Menu

Mode Gelap
Ketika Semua Sandaran Runtuh, Di Mana Engkau Menaruh Hatimu? Fenomena “Raan”: Apakah Kebiasaan Kita Hari Ini Sedang Menghancurkan Masa Depan yang Kita Impikan? Berhenti Menebak, Mulai Membumi: Navigasi Jiwa di Era Post-Truth Penghulu di Jateng Didorong Jadi Penulis dan Pendokumentasi Peristiwa Nikah Menyongsong Muktamar Nahdlatul Ulama ke – 35 : Membangun Visi Peradaban Dunia dan Menata Kekuatan Organisasi untuk Masa Depan

Esai · 9 Nov 2022 06:54 WIB ·

Rekonstruksi Makna Pahlawan di Era Milenial 


 Rekonstruksi Makna Pahlawan di Era Milenial  Perbesar

Oleh Kiai Hisyam Zamroni*

nujepara.or.id – Ketika zaman berubah, maka perspektif masyarakat juga akan berubah, termasuk dalam memaknai sosok pahlawan. Saat ini, Bangsa Indonesia sudah tidak lagi menghadapi kolonialisme yang saling melakukan peperangan interkoneksi antar bangsa. Sehingga tantangan yang harus dihadapi Bangsa Indonesia saat ini adalah penetrasi dan inovasi digital yang boleh jadi akan menjadi anugerah sekaligus musibah bagi manusia. 

Kemajuan pesat teknologi digital menggeser pola pikir, interaksi sosial, geo-politik dan budaya bangsa negara karena batas-batas lintas negara bukan lagi batas “pathok manual” yang terbentang dari sudut-sudut luasnya wilayah. Namun batas-batas lintas negara ditentukan oleh sejauh mana akses teknologi digital dapat dinikmati oleh “one by one”  yang menerobos sekat-sekat wilayah negara.

Konsekuensinya makna pahlawan menjadi bergeser dari makna “pejuang fisik” menjadi “pejuang maya” yaitu kemampuan menguasai dan berinovasi menciptakan teknologi digital yang baru dan maju. Pejuang “maya” adalah realitas “pahlawan baru” yang mampu menaklukkan dunia global tanpa “peperangan fisik” melainkan melalui  penguasaan teknologi digital.

Pejuang “maya” dengan kecerdasannya mampu memindah satelit negara lain, menerobos akses pertahanan lawan dan bahkan bisa mempengaruhi suatu negara untuk merubah tata bernegara, sosial, politik dan budayanya. Sungguh dahsyat pergeseran dan perubahan ilmu pengetahuan dan teknologi yang dengan cepat dan terus berkembang melampaui batas-batas konvensional wilayah negara. 

Berpijak dari realitas di atas, maka makna “pahlawan” harus terus diperbarui. Memang tidak melalaikan konstruksi perjuangan masa lalu, namun juga harus dengan perspektif baru yang berubah karena perubahan realitas zaman dan sosial.

Bisa jadi semboyan yang selama ini didengungkan juga dapat berubah. Dari “NKRI Harga Mati” menjadi “NKRI Maju Menuju Era Baru yang Gemilang”. 

Semoga kita mampu meneruskan perjuangan para pahlawan bangsa dengan mampu menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi untuk membangun peradaban dunia yang baru dan maju. Selamat Hari Pahlawan.

Artikel ini telah dibaca 32 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Ketika Semua Sandaran Runtuh, Di Mana Engkau Menaruh Hatimu?

23 Juli 2026 - 22:56 WIB

ILUSTRASI kecemasan manusia

Fenomena “Raan”: Apakah Kebiasaan Kita Hari Ini Sedang Menghancurkan Masa Depan yang Kita Impikan?

23 Juli 2026 - 22:48 WIB

ILUSTRASI gadget menjadi "berhala" baru manusia modern

Berhenti Menebak, Mulai Membumi: Navigasi Jiwa di Era Post-Truth

15 Juli 2026 - 13:21 WIB

Berhenti Menebak, Mulai Membumi: Navigasi Jiwa di Era Post-Truth

Penghulu di Jateng Didorong Jadi Penulis dan Pendokumentasi Peristiwa Nikah

15 Juli 2026 - 12:31 WIB

Didorong Jadi Penulis dan Pendokumentasi Peristiwa Nikah

Menuju Muktamar NU ke-35 Tahun 2026 : Paradigma Kepemimpinan “Digdaya” di Tengah Arus Geopolitik dan Disrupsi Global

30 April 2026 - 11:32 WIB

Wakil Ketua Tanfidziyah PCNU Kab. Jepara H. Hisyam Zamroni

Muslimat NU Jepara Perkuat Peran Perempuan Hingga Kesejahteraan Masyarakat

23 April 2026 - 21:46 WIB

Muslimat NU Jepara
Trending di Kabar