Menu

Mode Gelap
KH Ma’mun Adullah Hadziq Didorong Masuk Dewan Pembina RSI Sultan Hadlirin Wisuda UNISNU, Pesan Rais Aam PBNU : “Masa Depan NU Ada Di tangan Kalian” Riwayat Pesisir Utara, Pusat Penyebaran Islam di Pulau Jawa Fatayat Batealit Dorong UMKM Naik Kelas Guru: Antara Profesi dan Tuntunan 

Anekdot · 25 Okt 2022 06:49 WIB ·

Gus Dur : Beda NU Lama dengan NU Baru


 Gus Dur : Beda NU Lama dengan NU Baru Perbesar

nujepara.or.id – Suatu hari, di bulan Ramadhan, Gus Dur bersama seorang kyai lain (Kiai Asrowi) pernah diundang ke kediaman mantan presiden Soeharto untuk buka bersama.

Setelah buka, kemudian Salat Maghrib berjamaah. Setelah minum kopi, teh dan makan, terjadilah dialog antara Soeharto dan Gus Dur.

Soeharto: “Gus Dur sampai malam di sini?”

Gus Dur: “Engga Pak! Saya harus segera pergi ke ‘tempat lain’.”

Soeharto: “Oh iya ya ya… silaken. Tapi kiainya ‘kan ditinggal di sini ya?”

Gus Dur: “Oh, iya Pak! Tapi harus ada penjelasan.”

Soeharto: “Penjelasan apa?”

Gus Dur: “Salat Tarawihnya nanti itu ‘ngikutin’ NU lama atau NU baru?”

Soeharto jadi bingung, baru kali ini dia mendengar ada NU lama dan NU baru. Kemudian dia bertanya.

Soeharto: “Lho NU lama dan NU baru apa bedanya?”

Gus Dur: ” Kalau NU baru lama, Tarawih dan Witirnya itu 23 rakaat.”

Soeharto: “Oh iya iya ya ya… ga apa-apa….”

Gus Dur sementara diam.

Soeharto: “Lha kalau NU baru?”

Gus Dur: “Diskon 60% !”

Hahahahahaha…. (Gus Dur, Soeharto, dan orang-orang yang mendengar dialog tersebut pun tertawa.)

Gus Dur: “Ya, jadi Salat Tarawih dan Witirnya cuma tinggal 11 rakaat.”

Soeharto: “Ya sudah, saya ikut NU baru aja, pinggang saya sakit.”

*) Khazanah humor Gus Dur dibangun dari pengalaman bacaan.  

Artikel ini telah dibaca 60 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Puasa 1/2 Tahun ala Gus Dur

25 Agustus 2022 - 10:42 WIB

Gus Baha : “Rokok Itu Ya Haram, Bakar Saja!”

12 April 2022 - 09:23 WIB

Humor Gus Dur : Tentara Tidak Bisa Terbang

11 April 2022 - 17:25 WIB

Menjadi Do’a Walau Sekadar Mimpi

8 Juli 2019 - 04:18 WIB

Weweh

14 Juni 2018 - 02:13 WIB

Trending di Anekdot
%d blogger menyukai ini: