Menu

Mode Gelap
Bupati Apresiasi UNISNU International Forum, Dorong Kolaborasi Pentahelix untuk Pariwisata Berkelanjutan Manifesto Pemberontakan Batin: Membunuh Robot di Dalam Jiwa Festival Kenduri Tani, Wujud Syukur Petani Desa Telukawur Menjaga Tradisi Rau Launching Mobil Layanan Ummat, Perkuat Kepedulian Sosial Muncul Wacana Lebaran Bareng, Ini Sikap PBNU: Hilal Belum Penuhi Syarat

Kabar · 22 Mei 2016 18:43 WIB ·

Jadilah Generasi Santri Realitas


 Jadilah Generasi Santri Realitas Perbesar

sarasehan alkahfi
JEPARA – Satu hal yang membuat santri terus kreatif dan diakui eksistensinya, yakni mau berpikir. Terus berpikir tentang realitas, sebagaimana dalam surat Ali-Imron ayat 190-191 adalah ciri manusia ulul albab (punya nalar kritis). Karena itulah, ketika santri sudah boyong dari pondok, lalu terjun ke masyarakat, jangan merasa menjadi tidak santri, tapi jadilah santri baru, yakni santri realitas.
Demikian dikatakan oleh KH Hisyam Zamroni, wakil Ketua PCNU Jepara dalam grup diskusi sekaligus pembukaan Sarasehan dan Muhafadloh Pondok Pesantren Al-Kahfi, di mushalla ponpes setempat Jl. Sosrodiniungrat, Km. 2 Rt. 22/v, Bawu, Batealit, Jepara, Ahad (22/06/2016) malam.
Dalam acara bertajuk “Membangun Generasi Berakhlaq Mulia dalam Mewujudkan Kemandirian dan Kedaulatan NKRI” tersebut, Hisyam menyampaikan motivasi kepada peserta. Ia meyakinkan kepada puluhan hadirin yang mayoritas santri ponpes Al-Kahfi itu agar tetap optimis di masa depan. “Santri tidak akan pernah mengalami masa depan suram. Syaratnya satu, kita yakin,” ungkapnya.
Menjadi santri, lanjutnya, harus bisa mengatasi segala masalah, terutama menghadapi tantangan zaman yang sekarang ini makin kompetitif. Indonesia kini dijadikan objek kapitalisme dan sosialisme yang menggerus budaya dan kultur keluarga. “Untuk menghadapinya, santri harus meneguhkan identitas, berpikir atas realitas dan tentu harus berakhlaq mulia sebagaimana pesan Nabi,” paparnya.
Gelaran dialog dengan PCNU tersebut, menurut ketua panitia acara, Nur Rohim, adalah pembukaan dari rangkaian acara akhirus dirosah ponpes Al-Kahfi yang digelar selama seminggu kemudian, 22-29 Mei 2016/ 15-21 Sya’ban 1437 H.  Puncak acara akan digelar pengajian umum dengan mauidhah hasanan dari KH Syaroni Ahmadi Kudus, Ahad, 29 Mei 2016, malam.
Sebelumnya, Sabtu (28/05), para santri akan diuji hapalan teks (muhafadloh) kitab masing-masing kelas. Di hadapan wali santri dan alumni ponpes al-Kahfi nanti, lanjut Nur Rohim, para santri akan diuji muhafadzlah Kitab Sifaul Janan dan Jurumiyah bagian Awal (kelas I), Jurumiyah bagian Tengah, Aqidatul Awam dan Tuhfatul Atfal (kelas II) dan Imrithy (kelas III). Ayo Mondok! (abd)

Artikel ini telah dibaca 22 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Bupati Apresiasi UNISNU International Forum, Dorong Kolaborasi Pentahelix untuk Pariwisata Berkelanjutan

30 Maret 2026 - 16:45 WIB

Festival Kenduri Tani, Wujud Syukur Petani Desa Telukawur Menjaga Tradisi

27 Maret 2026 - 08:26 WIB

Puncak Ramadhan: Menuju Titik Nol (Suwung)

19 Maret 2026 - 20:22 WIB

Menuju Puncak Ramadhan

Rau Launching Mobil Layanan Ummat, Perkuat Kepedulian Sosial

19 Maret 2026 - 08:46 WIB

Rau Launching Mobil Layanan Ummat

Muncul Wacana Lebaran Bareng, Ini Sikap PBNU: Hilal Belum Penuhi Syarat

18 Maret 2026 - 13:46 WIB

ILUSTRASI Rukyatul Hilal untuk menentukan 1 Syawal 1447 H

Netra Kasunyatan, Rahasia Mata Batin Menavigasi Hidup di Balik Cahaya dan Kekosongan

18 Maret 2026 - 11:50 WIB

ILUSTRASI Netra Kasunyatan
Trending di Kabar