Menu

Mode Gelap
Ketika Semua Sandaran Runtuh, Di Mana Engkau Menaruh Hatimu? Fenomena “Raan”: Apakah Kebiasaan Kita Hari Ini Sedang Menghancurkan Masa Depan yang Kita Impikan? Berhenti Menebak, Mulai Membumi: Navigasi Jiwa di Era Post-Truth Penghulu di Jateng Didorong Jadi Penulis dan Pendokumentasi Peristiwa Nikah Menyongsong Muktamar Nahdlatul Ulama ke – 35 : Membangun Visi Peradaban Dunia dan Menata Kekuatan Organisasi untuk Masa Depan

Kabar · 31 Okt 2021 05:14 WIB ·

Rabiul Awal Bulan Istimewa Bagi Umat Islam


 Rabiul Awal Bulan Istimewa Bagi Umat Islam Perbesar

Fatayat NU Jambu Timur peringati Maulid Nabi Muhammad SAW. (Foto: Siti Lahiriyah Amini)

nujepara.or.id – Bulan Rabiul Awal atau yang dikenal dengan bulan Maulid dalam kalender Hijriah merupakan bulan istimewa bagi umat islam. Karena di bulan tersebut, tepatnya pada tanggal 12 Rabiul Awal merupakan hari kelahiran Nabi Muhammad SAW.

Dengan penuh kegembiraan, banyak umat muslim yang mengadakan acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Salah satunya adalah Fatayat NU Desa Jambu Timur Kecamatan Mlonggo Kabupaten Jepara memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW pada Rabu (27/10/2021). Kegiatan tersebut dilaksanakan di Mushola Nurul Huda. Acara tersebut dihadiri oleh jamaah pengajian rutinan, anggota fatayat NU Jambu Timur dan mahasiswa KKN RDR-77 Kelompok 140 UIN Walisongo Semarang.

Salah satu  rangkaian acara yaitu pembacaan Maulid Nabi Muhammad SAW yang dibacakan mahasiswa KKN. Hj Nafsiyah  selaku ketua panitia dalam sambutannya berpesan agar sebagai umat Islam harus saling tolong menolong, rukun, bersatu dan teguh kukuh sebagai orang Islam. “InsyaAllah hidupnya berkah,” ujarnya.

Sebelum mau’idlah hasanah panitia membagikan makanan. Makanan tersebut tidak dibungkus kertas minyak atau stereofom, namun di tempatkan pada nampan ukuran sedang yang kemudian dimakan bersama-sama. Adat tersebut dinamakan kepungan.

Kepungan dalam KBBI berarti, mengepung, upacara makan bersama dan selametan. Kepungan dalam acara ini dimaksudkan sebagai rasa syukur dan mengharap dapat berkah atas kelahiran Nabi Muhammad SAW.

KH. Prihatin dalam mauidlahnya menuturkan bahwa memperingati maulidur Rasul merupakan salah satu cara kita untuk mengungkap rasa bahagia atas kelahiran Nabi Muhammad SAW.

Tidak hanya itu, menurutnya sebagai umat Islam harus patuh terhadap syariatnya Nabi, yaitu Rukun Islam, karena syariat Nabi tidak ada yang berani untuk mengubahnya. “Barang siapa yang patuh InsyaAllah akan selamat dan mendapatkan syafaat kelak di yaumil kiamah,” tuturnya. (sl)

Artikel ini telah dibaca 27 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Ketika Semua Sandaran Runtuh, Di Mana Engkau Menaruh Hatimu?

23 Juli 2026 - 22:56 WIB

ILUSTRASI kecemasan manusia

Fenomena “Raan”: Apakah Kebiasaan Kita Hari Ini Sedang Menghancurkan Masa Depan yang Kita Impikan?

23 Juli 2026 - 22:48 WIB

ILUSTRASI gadget menjadi "berhala" baru manusia modern

Berhenti Menebak, Mulai Membumi: Navigasi Jiwa di Era Post-Truth

15 Juli 2026 - 13:21 WIB

Berhenti Menebak, Mulai Membumi: Navigasi Jiwa di Era Post-Truth

Penghulu di Jateng Didorong Jadi Penulis dan Pendokumentasi Peristiwa Nikah

15 Juli 2026 - 12:31 WIB

Didorong Jadi Penulis dan Pendokumentasi Peristiwa Nikah

Menuju Muktamar NU ke-35 Tahun 2026 : Paradigma Kepemimpinan “Digdaya” di Tengah Arus Geopolitik dan Disrupsi Global

30 April 2026 - 11:32 WIB

Wakil Ketua Tanfidziyah PCNU Kab. Jepara H. Hisyam Zamroni

Muslimat NU Jepara Perkuat Peran Perempuan Hingga Kesejahteraan Masyarakat

23 April 2026 - 21:46 WIB

Muslimat NU Jepara
Trending di Kabar