Menu

Mode Gelap
DAFTAR Sembilan Ranting NU se-Batealit yang Dilantik, Ini Pesan Rais Syuriah PCNU Jepara Ketika Semua Sandaran Runtuh, Di Mana Engkau Menaruh Hatimu? Fenomena “Raan”: Apakah Kebiasaan Kita Hari Ini Sedang Menghancurkan Masa Depan yang Kita Impikan? Berhenti Menebak, Mulai Membumi: Navigasi Jiwa di Era Post-Truth Penghulu di Jateng Didorong Jadi Penulis dan Pendokumentasi Peristiwa Nikah

Kabar · 3 Agu 2026 13:50 WIB ·

DAFTAR Sembilan Ranting NU se-Batealit yang Dilantik, Ini Pesan Rais Syuriah PCNU Jepara


 DAFTAR Sembilan Ranting NU se-Batealit yang Dilantik, Ini Pesan Rais Syuriah PCNU Jepara Perbesar

DAFTAR Sembilan Ranting NU se-Batealit yang Dilantik, Ini Pesan Rais Syuriah PCNU Jepara

NU JEPARA– Sebanyak sembilan Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) se-Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kecamatan Batealit Masa Khidmah 2026–2031 resmi dilantik dalam sebuah prosesi khidmat yang berlangsung di Gedung MWC NU Kecamatan Batealit, Kabupaten Jepara, Ahad (2/8/2026).

Prosesi pelantikan dipimpin oleh Rais Syuriyah PCNU Jepara, KH. Hayatun Nufus Abdullah Hadziq, setelah pembacaan Surat Keputusan (SK) kepengurusan oleh Sekretaris PCNU Jepara, KH. Ahmad Sahil, S.Pd.I. Kegiatan yang berlangsung pukul 09.00–12.00 WIB tersebut diikuti sekitar 150 peserta.

Pelantikan diawali dengan pembukaan, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, tahlil, pembacaan Surat Keputusan, prosesi pelantikan, sambutan, dan diakhiri dengan doa.

Sembilan kepengurusan ranting yang dilantik meliputi Pengurus Ranting NU Batealit, Bantrung, Bawu, Bringin, Geneng, Mindahan, Ngasem, Raguklampitan, dan Somosari.

Acara tersebut dihadiri jajaran Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Jepara, Camat Batealit, Kapolsek Batealit, Danramil Batealit, para petinggi desa se-Kecamatan Batealit, Pengurus MWC NU Kecamatan Batealit, serta Badan Otonom (Banom) NU.

Dalam sambutannya, Rais Syuriyah PCNU Jepara, KH. Hayatun Nufus Abdullah Hadziq, menegaskan bahwa tantangan perjuangan Nahdlatul Ulama ke depan semakin kompleks sehingga dibutuhkan kepengurusan yang memiliki semangat pengabdian, kekompakan, dan kepedulian terhadap masyarakat.

“Tantangan ke depan luar biasa. Kita harus gigih bagaimana gerakan dan perjuangan Nahdlatul Ulama bisa bermanfaat untuk umat serta membawa keberkahan,” ujarnya.

Menurutnya, keberadaan pengurus ranting harus mampu memperkuat sinergi dengan pemerintah desa dalam membangun masyarakat. Ia menekankan bahwa hubungan yang harmonis antara organisasi kemasyarakatan dan pemerintah desa menjadi modal penting dalam mewujudkan kemajuan di tingkat desa.

“Pengurus ranting harus bisa bersama-sama dengan pemerintah desa untuk memajukan desa dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” katanya.

KH. Hayatun Nufus juga mengingatkan bahwa kepengurusan Nahdlatul Ulama tidak boleh hanya aktif dalam kegiatan seremonial, tetapi harus hadir di tengah masyarakat untuk mendengar, memahami, dan membantu menyelesaikan persoalan yang dihadapi warga.

“Jangan tidur di rumah. Sapa umat, dengarkan persoalannya, kemudian carikan solusi,” pesannya.

Selain itu, ia menegaskan bahwa Nahdlatul Ulama memiliki tanggung jawab moral dalam menjaga kepentingan masyarakat melalui penyampaian masukan maupun kritik yang konstruktif kepada pemerintah apabila terdapat kebijakan yang dinilai belum berpihak kepada umat.

Sementara itu, Ketua Tanfidziyah MWC NU Kecamatan Batealit, Drs. KH. Said, mengingatkan bahwa pelantikan bukan sekadar memenuhi ketentuan administrasi organisasi, tetapi menjadi titik awal pelaksanaan amanah yang harus diwujudkan melalui kerja nyata.

“Pelantikan tidak hanya memenuhi syarat administrasi organisasi, tetapi harus dimaknai sebagai amanah yang dijalankan dengan penuh tanggung jawab,” ungkapnya.

Ia berharap seluruh pengurus ranting yang baru dilantik mampu menjaga kekompakan, memperkuat koordinasi antar-ranting, serta menghadirkan program-program yang memberikan manfaat bagi masyarakat selama Masa Khidmah 2026–2031.

Pelantikan ini menjadi bagian dari upaya konsolidasi organisasi Nahdlatul Ulama di tingkat kecamatan sekaligus memperkuat peran ranting sebagai garda terdepan dalam pelayanan keagamaan, pendidikan, sosial, dan pemberdayaan masyarakat.

Dengan kepengurusan baru, MWC NU Kecamatan Batealit berharap seluruh ranting semakin aktif membangun sinergi dengan berbagai pihak, menjaga nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah, serta menghadirkan program-program yang menjawab kebutuhan masyarakat di masing-masing desa. (Media NU online Bringin/AR)

Artikel ini telah dibaca 50 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Ketika Semua Sandaran Runtuh, Di Mana Engkau Menaruh Hatimu?

23 Juli 2026 - 22:56 WIB

ILUSTRASI kecemasan manusia

Fenomena “Raan”: Apakah Kebiasaan Kita Hari Ini Sedang Menghancurkan Masa Depan yang Kita Impikan?

23 Juli 2026 - 22:48 WIB

ILUSTRASI gadget menjadi "berhala" baru manusia modern

Berhenti Menebak, Mulai Membumi: Navigasi Jiwa di Era Post-Truth

15 Juli 2026 - 13:21 WIB

Berhenti Menebak, Mulai Membumi: Navigasi Jiwa di Era Post-Truth

Penghulu di Jateng Didorong Jadi Penulis dan Pendokumentasi Peristiwa Nikah

15 Juli 2026 - 12:31 WIB

Didorong Jadi Penulis dan Pendokumentasi Peristiwa Nikah

Menuju Muktamar NU ke-35 Tahun 2026 : Paradigma Kepemimpinan “Digdaya” di Tengah Arus Geopolitik dan Disrupsi Global

30 April 2026 - 11:32 WIB

Wakil Ketua Tanfidziyah PCNU Kab. Jepara H. Hisyam Zamroni

Muslimat NU Jepara Perkuat Peran Perempuan Hingga Kesejahteraan Masyarakat

23 April 2026 - 21:46 WIB

Muslimat NU Jepara
Trending di Kabar