Menu

Mode Gelap
UNISNU Jepara 35 Tahun: Merawat Warisan Peradaban, Menjemput Masa Depan Global 35 Tahun UNISNU Jepara: Merawat Warisan Peradaban, Menjemput Masa Depan Global DAFTAR Sembilan Ranting NU se-Batealit yang Dilantik, Ini Pesan Rais Syuriah PCNU Jepara Ketika Semua Sandaran Runtuh, Di Mana Engkau Menaruh Hatimu? Fenomena “Raan”: Apakah Kebiasaan Kita Hari Ini Sedang Menghancurkan Masa Depan yang Kita Impikan?

Kabar · 25 Mei 2016 22:09 WIB ·

Pesantren Bersih Itu Sehat


 Pesantren Bersih Itu Sehat Perbesar

IMG_3388 - Copy
NALUMSARI – Kamar santri pondok pesantren biasanya dihuni 25 orang. Tempat wudlu dan cuci kaki pun, lazimnya tidak menggunakan kran. Sanitasi pesantren bahkan tidak memenuhi standar kesehatan. Kadang ada puluhan ekor lele, mujair dan jenis ikan mas di dalamnya.
Karena sumber air terbatas, ada ponpes yang menggunakan sistem menimba langsung dari sumur. Namun banyak yang tidak terkontrol sumber airnya. Musim hujan yang membuat air berlimpah, belum bisa digunakan secara maksimal sebagai sumber air yang memadai untuk santri. Akhirnya memunculkan penyakit kudis, kurap, panu di kalangan santri zaman dahulu.
Beberapa poin di atas itulah yang dikemukakan oleh Drs. H Solihin MM, Kabid PD Pontren Kanwil Kemenag, dalam Pelatihan Pesantrenku Bersih Pesantrenku Keren (PBPK) yang diselenggarakan Pengurus Rabithatul Ma’ahid Islamiyah (RMI) NU Jawa Tengah di Pesantren Raudlatul Mubtadiin, Balekambang, Nalumsari, Jepara, Rabu (25/05/2016) siang.
Dalam materi Kebijakan Kemenag dalam Pengembangan Kebersihan Pondok Pesantren, Solihin mengharapkan agar santri bisa bersih secara jasmani dan rohani. Dalam imajinasinya, pesantren itu jadi tempat yang tidak nyaman bagi tumbuhnya sawang (laba-laba). “Dimana ada sawang, itu yuritsul faqro,” katanya.
Kegiatan itu, kata Muhammad Zulfa, panitia dari RMI Jateng, adalah yang terakhir dari rangkaian sosialisasi program Pesantrenku Bersih. Sebelum di Balekambang, kegiatan serupa diadakan di Ponpes Khozinatul Ulum (Blora), Al-Falah (Salatiga), Qur’aniyah (Kendal) dan Maslakul Huda (Pati).
Ada tujuh ponpes yang mengikuti pelatihan yang digelar Rabu dan Kamis (25-26 Mei 2016) itu, yakni Ponpes Raudlatul Mubtadi’in (Balekambang), Hasyim Asy’ari (Bangsri), Darul Ulum (Bandungharjo), Khozinatul Hikmah (Bawu), Darut Tauhid (Potroyudan) dan Manbaul Ulum (Kedungombo). “Total peserta 40 orang,” terang Zulfa.
Setelah menerima materi, peserta PBPK diharapkan bisa menjadi delegasi program pesantren bersih dan sehat tingkat nasional. “Pada Silatnas RMI di Pasuruan kemarin, PBPK sudah dijadikan agenda nasional RMI Pusat,” kata Zulfa. (abd)

Artikel ini telah dibaca 52 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

35 Tahun UNISNU Jepara: Merawat Warisan Peradaban, Menjemput Masa Depan Global

3 Agustus 2026 - 21:41 WIB

Wakil Ketua Tanfidziyah PCNU Kab. Jepara H. Hisyam Zamroni

DAFTAR Sembilan Ranting NU se-Batealit yang Dilantik, Ini Pesan Rais Syuriah PCNU Jepara

3 Agustus 2026 - 13:50 WIB

DAFTAR Sembilan Ranting NU se-Batealit yang Dilantik, Ini Pesan Rais Syuriah PCNU Jepara

Ketika Semua Sandaran Runtuh, Di Mana Engkau Menaruh Hatimu?

23 Juli 2026 - 22:56 WIB

ILUSTRASI kecemasan manusia

Fenomena “Raan”: Apakah Kebiasaan Kita Hari Ini Sedang Menghancurkan Masa Depan yang Kita Impikan?

23 Juli 2026 - 22:48 WIB

ILUSTRASI gadget menjadi "berhala" baru manusia modern

Berhenti Menebak, Mulai Membumi: Navigasi Jiwa di Era Post-Truth

15 Juli 2026 - 13:21 WIB

Berhenti Menebak, Mulai Membumi: Navigasi Jiwa di Era Post-Truth

Penghulu di Jateng Didorong Jadi Penulis dan Pendokumentasi Peristiwa Nikah

15 Juli 2026 - 12:31 WIB

Didorong Jadi Penulis dan Pendokumentasi Peristiwa Nikah
Trending di Kabar