Menu

Mode Gelap
UNISNU Jepara Gelar GLOCAL Dialogue Series 2026, Angkat Peran Budaya Lokal di Kancah Global Kita Semua Ada di Sini, Dan Kita Tidak Hadir Bupati Apresiasi UNISNU International Forum, Dorong Kolaborasi Pentahelix untuk Pariwisata Berkelanjutan Manifesto Pemberontakan Batin: Membunuh Robot di Dalam Jiwa Festival Kenduri Tani, Wujud Syukur Petani Desa Telukawur Menjaga Tradisi

Hujjah Aswaja · 7 Okt 2022 17:31 WIB ·

Jaburan “Syafaat Maulid Nabi”


 Jaburan “Syafaat Maulid Nabi” Perbesar

Oleh: Ustazd Hisyam Zamroni

nujepara.or.id- Jaburan adalah sebuah nama penanda terhadap suguhan dan sajian makanan pada waktu waktu tertentu, — seperti di bulan Ramadhan, Mawlid, dan acara acara lain yang,— berupa makanan kecil, nasi tumpeng dan lain lain untuk para peserta acara. Jaburan adalah juga “simbol” kedermawanan, sillaturrahim dan kebersamaan.

Jaburan mengajarkan seseorang dan jamaah menjadi seorang yang dermawan atawa sakho di mana seseorang dan jamaah memberikan makanan dengan bentuk apa pun di acara acara tertentu untuk disuguhkan kepada para peserta acara yang kemudian di makan bersama dengan istilah “kepungan” tanpa memandang kasta sehingga menciptakan sillaturrahim yang “egaliter’.

Kepungan menciptakan tali sillaturrahim yang “egaliter” di mana mereka tidak pernah memandang temannya yang ikut kepungan satu “nampan” dengan “muluk” nasi bersama dan “meyek meyek kuwaregen” bersama sehingga tanpa sadar tercipta kebersamaan.

Kebersamaan yang diciptakan oleh proses suguhan jaburan memberikan kekuatan “relasi sosial” yang natural di mana mereka melakukan interaksi sosial dengan sukarela dan ikhlas.

Realitas “jaburan” yang membentuk “harmoni” sosial diatas, memiliki nilai “spiritualitas” yang tinggi ketika jaburan bersinergis dengan acara mauludan sehingga memunculkan tajalliyah yaitu jaburan memancarkan syafaat Kanjeng Nabi Muhammad Rosulillah SAW.

Konsekwensinya relasi sosial jaburan yang bersenyawa dengan acara Mauludan dengan sendirinya akan memancarkan “cahaya profetik” yaitu berupa Syafaat Kanjeng Nabi Muhammad Rosulillah SAW bagi seluruh ummat bahkan bagi alam semesta sehingga keselamatan dan keseimbangan hidup dan kehidupan di dunia tetap terjaga atas pancaran cahaya Syafaat Kanjeng Nabi Muhammad Rosulillah SAW

Olehnya, Jangan sampai kita lengah saat moment maulid Kanjeng Nabi Muhammad Rosulillah SAW tiba dengan berbondong bondong mengikuti acara perayaan maulid sembari membawa jaburan ke masjid dan mushollah.

(Ustazd Hisyam Zamroni, Wakil Ketua Tanfizdiyah PCNU Jepara)

Artikel ini telah dibaca 68 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Membuka Gembok “Penjara Digital”, Menjemput Jiwa yang Tertinggal di Balik Layar

9 April 2026 - 16:46 WIB

UNISNU Jepara Gelar GLOCAL Dialogue Series 2026, Angkat Peran Budaya Lokal di Kancah Global

8 April 2026 - 18:39 WIB

Digelar di Jepara, Kitab Karya Ulama Nusantara akan Dipamerkan di Forum Bahtsul Masail Jateng

6 April 2026 - 12:18 WIB

Kita Semua Ada di Sini, Dan Kita Tidak Hadir

5 April 2026 - 12:54 WIB

ILUSTRASI Kita Semua Ada di Sini, Dan Kita Tidak Hadir

Sabdo Dadi: Seni Menjadi Arsitek Realitas di Tengah Zaman yang Gaduh

5 April 2026 - 12:49 WIB

ILUSTRASI Sabdo Dadi: Seni Menjadi

Bupati Apresiasi UNISNU International Forum, Dorong Kolaborasi Pentahelix untuk Pariwisata Berkelanjutan

30 Maret 2026 - 16:45 WIB

Trending di Kabar