Menu ✖

Mode Gelap
Tingkatkan Pelayanan Wakaf, H. Hisyam Zamroni Raih Penghargaan PPAIW Produktif 2023–2026 dari Kemenag Jepara Menziarahi Makam KH Ahmad Fauzan, Menghidupkan Kembali Semangat Perjuangan NU Bedah Kerangka TKA 2026, Ratusan Guru KKMA 02 LP MÁARIF Jepara Lakukan Ini Notifikasi Hidayah: Mengapa Kita Hobi Berpaling dari Teguran Ilahi? Menilik Gapura Mantingan, Jejak Akulturasi Budaya Islam dan Jawa Kuno

Islam Nusantara · 29 Nov 2022 00:16 WIB ·

Riwayat Pesisir Utara, Pusat Penyebaran Islam di Pulau Jawa


 Riwayat Pesisir Utara, Pusat Penyebaran Islam di Pulau Jawa Perbesar

Oleh: Khanif Hidayatullah

nujepara.or.id- Pesisir utara merupakan pusat penyebaran agama Islam yang berlangsung di Pulau Jawa. Kondisi geografis pantai utara dengan sosiokultur masyarakat pesisiran, membuat dakwah Islam berlangsung dinamis. Keberhasilan proses penyebaran Islam ditandai dengan munculnya kerajaan-kerajaan maritim bercorak Islam di sepanjang pesisir utara Jawa pada abad 15 dan 16.

Sejak zaman kuno, Nusantara telah berinteraksi dengan berbagai bangsa. Kekayaan alam yang melimpah membuat para saudagar datang berkunjung ke Nusantara. Banyak pedagang yang berasal dari India, Persia, Arab, dan Cina. Kedatangan para saudagar dari berbagai bangsa turut serta membawa pengaruh bagi kehidupan masyarakat Nusantara.  

Bandar pelabuhan menjadi pusat bertemunya para pedagang. Aktivitas kemaritiman membentuk masyarakat pesisiran yang multikultural, kosmopolit, egaliter, dan terbuka. Para saudagar muslim banyak bermukim di kota pelabuhan yang disinggahinya. Komunitas muslim hidup berdampingan dengan dengan penduduk sekaligus memperkenalkan agama Islam.

Pesisir utara menjadi awal mula Islam berkembang di Pulau Jawa. Letak yang strategis dan ditopang oleh hasil bumi yang berlimpah dari hinterland, menjadikan Jawa banyak dikunjungi para saudagar dari berbagai bangsa. Pada kota-kota pelabuhan pesisir utara, pengaruh Islam bermula dan menyebar luas di tanah Jawa.

Pemindahan Majapahit ke pedalaman Kediri oleh Girindrawarddhana pasca perebutan kekuasaan dengan Bhre Kertabhumi, membuat Majapahit mengalami kemunduran. Pemerintahan era Girindrawarddhana yang berada di pedalaman tidak dapat mempersatukan wilayah-wilayah yang tercerai berai. Kondisi sosial-politik yang tidak stabil ini, membuat pusat-pusat kota di pesisir utara menjalankan pemerintahan secara mandiri. Pada masa tersebut banyak penguasa kota-kota pesisir utara Jawa yang melepaskan diri dan memeluk agama Islam.

Pengelana berkebangsaan Portugis, Tome Pires dalam Suma Oriental yang ditulis pada 1512-1515, menginformasikan bahwa adipati-adipati di pesisir utara adalah seorang muslim. Adipati di pesisir mempunyai kekuasaan yang besar karena telah mengembangkan perdagangan. Banyak para saudagar-saudagar dari berbagai bangsa yang beragama muslim mengujungi bandar di pesisir utara.

Para mubalig yang dalam historiografi dikenal dengan Wali Songo memiliki peranan yang besar dalam proses penyebaran Islam di Jawa. Para wali menjalankan aktivitas dakwah yang berpusat di kawasan pesisiran. Fakta arkeologis masjid-masjid kuno peninggalan para wali berada di kawasan sepanjang pesisir utara.

Kota-kota pesisir utara Jawa yang menjadi pusat penyebaran agama Islam pada abad ke-15 dan ke-16 diantaranya adalah Demak, Jepara, Kudus, Juwana, Lasem, Tuban, Lamongan, Gresik, Surabaya, di Jawa bagian barat terdapat Cirebon, Jayakarta, dan Banten.

Kota pelabuhan memliki peranan dalam mendorong dakwah Islam semakin berkembang. Kekuatan jaringan Islam yang berpusat di pesisir utara, berpengaruh besar dalam syiar Islam di Pulau Jawa hingga ke pulau lain di Nusantara.

(Penulis adalah Anggota PC LTN NU Jepara)

Artikel ini telah dibaca 558 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Tingkatkan Pelayanan Wakaf, H. Hisyam Zamroni Raih Penghargaan PPAIW Produktif 2023–2026 dari Kemenag Jepara

25 September 2026 - 15:58 WIB

Menziarahi Makam KH Ahmad Fauzan, Menghidupkan Kembali Semangat Perjuangan NU

24 September 2026 - 22:55 WIB

Farih F. Mirza, S.E., S.H., S.Pd., M.Pd

Bedah Kerangka TKA 2026, Ratusan Guru KKMA 02 LP MÁARIF Jepara Lakukan Ini

21 September 2026 - 12:29 WIB

Mau Sampai Kapan Ikut Zaman Edan?

21 September 2026 - 12:13 WIB

Notifikasi Hidayah: Mengapa Kita Hobi Berpaling dari Teguran Ilahi?

21 September 2026 - 12:08 WIB

Notifikasi Hidayah: Mengapa Kita Hobi Berpaling dari Teguran Ilahi?

Menilik Gapura Mantingan, Jejak Akulturasi Budaya Islam dan Jawa Kuno

18 September 2026 - 11:38 WIB

Trending di Kabar