Menu

Mode Gelap
Ketika Semua Sandaran Runtuh, Di Mana Engkau Menaruh Hatimu? Fenomena “Raan”: Apakah Kebiasaan Kita Hari Ini Sedang Menghancurkan Masa Depan yang Kita Impikan? Berhenti Menebak, Mulai Membumi: Navigasi Jiwa di Era Post-Truth Penghulu di Jateng Didorong Jadi Penulis dan Pendokumentasi Peristiwa Nikah Menyongsong Muktamar Nahdlatul Ulama ke – 35 : Membangun Visi Peradaban Dunia dan Menata Kekuatan Organisasi untuk Masa Depan

Bahtsul Masail · 20 Apr 2026 15:02 WIB ·

Pembukaan Bahtsul Masail PWNU Jateng, Rais Syuriah: Agendakan Rutin


 Pembukaan Bahtsul Masail PWNU Jateng, Rais Syuriah: Agendakan Rutin Perbesar

nujepara.or.id – Bahtsul Masail ke-5 yang diselenggarakan oleh Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah di Gedung PCNU Jepara resmi dibuka pada hari ini Senin (20/4/2026), dengan sambutan hangat dari Rais Syuriah PWNU Jawa Tengah, KH. Ubaidillah Shodaqoh.

Dalam pidato pembukaannya, KH. Ubaidillah Shodaqoh menekankan pentingnya kegiatan Bahtsul Masail sebagai forum ilmiah yang perlu diagendakan secara rutin, tepatnya pada Senin pertama bulan Dzulqa’dah, Rabiul Awal, dan Syaban setiap tahunnya.

Hal ini bertujuan untuk menjawab tantangan zaman dan memperbaharui pemahaman keagamaan dengan merujuk pada nilai-nilai keislaman yang moderat.

“Kegiatan Bahtsul Masail ini perlu diagendakan rutin kembali pada Senin pertama bulan Dzulqaidah, Rabiul Awal, dan Syaban,” ujar beliau dalam sambutannya.

Lebih lanjut, beliau mengajak para kiai dan ulama yang hadir untuk menyikapi isu-isu sosial dan keagamaan dengan seksama, arif, dan bijaksana.

Mbah Ubaid menekankan bahwa musyawarah bersama adalah kunci dalam menemukan jawaban yang tepat dalam setiap permasalahan yang ada.

“Hal ini penting agar kita selalu memiliki forum untuk merumuskan solusi atas berbagai isu keagamaan yang berkembang,” imbuhnya

Bahtsul Masail ke-5 di PCNU Jepara kali ini membahas sejumlah isu penting, termasuk soal regulasi peraturan daerah terkait minuman keras dan hiburan malam yang banyak menyita perhatian masyarakat.

Terutama tentang legalitas peraturan daerah yang memungkinkan distribusi miras terbatas di hotel dan bar, serta penggunaan pajak yang berasal dari sektor tersebut.

“Pembahasan isu-isu yang perlu kita sikapi, dan kita musyawarahkan bersama dengan seksama, dan arif bijaksana dalam menjawabnya,” pungkasnya.

Bahtsul Masail merupakan agenda rutin LBMNU Jateng untuk merespons persoalan kontemporer (waqi’iyyah) dan klasik (maudlu’iyyah) dengan pendekatan hukum Islam.

Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam merumuskan solusi atas tantangan sosial dan keagamaan yang semakin kompleks di era modern ini.

Artikel ini telah dibaca 55 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Ketika Semua Sandaran Runtuh, Di Mana Engkau Menaruh Hatimu?

23 Juli 2026 - 22:56 WIB

ILUSTRASI kecemasan manusia

Fenomena “Raan”: Apakah Kebiasaan Kita Hari Ini Sedang Menghancurkan Masa Depan yang Kita Impikan?

23 Juli 2026 - 22:48 WIB

ILUSTRASI gadget menjadi "berhala" baru manusia modern

Berhenti Menebak, Mulai Membumi: Navigasi Jiwa di Era Post-Truth

15 Juli 2026 - 13:21 WIB

Berhenti Menebak, Mulai Membumi: Navigasi Jiwa di Era Post-Truth

Penghulu di Jateng Didorong Jadi Penulis dan Pendokumentasi Peristiwa Nikah

15 Juli 2026 - 12:31 WIB

Didorong Jadi Penulis dan Pendokumentasi Peristiwa Nikah

Menyongsong Muktamar Nahdlatul Ulama ke – 35 : Membangun Visi Peradaban Dunia dan Menata Kekuatan Organisasi untuk Masa Depan

15 Juni 2026 - 09:49 WIB

H. Hisyam Zamroni : Sekretaris Idaroh Syu'biyyah Jam'iyyah Ahlith Thoriqoh Al Mu'tabaroh An Nahdliyyah Kab. Jepara

Meniti Jembatan Masa Depan: Pendidikan Jepara di Persimpangan Antara Industri dan Akademis

30 April 2026 - 11:53 WIB

Penulis adalah Pendiri MTs dan MA. NU Safinatul Huda Karimunjawa Jepara, Kepala MTs dan MA. NU Safinatul Huda Karimunjawa (2000 - 2015), dan Pernah Menjadi Komisioner Dewan Pendidikan Jepara
Trending di Hujjah Aswaja