Menu ✖

Mode Gelap
Tingkatkan Pelayanan Wakaf, H. Hisyam Zamroni Raih Penghargaan PPAIW Produktif 2023–2026 dari Kemenag Jepara Menziarahi Makam KH Ahmad Fauzan, Menghidupkan Kembali Semangat Perjuangan NU Bedah Kerangka TKA 2026, Ratusan Guru KKMA 02 LP MÁARIF Jepara Lakukan Ini Notifikasi Hidayah: Mengapa Kita Hobi Berpaling dari Teguran Ilahi? Menilik Gapura Mantingan, Jejak Akulturasi Budaya Islam dan Jawa Kuno

Kabar · 22 Okt 2019 09:31 WIB ·

Unisnu Gelar Upacara Peringati Hari Santri


 Unisnu Gelar Upacara Peringati Hari Santri Perbesar

Unisnu gelar upacara peringati hari santri. (teks/foto: Roni)

nujepara.or.id – Universitas Islam Nahdlatul Ulama (Unisnu) Jepara menggelar upacara Peringatan Hari Santri Nasional 2019, Selasa (22/10/2019).

Bertempat di Lapangan Unisnu Jepara, Kegiatan Upacara diikuti oleh dosen, karyawan, mahasiswa dan segenap sivitas akademika Unisnu Jepara.

Sebagai lembaga perguruan tinggi Nahdlatul Ulama, Unisnu Jepara memiliki hubungan yang erat dengan peringatan Hari Santri Nasional. Bukan hanya karena Unisnu lahir dari NU, tetapi juga karena mayoritas sivitas akademika berlatar belakang santri, baik mahasiswa, dosen, maupun tenaga kependidikan.

Bahkan, sebagian juga masih berstatus santri maupun pengasuh di pesantren yang tersebar di Kabupaten Jepara dan sekitarnya.

Rektor Unisnu Jepara, H. Sa’dullah Assa’idi bertindak sebagai pembina upacara dalam peringatan yang tidak terlepaskan dari resolusi jihad yang dikumandangkan Hadaratussyekh KH Hasyim Asy’ari, Rais Akbar Nahdlatul Ulama, pada 22 Oktober 1945.

Dalam Upacara peringatan hari santri nasional 2019, Rektor Unisnu membacakan amanat dari Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj.

“Dasar perjuangan santri adalah memperjuangkan tegak lestarinya ajaran islam Ahlussunah Waljama’ah yaitu islam bermazhab. Di tengah kampanye islam anti mazhab yang menggemakan jargon kembali ke Al Qur’an dan Hadits, santri dituntut untuk cerdas mengembangkan argumen islam moderat yang relevan, kontekstual, membumi, dan kompatibel dengan semangat membangun simbiosis islam dan kebangsaan seperti yangn dicontohkan Walisongo, terutama Sunan Kalijogo,” ujar Rektor saat menyampaikan amanat pembina upacara.

Lebih lanjut, ia juga menyampaikan bahwa tujuan pengabdian santri adalah meninggikan kalimat Allah yang paling luhur, yaitu tegaknya agama Islam Rahmatan lil alamin. Islam yang harus diperjuangkan bukan sekadar akidah dan syariah, tetapi ilmu dan peradaban, budaya dan kemajuan.

Selain Menggelar Upacara dan Istighatsah peringatan Hari Santri Nasional, Unisnu juga turut serta dalam kegiatan Kemah Santri dan Pelajar Jepara, Kirab Bendera HSN, dan Upacara Hari Santri Nasional di Hutan Sono Jinggotan Kecamatan Kembang, Jepara, Ahad – Selasa, 20-22 Oktober 2019. Sebanyak 20 mahasiswa Unisnu bertindak sebagai panitia dalam kegiatan yang diselenggarakan oleh PCNU Jepara ini. (Roni)

Artikel ini telah dibaca 30 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Tingkatkan Pelayanan Wakaf, H. Hisyam Zamroni Raih Penghargaan PPAIW Produktif 2023–2026 dari Kemenag Jepara

25 September 2026 - 15:58 WIB

Menziarahi Makam KH Ahmad Fauzan, Menghidupkan Kembali Semangat Perjuangan NU

24 September 2026 - 22:55 WIB

Farih F. Mirza, S.E., S.H., S.Pd., M.Pd

Bedah Kerangka TKA 2026, Ratusan Guru KKMA 02 LP MÁARIF Jepara Lakukan Ini

21 September 2026 - 12:29 WIB

Mau Sampai Kapan Ikut Zaman Edan?

21 September 2026 - 12:13 WIB

Notifikasi Hidayah: Mengapa Kita Hobi Berpaling dari Teguran Ilahi?

21 September 2026 - 12:08 WIB

Notifikasi Hidayah: Mengapa Kita Hobi Berpaling dari Teguran Ilahi?

Menilik Gapura Mantingan, Jejak Akulturasi Budaya Islam dan Jawa Kuno

18 September 2026 - 11:38 WIB

Trending di Kabar