Menu

Mode Gelap
Menagih Janji Cinta Nabi: Membumikan Akhlak di Bulan Maulid Menara Tinggi, Hati yang Sepi: Konsekuensi ‘Mesuh Sarira’ dalam Falsafah Jawa Merawat Basa, Menguatkan Kader” PC IPNU IPPNU Jepara Gelar Sekolah MC Basa Jawa UNISNU Jepara 35 Tahun: Merawat Warisan Peradaban, Menjemput Masa Depan Global 35 Tahun UNISNU Jepara: Merawat Warisan Peradaban, Menjemput Masa Depan Global

Opini · 22 Agu 2019 23:48 WIB ·

“Samaraba” Kunci Rumah Tangga Harmonis


 “Samaraba” Kunci Rumah Tangga Harmonis Perbesar

Oleh : M. Saiful Basori, Penceramah Muda NU
asal Pelang Mayong Jepara

Menikah adalah salah satu peristiwa penting dalam sejarah kehidupan pribadi insan di dunia. Tentunya bukan sekadar tempat melampiaskan dorongan naluri dan syahwat semata tanpa tujuan dan harapan.

Dengan terlaksanakannya akad nikah berarti telah melaksanakan ibadah dan lambang kesucian hubungan antara kedua jenis insan mulia berdasarkan perintah Allah SWT dan Rasul-Nya serta peletakan batu pertama dalam membentuk keluarga.

Samaraba (sama-sama meraba) adalah kunci rumah tangga harmonis. Pasangan suami istri (pasutri) hendaklah dapat sama-sama meraba. Karena dengan demikian maka akan dapat saling memahami akan perbedaan karakter di antara mereka. Sehingga tak akan lagi mempersoalkan perdedaan jika muncul konflik dalam rumah tangganya.

Sama-sama meraba untuk dapat mengetahui akan kelebihan maupun kekurangannya. Hal demikian dimaksudkan agar dalam membina rumah tangga dapat saling memuji akan kelebihan yang dimiliki. Hal ini mampu membuat stabil dan dinamis, harmonis dan romantis dalam rumah tangga.

Selanjutnya ialah terbuka. Seorang suami harus terbuka terhadap istrinya berapa penghasilannya, begitu pula istri harus terbuka akan besaran anggaran rumah tangga beserta ke mana dan berapa pembelanjaannya (mlebune–pemasukan lan metune–pengeluaran) suami harus tahu. Intinya jangan ada dusta di antara berdua.

Dan jika terdapat kekurangan maka satu sama lain agar sama-sama menutupi akan aib dan kejelekan jangan sampai kekurangan itu kemudian diceritakan kepada orang lain. (*)

Artikel ini telah dibaca 165 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Menyongsong Muktamar Nahdlatul Ulama ke – 35 : Membangun Visi Peradaban Dunia dan Menata Kekuatan Organisasi untuk Masa Depan

15 Juni 2026 - 09:49 WIB

H. Hisyam Zamroni : Sekretaris Idaroh Syu'biyyah Jam'iyyah Ahlith Thoriqoh Al Mu'tabaroh An Nahdliyyah Kab. Jepara

Grebeg Spiritual: Merebut Kembali Kedaulatan Kesadaran

12 Juni 2026 - 13:04 WIB

Lampah Samarpan

Haul Mbah Datuk Gunardi: Tradisi Keagamaan yang Menguatkan Solidaritas Sosial dan Spiritual di Desa Singorojo

4 Februari 2026 - 11:37 WIB

The Root of The Peak dalam Konsep Keilmuan

7 Juni 2024 - 11:08 WIB

Akselerasi Khidmah NU dan Keberjamaahan

17 Februari 2023 - 05:47 WIB

Hari Santri Nasional Dan Pembangunan Peradaban

24 Oktober 2022 - 04:21 WIB

Trending di Esai