Menu

Mode Gelap
Menagih Janji Cinta Nabi: Membumikan Akhlak di Bulan Maulid Menara Tinggi, Hati yang Sepi: Konsekuensi ‘Mesuh Sarira’ dalam Falsafah Jawa Merawat Basa, Menguatkan Kader” PC IPNU IPPNU Jepara Gelar Sekolah MC Basa Jawa UNISNU Jepara 35 Tahun: Merawat Warisan Peradaban, Menjemput Masa Depan Global 35 Tahun UNISNU Jepara: Merawat Warisan Peradaban, Menjemput Masa Depan Global

Hujjah Aswaja · 27 Des 2022 02:10 WIB ·

Sanad Kitab “Tuhfah Al Athfal” dari Mesir


 Sanad Kitab “Tuhfah Al Athfal” dari Mesir Perbesar

nujepara.or.id-Bertempat di Pondok Pesantren (PP) Darutta’lim Bangsri dan pondok pesantren Rubath Alfutuhat Bate Alit, Kabupaten Jepara, digelar rihlah ilmiah dengan menghadirkan Almuqri’ Alhabib Nabil bin Muhammad Alhusaini , seorang Ulama ahli tafsir Qur’an dari Mesir.

Dalam kegiatan yang dilaksanakan pada 24-25 Desember 2022 tersebut, beliau mengajarkan surat Alfatihah dengan qiro’ah sab’ah dan mengajarkan kitab Tuhhah Athfal dan Matan Aljazriyyah beserta sanadnya. Kedua kitab tersebut sangat terkenal di kalangan madrasah dan pesantren yang ada di Indonesia hususnya Jawa.

Kitab Tuhfah Athfal adalah kitab mandzumah yang berisi 61 bait menerangkan tentang hukum ilmu tajwid, isi kitab ini beliau pelajari dari salah satu gurunya yang bernama Assyaikh Nuruddin Ali bin Umar bin Hamid bin Umar bin Naji yang masyhur dengan sebutan Alimam Almihly.

Kitab tersebut berisi tentang hukum Nun mati dan tanwin,  hukum Nun Tasydid , hukum Nun mati dan tanwin dan banyak lagi bab yang ada dalam kitab tersebut yang ada hubungannya dengan baca’an Qur’an.

Kitab Tuhfah Al Athfal karya dari Ulama’ yang bermadzhab Syafi’i yaitu Assyaikh Sulaiman bin Husain bin Muhammad bin Salabi Aljamzuri (nama kota yang berada di Mesir) yang masyhur dengan sebutan Afnaadi (dalam bahasa Turki mempunyai makna keagungan dan ketinggian). Assyaikh Sulaiman lahir di bulan Robiul awal tahun sekitar 1160 H dan wafat tahun 1208 H.

Silsilah kitab Tuhfah Al-Athfal diterima dari Almuqri’  Alhabib Nabil bin Muhammad bin Muhammad bin Ali bin Ahmad alhusaini mesir dari Dr Abdul Aziz bin Abdul hafidz bin Sulaiman dari Assyaikh Usman bin Sulaiman Murod dari Assyaikh Hasan bin Muhammad Alkabir dari Assyaikh Almuqri’ Muhammad bin Ahmad bin Hasan Almutawali dari Annadzim Assyaikh Sulaiman bin Husain bin Muhammad Aljamzuri RA. (Roshif )

Artikel ini telah dibaca 92 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Menagih Janji Cinta Nabi: Membumikan Akhlak di Bulan Maulid

16 Agustus 2026 - 09:13 WIB

Ula | Loji Gunung Donoroso

Menara Tinggi, Hati yang Sepi: Konsekuensi ‘Mesuh Sarira’ dalam Falsafah Jawa

16 Agustus 2026 - 09:07 WIB

Menara Tinggi, Hati yang Sepi: Konsekuensi 'Mesuh Sarira' dalam Falsafah Jawa

Kemerdekaan ke-81 dan Nasionalisme Baru: Menuju Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur

16 Agustus 2026 - 08:32 WIB

H. Hisyam Zamroni : Sekretaris Idaroh Syu'biyyah Jam'iyyah Ahlith Thoriqoh Al Mu'tabaroh An Nahdliyyah Kab. Jepara

Merawat Basa, Menguatkan Kader” PC IPNU IPPNU Jepara Gelar Sekolah MC Basa Jawa

11 Agustus 2026 - 06:07 WIB

Merawat Basa, Menguatkan Kader” PC IPNU IPPNU Jepara Gelar Sekolah MC Basa Jawa

UNISNU Jepara 35 Tahun: Merawat Warisan Peradaban, Menjemput Masa Depan Global

4 Agustus 2026 - 10:14 WIB

H. Hisyam Zamroni : Sekretaris Idaroh Syu'biyyah Jam'iyyah Ahlith Thoriqoh Al Mu'tabaroh An Nahdliyyah Kab. Jepara

35 Tahun UNISNU Jepara: Merawat Warisan Peradaban, Menjemput Masa Depan Global

3 Agustus 2026 - 21:41 WIB

Wakil Ketua Tanfidziyah PCNU Kab. Jepara H. Hisyam Zamroni
Trending di Kabar