam Zamroni : Sekretaris Idaroh Syu'biyyah Jam'iyyah Ahlith Thoriqoh Al Mu'tabaroh An Nahdliyyah Kab. Jepara

Grebeg Spiritual: Merebut Kembali Kedaulatan Kesadaran

12 Juni 2026 - 13:04 WIB

Lampah Samarpan

Haul Mbah Datuk Gunardi: Tradisi Keagamaan yang Menguatkan Solidaritas Sosial dan Spiritual di Desa Singorojo

4 Februari 2026 - 11:37 WIB

The Root of The Peak dalam Konsep Keilmuan

7 Juni 2024 - 11:08 WIB

Akselerasi Khidmah NU dan Keberjamaahan

17 Februari 2023 - 05:47 WIB

Trending di Esai