Menu

Mode Gelap
Grebeg Spiritual: Merebut Kembali Kedaulatan Kesadaran Meniti Jembatan Masa Depan: Pendidikan Jepara di Persimpangan Antara Industri dan Akademis Meniti Asa di Balik Deru Mesin: Hari Buruh, Realitas Ekonomi, dan Strategi Keluarga Menuju Muktamar NU ke-35 Tahun 2026 : Paradigma Kepemimpinan “Digdaya” di Tengah Arus Geopolitik dan Disrupsi Global TEKS KHUTBAH JUM’AT: ISLAM NGLUHURAKÉ BURUH

Ansor · 24 Apr 2019 09:01 WIB ·

Pasca Pemilu, Rajut Kembali Persatuan dan Kesatuan


 Pasca Pemilu, Rajut Kembali Persatuan dan Kesatuan Perbesar

Sepakat bersama merajut kembali dan menjaga persatuan dan kesatuan

nujepara.or.id – Setelah diselenggarakannya pesta demokrasi masyarakat diminta untuk merajut kembali agar tetap menjaga persatuan dan kesatuan serta tidak mudah terprovokasi yang dapat memecah belah keutuhan bangsa.

Hal itu ditandaskan Kapolres Jepara, AKBP Arif Budiman saat memberikan sambutan dalam Tasyakuran Harlah Ansor ke-85 yang diselenggarakan PC GP Ansor Jepara berlangsung di Gedung NU Jepara lantai 2, Selasa (23/4) malam.

Di hadapan  forkopimda, banom, lembaga, Ansor dan Banser Arif mengatakan bahwa pesta demokrasi pilpres dan pileg di Indonesia merupakan pesta terbesar di dunia. “Di mana diselenggarakan dalam kurun 1 hari yang membutuhkan tenaga dan pikiran ekstra. Termasuk keterlibatan SDM yang begitu banyak baik penyelenggara maupun pengawasnya,” katanya.

Hal lain diutarakan Ketua PCNU Jepara. Menurutnya, berpolitik itu untuk membesarkan NU bukan sebaliknya, memanfaatkan NU untuk dijadikan alat politik.

Kesempatan itu pihaknya mengapresiasi kader NU yang ikut mengkampanyekan tolak politik uang sebagai upaya awal dalam memberantas korupsi.

Kiai yang akrab disapa Mbah Yatun itu menandaskan “ngopeni” NU beda dengan “ngopeni” di pemerintahan.

“Bila di pemerintahan sudah ada petugas masing-masing yang teranggarkan dan tinggal intruksi dan koordinasi saja beres, kalau tidak jalan tinggal ganti,” tandasnya.

Hal itu beda dengan “ngopeni” NU yang anggarannya tidak jelas adanya, manusianya banyak namun susah ditemui, apalagi orang-orangnya bandel kalau diajak gerak. “Jadinya repot. Tentunya problemnya lebih kompleks daripada di pemerintahan,” pungkasnya.

Kegiatan Tasyakuran yang juga dibarengkan dengan Doa Bersama untuk Kedamaian NKRI itu juga diisi dengan pemberian penghargaan kepada Ketua Ansor dan Satkorcab terdahulu yang telah mengabdi untuk Ansor dan Banser. (ip)

Artikel ini telah dibaca 10 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Menuju Muktamar NU ke-35 Tahun 2026 : Paradigma Kepemimpinan “Digdaya” di Tengah Arus Geopolitik dan Disrupsi Global

30 April 2026 - 11:32 WIB

Wakil Ketua Tanfidziyah PCNU Kab. Jepara H. Hisyam Zamroni

Muslimat NU Jepara Perkuat Peran Perempuan Hingga Kesejahteraan Masyarakat

23 April 2026 - 21:46 WIB

Muslimat NU Jepara

Bahtsul Masail PWNU Jateng: Ini Dampak Perda Miras dan Hiburan Malam Jika Diterapkan

22 April 2026 - 08:53 WIB

Bahtsul Masail PWNU Jateng: Menimbang Perda Miras, Maslahah atau Mafsadah?

21 April 2026 - 17:01 WIB

Debugging Nasib: Navigasi Sistemik dari Titik Nol Menuju Kedaulatan

21 April 2026 - 13:45 WIB

Debugging Nasib: Navigasi Sistemik dari Titik Nol Menuju Kedaulatan

Hari Kartini, YPMNU Jepara Gelar Workshop Kurikulum Maritim

21 April 2026 - 13:37 WIB

Hari Kartini, YPMNU Jepara Gelar Workshop Kurikulum Maritim
Trending di Kabar