Menu

Mode Gelap
R.A. Kartini: Antara Modernitas dan Postmodernitas—Agama sebagai Spirit Pembebasan R.A. Kartini dalam Perspektif Cultural Studies: Agama sebagai Spirit Emansipasi dan Kesadaran Kultural Debugging Nasib: Navigasi Sistemik dari Titik Nol Menuju Kedaulatan Hari Kartini, YPMNU Jepara Gelar Workshop Kurikulum Maritim R.A. Kartini dalam Perspektif Postkolonial: Reinterpretasi Agama, Budaya, dan Emansipasi Perempuan melalui Tulisan Tulisannya

Bahtsul Masail · 20 Apr 2026 15:02 WIB ·

Pembukaan Bahtsul Masail PWNU Jateng, Rais Syuriah: Agendakan Rutin


 Pembukaan Bahtsul Masail PWNU Jateng, Rais Syuriah: Agendakan Rutin Perbesar

nujepara.or.id – Bahtsul Masail ke-5 yang diselenggarakan oleh Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah di Gedung PCNU Jepara resmi dibuka pada hari ini Senin (20/4/2026), dengan sambutan hangat dari Rais Syuriah PWNU Jawa Tengah, KH. Ubaidillah Shodaqoh.

Dalam pidato pembukaannya, KH. Ubaidillah Shodaqoh menekankan pentingnya kegiatan Bahtsul Masail sebagai forum ilmiah yang perlu diagendakan secara rutin, tepatnya pada Senin pertama bulan Dzulqa’dah, Rabiul Awal, dan Syaban setiap tahunnya.

Hal ini bertujuan untuk menjawab tantangan zaman dan memperbaharui pemahaman keagamaan dengan merujuk pada nilai-nilai keislaman yang moderat.

“Kegiatan Bahtsul Masail ini perlu diagendakan rutin kembali pada Senin pertama bulan Dzulqaidah, Rabiul Awal, dan Syaban,” ujar beliau dalam sambutannya.

Lebih lanjut, beliau mengajak para kiai dan ulama yang hadir untuk menyikapi isu-isu sosial dan keagamaan dengan seksama, arif, dan bijaksana.

Mbah Ubaid menekankan bahwa musyawarah bersama adalah kunci dalam menemukan jawaban yang tepat dalam setiap permasalahan yang ada.

“Hal ini penting agar kita selalu memiliki forum untuk merumuskan solusi atas berbagai isu keagamaan yang berkembang,” imbuhnya

Bahtsul Masail ke-5 di PCNU Jepara kali ini membahas sejumlah isu penting, termasuk soal regulasi peraturan daerah terkait minuman keras dan hiburan malam yang banyak menyita perhatian masyarakat.

Terutama tentang legalitas peraturan daerah yang memungkinkan distribusi miras terbatas di hotel dan bar, serta penggunaan pajak yang berasal dari sektor tersebut.

“Pembahasan isu-isu yang perlu kita sikapi, dan kita musyawarahkan bersama dengan seksama, dan arif bijaksana dalam menjawabnya,” pungkasnya.

Bahtsul Masail merupakan agenda rutin LBMNU Jateng untuk merespons persoalan kontemporer (waqi’iyyah) dan klasik (maudlu’iyyah) dengan pendekatan hukum Islam.

Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam merumuskan solusi atas tantangan sosial dan keagamaan yang semakin kompleks di era modern ini.

Artikel ini telah dibaca 18 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Bahtsul Masail PWNU Jateng: Ini Dampak Perda Miras dan Hiburan Malam Jika Diterapkan

22 April 2026 - 08:53 WIB

Bahtsul Masail PWNU Jateng: Menimbang Perda Miras, Maslahah atau Mafsadah?

21 April 2026 - 17:01 WIB

Debugging Nasib: Navigasi Sistemik dari Titik Nol Menuju Kedaulatan

21 April 2026 - 13:45 WIB

Debugging Nasib: Navigasi Sistemik dari Titik Nol Menuju Kedaulatan

Hari Kartini, YPMNU Jepara Gelar Workshop Kurikulum Maritim

21 April 2026 - 13:37 WIB

Hari Kartini, YPMNU Jepara Gelar Workshop Kurikulum Maritim

Bahtsul Masail Tingkat Jateng Segera Digelar, Ini Materi Asilah yang akan Dibahas

18 April 2026 - 10:05 WIB

Panitia Bahtsul Masail PWNU Jateng dan PCNU Jepara.

UNISNU Gelar Wisuda ke-26, Abbas dan Areeya asal Thailand Turut di Wisuda

17 April 2026 - 10:11 WIB

Trending di Kabar