Menu

Mode Gelap
Meniti Jembatan Masa Depan: Pendidikan Jepara di Persimpangan Antara Industri dan Akademis Meniti Asa di Balik Deru Mesin: Hari Buruh, Realitas Ekonomi, dan Strategi Keluarga Menuju Muktamar NU ke-35 Tahun 2026 : Paradigma Kepemimpinan “Digdaya” di Tengah Arus Geopolitik dan Disrupsi Global TEKS KHUTBAH JUM’AT: ISLAM NGLUHURAKÉ BURUH TEKS KHUTBAH JUM’AT: ISLAM MEMULIAKAN BURUH

Hujjah Aswaja · 30 Mar 2024 05:20 WIB ·

Ngaji Burdah Syarah Mbah Sholeh Darat (19)


 Ngaji Burdah Syarah Mbah Sholeh Darat (19) Perbesar

Oleh : Kiai Hisyam Zamroni (Wakil Ketua PCNU Jepara)

nujepara.or.id- Ila hadhroti Nabiyyina wa Habibina wa Syafi’ina wa Maulana Sayyidina Muhammadin Shollallahu Alaihi Wassallam. Al Fatihah
Wa Ila Hadhroti Syech Abdul Qodir al Jilaniy Wa Syech Imam Abul Hasan Asy-Syadzily wa ila khadhroti min imamitthoriqoh kullihim. Al Fatihah
Tsumma ila khadroti ahli sanadina fi kitabil burdah al Habib Abdullah al Hindwan min al Al Habib Ali As Shihab min Asy Syech Nawawi al jepara min syaikhina wa murobbi ruhina simbah Sholeh Darat ushulihi wa furu’ihi, wa ustadzihi wa muridihi wa liman atba’a ilaihi. Al Fatihah
Tsumna ila khadhroti khusushon shohibil burdah Syech imam Abu Abdullah Muhammad bin Sa’id al Bushiriy. Al Fatihah

Bismillahirrohmanirrohim

Nadhom
(12)

Mahadhtanin Nushha Lakin Lastu Asma’uhu # Innal Muhibba ‘anil ‘Udzdzali fi Hamami

Sungguh sungguh kamu sudah ikhlas dalam menasehatiku dan sungguh sungguh tidak ada jalan lain kecuali hanya keikhlasan dan tidak karena imbalan apapun. Tapi aku tidak pernah mendengarkan, tidak pernah menganggap dan tidak mengikuti nasehatmu karena bagi orang yang jatuh cinta sepertiku adalah tuli tidak pernah mendengarkan celaan apa pun karena sudah terlanjur jatuh cinta.


Al Hashli; tiga bait diatas artinya; Hai orang yang mencelaku dan menjelek jelek kanku tentang jatuh cintaku sehingga aku disamakan dengan bani udzroh. Dan jika hatimu bening sekali maka sesungguhnya kamu tidak akan mencelaku dan semoga kamu tidak terkena musibah karena mencelaku. Atau semoga engkau ketularan diriku sehingga engkau tidak mencelaku. Yg sesungguhnya aku tidak pernah merahasiakan atau menyimpannya rapat rapat, akan tetapi semua sudah jelas rahasiaku dari orang yang terhiasi tutur kata antara seorang yang mencintai dan yang dicintai.


Dan perlu diingat bahwa jatuh cintaku itu bisa sembuh bukan hanya karena bertemu dengan sang kekasih akan tetapi karena memang jatuh cintaku ini adalah murni jatuh cintaku kepada sang kekasih. Maka tidak akan pernah hilang sebab bertemu sang kekasih.


Hai orang orang yg mencelaku sungguh engkau telah menasehatiku dengan ikhlas tanpa pamrih sesuatu pun akan tetapi ketahui lah karena sungguh besar sekali cintaku kepada kekasihku maka aku tak mendengarkan, dan tidak mengikuti nasehatmu karena sesungguhnya karakter orang yang jatuh cinta itu tuli tidak mendengarkan nasehat dari orang yang menasehati seperti halnya kamu cinta pada sesuatu maka kamu akan mentulikan dan membutakan dari orang orang yang memberi nasehat kepadamu karena kamu tenggelam dalam jatuh cinta padahal kamu tahu bahwa nasehat itu diutarakan dengan ikhlash tidak pamrih apa pun tetapi tetap tidak kuturuti.


Maka tidak henti hentinya mencela dan mencela terhadap orang yang memcintai sang kekasih. Maka muhib menyangka dengan sangkaan yang hampa di dalam nasehat nasehat itu. Dan seakan akan penanya tanya kepada muhib; hai orang yang jatuh cinta sebenarnya mengapa kamu berprasangka tentang celaanku? Padahal aku memberikan nasehat kepadamu dengan ikhlas tanpa pamrih, kok kamu curiga padaku?

Muhib menjawab dalam bait berikutnya

Semoga ngaji burdah pada sesi ini manfaat, barokah dan mendapatkan syafaat dari baginda Nabi Muhammad Rasulullah SAW fiddiniy waddun-ya wal akhiroh. Amin Amin Amin

Bersambung.

Artikel ini telah dibaca 93 kali

Baca Lainnya

Meniti Jembatan Masa Depan: Pendidikan Jepara di Persimpangan Antara Industri dan Akademis

30 April 2026 - 11:53 WIB

Penulis adalah Pendiri MTs dan MA. NU Safinatul Huda Karimunjawa Jepara, Kepala MTs dan MA. NU Safinatul Huda Karimunjawa (2000 - 2015), dan Pernah Menjadi Komisioner Dewan Pendidikan Jepara

Meniti Asa di Balik Deru Mesin: Hari Buruh, Realitas Ekonomi, dan Strategi Keluarga

30 April 2026 - 11:49 WIB

H. Hisyam Zamroni: Wakil Ketua Tanfidziyah PCNU Jepara

Menuju Muktamar NU ke-35 Tahun 2026 : Paradigma Kepemimpinan “Digdaya” di Tengah Arus Geopolitik dan Disrupsi Global

30 April 2026 - 11:32 WIB

Wakil Ketua Tanfidziyah PCNU Kab. Jepara H. Hisyam Zamroni

TEKS KHUTBAH JUM’AT: ISLAM NGLUHURAKÉ BURUH

29 April 2026 - 09:36 WIB

H. Hisyam Zamroni : Sekretaris Idaroh Syu'biyyah Jam'iyyah Ahlith Thoriqoh Al Mu'tabaroh An Nahdliyyah Kab. Jepara

TEKS KHUTBAH JUM’AT: ISLAM MEMULIAKAN BURUH

29 April 2026 - 09:30 WIB

H. Hisyam Zamroni : Sekretaris Idaroh Syu'biyyah Jam'iyyah Ahlith Thoriqoh Al Mu'tabaroh An Nahdliyyah Kab. Jepara

R.A. Kartini: Antara Modernitas dan Postmodernitas—Agama sebagai Spirit Pembebasan

22 April 2026 - 08:15 WIB

R.A Kartini
Trending di Budaya