Menu

Mode Gelap
Rehat Sejenak : Tentang Pulang dan Bekal yang Kita Bawa UNISNU Perkuat Wawasan Global Mahasiswa lewat Guest Lecture bersama Akademisi Skotlandia dan Irlandia I’tikaf: Puncak Isolasi Suci dan Seni Memeluk Tuhan di Bulan Ramadhan Teknik Rahasia “Menepi” ala Nabi Musa Seni Menang di Tengah Kepungan

Kabar · 15 Okt 2022 03:36 WIB ·

Peringati Hari Santri MWC NU Tahunan Gelar Istighosah di Masjid Astana Mantingan


 Peringati Hari Santri MWC NU Tahunan Gelar Istighosah di Masjid Astana Mantingan Perbesar

nujepara.or.id – Pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Tahunan Jepara menggelar istighosah di Masjid Astana Mantingan, Jumat (14/10/2022). Kegiatan ini digelar untuk memperingati Hari Santri Nasional (HSN) yang diperingati tiap 22 Oktober.

Seperti diketahui, peringatan HSN merujuk pada peristiwa Resolusi Jihad yang digelorakan Rais Akbar NU, KH Hasyim Asy’ari pada 22 Oktober 1945. Peringatan HSN merupakan pengakuan resmi pemerintah Republik Indonesia atas peran besar umat Islam dalam berjuang merebut dan mempertahankan kemerdekaan serta menjaga NKRI.

Kegiatan istighosah dalam rangka HSN di masjid Astana Sultan Hadirin ini merupakan acara puncak di tingkat MWC NU Tahunan. Sebelumnya, masing-masing ranting sudah mengadakan peringatan Hari Santri di wilayah masing-masing. Ada yang menggelar pengajian, istighosah, khotmil Qur’an bilghoib, haul Massal, jalan sehat, dan sebagainya.

Istighosah di Masjid Astana Mantingan dipimpin Rois Syuriah MWC NU, KH. Ali Masykur. Hadir dalam kegiatan ini pengurus harian MWC, pengurus Ranting NU se-MWC Tahunan, pengurus lembaga dan badan otonom NU dan warga nahdliyyin. Meski kawasan sekitar Masjid Astana Mantingan diguyur hujan lebat, namun warga nahdliyin tetap mengikuti istighosah dengan khidmat dan khusyu.

Masjid Astana Sultan Hadirin Mantingan yang menjadi tempat istighosah memiliki sejarah panjang, baik terkait syiar Islam maupun aktivitas seni ukir yang kini menjadi tulang punggung perekonomian warga Jepara. Di areal pemakaman Masjid Astana Mantingan, ada makam Sultan Hadlirin dan Ratu Kalinyamat. Makam pemimpin Jepara masa lalu itu sering dikunjungi para peziarah dari berbagai kota di Indonesia.

Ketua Tanfidziyah MWC NU Tahunan Jepara KH. Misbahuddin, menuturkan, “Kami sengaja mengambil tema istighosah untuk peringatan Hari Santri Nasional tahun ini, biasanya kami gelar dengan meriah seperti jalan sehat, gerak jalan santri, dan sebagainya. Kami ingin menyentuh kesadaran ruhani dan komtemplasi setelah Indonesia dilanda pandemi covid-19,” tuturnya.

Panitia istighosah MWC NU Tahunan, K. Mudai Hasan, menambahkan meskipun digelar dengan sederhana namun pengurus dan warga nahdliyyin di Kecamatan Tahunan antusias dan kompak mengikuti istighosah dalam rangka HSN 2022 ini. Kuatnya kebersamaan antarwarga NU di Tahunan ini bisa dirasakan saat acara ramah tamah hingga makan dekem bersama yang dibawa masing-masing ranting.

“Semoga berbagai kegiatan dalam rangka HSN ini kian menyemangati kita agar bisa terus istiqomah berkhidmah lewat NU,” tandasnya. (Subekhan)

Artikel ini telah dibaca 18 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

UNISNU Perkuat Wawasan Global Mahasiswa lewat Guest Lecture bersama Akademisi Skotlandia dan Irlandia

16 Maret 2026 - 19:11 WIB

I’tikaf: Puncak Isolasi Suci dan Seni Memeluk Tuhan di Bulan Ramadhan

14 Maret 2026 - 07:00 WIB

Iktikaf

Teknik Rahasia “Menepi” ala Nabi Musa

12 Maret 2026 - 14:45 WIB

Teknik Rahasia Menepi ala Nabi Musa

Seni Menang di Tengah Kepungan

12 Maret 2026 - 14:34 WIB

Seni Menang di Tengah Kepungan

Menjemput Cahaya di Penghujung Ramadan: Lelaku Spiritual Sepuluh Hari Terakhir (Maleman)

10 Maret 2026 - 07:39 WIB

Ilustrasi Lailatul Qodar

Tantangan Zaman Baru: Eksistensi “Al-Qur’an Berjalan” di Era Disrupsi Digital dan Post-Truth

8 Maret 2026 - 16:18 WIB

Trending di Kabar