Menu ✖

Mode Gelap
Tingkatkan Pelayanan Wakaf, H. Hisyam Zamroni Raih Penghargaan PPAIW Produktif 2023–2026 dari Kemenag Jepara Menziarahi Makam KH Ahmad Fauzan, Menghidupkan Kembali Semangat Perjuangan NU Bedah Kerangka TKA 2026, Ratusan Guru KKMA 02 LP MÁARIF Jepara Lakukan Ini Notifikasi Hidayah: Mengapa Kita Hobi Berpaling dari Teguran Ilahi? Menilik Gapura Mantingan, Jejak Akulturasi Budaya Islam dan Jawa Kuno

Kabar · 14 Agu 2019 07:29 WIB ·

Wasiat KH Muhyidin Arubusman untuk PMII Jepara


 Wasiat KH Muhyidin Arubusman untuk PMII Jepara Perbesar

Ketum PB PMII, Agus Herlambang menyampaikan sambutan usai melantik pengurus PMII Jepara. (Foto: NU Jepara)

nujepara.or.id – Ketua Umum PB PMII, Agus Mulyono Herlambang usai melantik pengurus PMII Cabang Jepara masa khidmah 2019-2020 yang berlangsung di Aula Perpustakaan Unisnu Jepara, Sabtu (10/8) kemarin memaparkan 3 wasiat Ketua Umum PB PMII era 80an, KH Muhyidin Arubusman.

Kepada aktivis PMII, Agus Herlambang menyebutkan, pertama, kader PMII harus merebut simpati mahasiswa dan masyarakat. “Sudah saatnya kader kita memberikan suri teladan (uswah). Karena lebih susah memberikan uswah daripada mauidhah,” sebutnya.

Kedua, lanjutnya kader PMII harus merebut prestasi akdemik di kampus. “Jangan sampai kader PMII kuliahnya jeblok sampai 6-7 tahun baru selesai. Prestasinya anjlok. Nanti ujung-ujungnya yang disalahkan organisasinya,” sindirnya.

Ketiga, merebut jabatan-jabatan strategis di kampus. “Rebut post-post strategis di kampus, InsyaAllah jika keluar (lulus, red.) hidup tidak akan susah karena sudah dijamin pendiri-pendiri PMII. Jika hidupnya susah jangan-jangan kita tidak serius ber-PMII,” tegas Agus.

Dengan melaksanakan 3 wasiat tersebut, pihaknya menyampaikan tanpa menyebar leaflet (selebaran) PMII memperoleh kader dengan mudah karena citra baik organisasi.

Dalam kegiatan yang dibarengkan dengan Dialog Interaktif “Save Youth From Radicalization” tersebut Ketum PB PMII menambahkan di era revolusi industri 4.0 maka dibutuhkan kecerdasan. Berkenaan dengan hal itu, dia mengaku punya kenalan analis media sosial yang menyebut di pencarian google bahwa PMII adalah mahasiswa yang sering bakar ban dan “lempar kursi kepada sesama”. “Yang keluar di google bukan PMII sedang mengaji,” lanjutnya.

Padahal PMII Jepara tentu memiliki banyak kegiatan yang positif daripada sekadar efek “konflik” Konfercab tersebut. Makanya kegiatan-kegiatan yang positif tersebut patut disebarkan untuk khalayak luas.

Hadir dalam kesempatan acara Rektor Unisnu H Sa’dullah Assa’idi, Ketua MUI Jepara H Masyhudi, perwakilan Polres Jepara, IKA PMII Jepara, Mabincab PMII, PKC PMII Jateng, dan aktivis PMII dari Semarang, Grobogan, Kudus, dan Blora. (ip)

Artikel ini telah dibaca 31 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Tingkatkan Pelayanan Wakaf, H. Hisyam Zamroni Raih Penghargaan PPAIW Produktif 2023–2026 dari Kemenag Jepara

25 September 2026 - 15:58 WIB

Menziarahi Makam KH Ahmad Fauzan, Menghidupkan Kembali Semangat Perjuangan NU

24 September 2026 - 22:55 WIB

Farih F. Mirza, S.E., S.H., S.Pd., M.Pd

Bedah Kerangka TKA 2026, Ratusan Guru KKMA 02 LP MÁARIF Jepara Lakukan Ini

21 September 2026 - 12:29 WIB

Mau Sampai Kapan Ikut Zaman Edan?

21 September 2026 - 12:13 WIB

Notifikasi Hidayah: Mengapa Kita Hobi Berpaling dari Teguran Ilahi?

21 September 2026 - 12:08 WIB

Notifikasi Hidayah: Mengapa Kita Hobi Berpaling dari Teguran Ilahi?

Menilik Gapura Mantingan, Jejak Akulturasi Budaya Islam dan Jawa Kuno

18 September 2026 - 11:38 WIB

Trending di Kabar