Menu

Mode Gelap
Festival Kenduri Tani, Wujud Syukur Petani Desa Telukawur Menjaga Tradisi Rau Launching Mobil Layanan Ummat, Perkuat Kepedulian Sosial Muncul Wacana Lebaran Bareng, Ini Sikap PBNU: Hilal Belum Penuhi Syarat Rehat Sejenak : Tentang Pulang dan Bekal yang Kita Bawa UNISNU Perkuat Wawasan Global Mahasiswa lewat Guest Lecture bersama Akademisi Skotlandia dan Irlandia

Hujjah Aswaja · 27 Mar 2024 22:04 WIB ·

Ngaji Burdah Syarah Mbah Sholeh Darat (17)


 Ngaji Burdah Syarah Mbah Sholeh Darat (17) Perbesar

Oleh : Kiai Hisyam Zamroni (Wakil Ketua PCNU Jepara)

nujepara.or.id- Ila hadhroti Nabiyyina wa Habibina wa Syafi’ina wa Maulana Sayyidina Muhammadin Shollallahu Alaihi Wassallam. Al Fatihah
Wa Ila Hadhroti Syech Abdul Qodir al Jilaniy Wa Syech Imam Abul Hasan Asy-Syadzily wa ila khadhroti min imamitthoriqoh kullihim. Al Fatihah
Tsumma ila khadroti ahli sanadina fi kitabil burdah al Habib Abdullah al Hindwan min al Al Habib Ali As Shihab min Asy Syech Nawawi al jepara min syaikhina wa murobbi ruhina simbah Sholeh Darat ushulihi wa furu’ihi, wa ustadzihi wa muridihi wa liman atba’a ilaihi. Al Fatihah
Tsumna ila khadhroti khusushon shohibil burdah Syech imam Abu Abdullah Muhammad bin Sa’id al Bushiriy. Al Fatihah

Bismillahirrohmanirrohim

Nadhom
(10)

Ya Laimiy fil Hawal ‘Udriyyi Ma’dirotan # Minniy Ilaika walaw Anshofta lam Talumi

Wahai orang orang yang mencelaku tentang jatuh cintaku yang engkau samakan dengan cintanya bani ‘udroh sampai mati karena benarnya cinta dan beningnya hati. Sekarang aku minta bukti dan bukti bukti yang jelas kepadamu artinya jangan lah kamu mencelaku tentang jatuh cintaku ini. Manakala kamu bersandar/alasan dengan baik dengan sandaran/alasan melali hati yang jernih maka aku yakin kamu tak akan mencela jatuh cintaku.

Karena terpautnya hati yang menggelorakan jatuh cinta terhadap sang kekasih itu bukan perkara ikhtiyariy. Ketahuilah perkara ikhtiyari itu berasal dari sesuatu perbuatan dan prilaku yang bisa di cela dan di singgung singgung oleh manusia sedangkan jatuh cinta itu bukan hasil dari ikhtiyarku.


Jika kamu merasakan nikmatnya orang yg sedang mabuk asmara, jatuk cinta maka aku yakin kamu tidak akan mencelaku.


Adapun makna lafald “al ‘udriy” nama desa qaum bani ‘udroh yaitu kabilah yg masyhur di kota Yaman.
Saat orang orang ‘udroh jatuh cinta sampai mati. Saat seseorang (muhib) meluapkan kasih sayang kepada gadis jelita bani ‘udroh maka masih juha ada yang mencelanya maka jika kamu mampu merasakan jatuh cintaku ini maka kalian tidak akan pernah mencelaku..

Semoga ngaji burdah pada sesi ini manfaat, barokah dan mendapatkan syafaat dari baginda Nabi Muhammad Rasulullah SAW fiddiniy waddun-ya wal akhiroh. Amin Amin Amin

Bersambung..

Artikel ini telah dibaca 92 kali

Baca Lainnya

I’tikaf: Puncak Isolasi Suci dan Seni Memeluk Tuhan di Bulan Ramadhan

14 Maret 2026 - 07:00 WIB

Iktikaf

Iedul Fitri dan Manifesto Perdamaian Global: Transformasi Kasih Sayang Menjadi Aksi Universal

12 Maret 2026 - 12:22 WIB

Ilustrasi idulfitri

Iedul Fitri Sebagai Moment Untuk Mendorong Terwujudnya Perdamaian Global

12 Maret 2026 - 09:36 WIB

Ilustrasi khutbah Idulfitri

Menjemput Cahaya di Penghujung Ramadan: Lelaku Spiritual Sepuluh Hari Terakhir (Maleman)

10 Maret 2026 - 07:39 WIB

Ilustrasi Lailatul Qodar

Menjadi Bait Al-Qur’an yang Tak Pernah Usai – Sebuah Refleksi Puisi Hati

9 Maret 2026 - 10:00 WIB

Al Qur'an

Ngaji Tematik Ramadhan, Ramadhan di Bawah Bayang-Bayang Algoritma: Menguji Autentisitas Spiritual Gen Z

27 Februari 2026 - 04:02 WIB

Ramadhan di Bawah Bayang-Bayang Algoritma: Menguji Autentisitas Spiritual Gen Z
Trending di Hujjah Aswaja