Menu

Mode Gelap
Tantangan Zaman Baru: Eksistensi “Al-Qur’an Berjalan” di Era Disrupsi Digital dan Post-Truth Nuzulul Qur’an, YPM NU Santuni Yatama, Anak PAUD dan Dhuafa Manuskrip Cahaya: Transformasi Nuzulul Qur’an dari Teks Langit Menjadi Denyut Nadi dan Peradaban Insani Sumungku Manembah: Ketundukan Mutlak Alam Semesta Pintu di Ujung Perjalanan

Hujjah Aswaja · 30 Jul 2022 05:07 WIB ·

Puasa Muharram Sangat Dianjurkan, Ini Bacaan Niatnya


 Puasa Muharram Sangat Dianjurkan, Ini Bacaan Niatnya Perbesar

nujepara.or.id – Awal bulan pertama Hijriyah, umat Islam disunnahkan untuk melaksanakan ibadah puasa. Bahkan puasa ini sangat dianjurkan oleh Rasulullah saw. Dalam haditsnya, Nabi Muhammad saw menyebutnya sebagai puasa Muharram setingkat di bawah puasa Ramadhan.

Rasulullah saw berkata, “Puasa paling utama setelah Ramadhan adalah puasa di bulan Allah, yakni Muharram. Sementara shalat paling utama setelah shalat fardhu adalah shalat malam. Namun, dalam hadis tersebut tidak disebutkan puasa yang dimaksud itu di tanggal berapa atau setiap hari selama bulan Muharram. Demikian dikutip dari tulisan Tiga Macam Puasa Muharram yang dilansir NU Online.

Imam Almubarakfuri menjelaskan kapan puasa Muharram dijalankan dalam kitab Tuhfatul Ahwadzi, Syarah atas Kitab Sunan Tirmidzi. Ia menulis, bahwa puasa di bulan Muharram ada tiga jenis sebagai berikut. Pertama, puasa paling utama di bulan Muharram ialah puasa di hari kesepuluh beserta satu hari sebelum dan sesudahnya, yaitu tanggal 9 dan 11. Kedua, puasa di hari kesembilan dan kesepuluh. Ketiga, puasa di hari kesepuluh saja.

Dari penjelasan di atas, umat Islam sangat dianjurkan untuk berpuasa di bulan Muharram pada tanggal 9, 10, dan 11. Jika tidak, umat Islam dapat menjalankannya di tanggal 9 dan 10. Namun, kalau hanya mencukupkan diri untuk puasa sehari, maka dianjurkan berpuasa di tanggal 10 Muharram.

Berikut niat puasa Muharram

Nawaitu shaumal Muharrami lilahi ta’ala.

Artinya : Saya niat puasa Muharram karena Allah ta’ala.

Niat puasa Tasu’a

Nawaitu shauma Tasu’a-a lilahi ta’ala.

Artinya : Saya niat puasa Tasu’a karena Allah ta’ala.

Niat puasa Asyura

Nawaitu shauma Asyura-a lilahi ta’ala.

Artinya: Saya niat puasa Asyura karena Allah ta’ala.

Selain puasa di tiga tanggal tersebut, umat Islam juga dapat menjalankan puasa sunnah di bulan Muharram pada tanggal-tanggal putih, yaitu saat bulan purnama. Puasa demikian ini biasa disebut puasa Ayyamul Bidh, yaitu puasa di tanggal 13, 14, dan 15 di setiap bulannya, termasuk Muharram.

Artikel ini telah dibaca 8 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Menjemput Cahaya di Penghujung Ramadan: Lelaku Spiritual Sepuluh Hari Terakhir (Maleman)

10 Maret 2026 - 07:39 WIB

Ilustrasi Lailatul Qodar

Menjadi Bait Al-Qur’an yang Tak Pernah Usai – Sebuah Refleksi Puisi Hati

9 Maret 2026 - 10:00 WIB

Al Qur'an

Tantangan Zaman Baru: Eksistensi “Al-Qur’an Berjalan” di Era Disrupsi Digital dan Post-Truth

8 Maret 2026 - 16:18 WIB

Nuzulul Qur’an, YPM NU Santuni Yatama, Anak PAUD dan Dhuafa

8 Maret 2026 - 05:49 WIB

Kegiatan santunan yatama, anak PAUD dan dhuafa yang dilakukan YPM NU Jepara

Manuskrip Cahaya: Transformasi Nuzulul Qur’an dari Teks Langit Menjadi Denyut Nadi dan Peradaban Insani

7 Maret 2026 - 10:58 WIB

ILUSTRASI Al-Qur'an jadi denyut nadi peradaban insani

Sumungku Manembah: Ketundukan Mutlak Alam Semesta

7 Maret 2026 - 10:50 WIB

Trending di Kabar