Menu

Mode Gelap
Meniti Jembatan Masa Depan: Pendidikan Jepara di Persimpangan Antara Industri dan Akademis Meniti Asa di Balik Deru Mesin: Hari Buruh, Realitas Ekonomi, dan Strategi Keluarga Menuju Muktamar NU ke-35 Tahun 2026 : Paradigma Kepemimpinan “Digdaya” di Tengah Arus Geopolitik dan Disrupsi Global TEKS KHUTBAH JUM’AT: ISLAM NGLUHURAKÉ BURUH TEKS KHUTBAH JUM’AT: ISLAM MEMULIAKAN BURUH

Hujjah Aswaja · 24 Okt 2022 04:07 WIB ·

Tugas Santri Sebagai Penjaga Maqoshid Syar’i


 Tugas Santri Sebagai Penjaga Maqoshid Syar’i Perbesar

Oleh : KH. Muhammad Roshif Arwani – Mangunan
Ketua Forum Komunikasi Pondok Pesantren (FKPP) Kabupaten Jepara

nujepara.or.id – Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) adalah milik semua warga Indonesia, milik semua anak bangsa. Akan tetapi pada kenyataannya yang peduli dengan adanya HSN tersebut hanya warga Indonesia dari ormas NU, lebih-lebih kaum Santri.

Hal ini tidak lain karna NU (para santri) betul-betul bisa memahami makna sebuah perjuangan yang telah dilakukan oleh generasi pendahulunya.

HSN adalah sebuah penghargaan dari pemerintah kepada kaum santri yang pada tanggal 15 oktober 2015 dibacakan langsung Bapak presiden RI Bapak Ir Joko Widodo. Atas dedikasi para santri terhadap negara dalam meraih kemerdekaan, menjaga semangat kemerdekaan, serta mengisi kemerdekaan hingg sekarang.

Dan untuk mempertahankan serta menjaga Indonesia dari hal-hal yang bisa merusak kewibawaan sebuah Negara.

HSN pada tahun ini mengambil tema “Berdaya Menjaga Martabat Kemanusian”, tema ini hakikatnya jati diri seorang santri, santri yang bisa mengamalkan Maqoshid Syar’i, dan santri yang bisa menjaga dasar pokok kemanusian yaitu santri harus bisa berdaya menjaga martabat agama (حفظ الدين), menjaga martabat jiwa ( حفظ النفس) menjaga martabat harta ( حفظ المال) menjaga martabat nasab ( حفظ النسب) menjaga martabat aqal ( حفظ العقل) dan menjaga martabat harga diri ( حفظ العرض ) sesuai didalam kitab JAUHAROH ATTAUHID

وحفظ دين ثم نفس مال نسب # ومثلها عقل وعرض قد وجب
Jagalah agama jiwa harta nasab #
Akal dan harga diri (wajib terjawab)

Peringatan HSN selain mensyukuri ni’mat yang Allah SWT berikan pada kita, juga untuk menumbuhkan jiwa-jiwa santri ditengah masyarakat jangan sampai padam. Menumbuhkan generasi yang cinta ilmu, generasi yang cinta mondok dan jiwa jiwa yang peduli dengan keberlangsungan pondok pesantren.

Karena perjuangan zaman sekarang ini adalah berjuang dalam menghidupkan lembaga pendidikan, terlebih lembaga pendidikan pondok pesantren, sebab pondok pesantren merupakan pilar pokok keberlangsungan Negara Indonesia, benteng akhir mencerdaskan akal dan jiwa anak bangsa dan dari pesantren lah banyak mencetak tokoh-tokoh penjaga negara, penjaga agama, dan menjaga martabat kemanusian.

Selamat hari santri Nasional 22 oktober 2022, “Berdaya Menjaga Martabat Kemanusian”.

Artikel ini telah dibaca 191 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Memahami Hikmah Iedul Adha : Menjaga Hati Di Era Medsos

26 Mei 2026 - 20:32 WIB

Sapi kurban

Memahami Hikmah Iedul Adha : Menjaga Hati Di Era Medsos

26 Mei 2026 - 20:22 WIB

Iduladha

Meniti Jembatan Masa Depan: Pendidikan Jepara di Persimpangan Antara Industri dan Akademis

30 April 2026 - 11:53 WIB

Penulis adalah Pendiri MTs dan MA. NU Safinatul Huda Karimunjawa Jepara, Kepala MTs dan MA. NU Safinatul Huda Karimunjawa (2000 - 2015), dan Pernah Menjadi Komisioner Dewan Pendidikan Jepara

Meniti Asa di Balik Deru Mesin: Hari Buruh, Realitas Ekonomi, dan Strategi Keluarga

30 April 2026 - 11:49 WIB

H. Hisyam Zamroni: Wakil Ketua Tanfidziyah PCNU Jepara

Menuju Muktamar NU ke-35 Tahun 2026 : Paradigma Kepemimpinan “Digdaya” di Tengah Arus Geopolitik dan Disrupsi Global

30 April 2026 - 11:32 WIB

Wakil Ketua Tanfidziyah PCNU Kab. Jepara H. Hisyam Zamroni

TEKS KHUTBAH JUM’AT: ISLAM NGLUHURAKÉ BURUH

29 April 2026 - 09:36 WIB

H. Hisyam Zamroni : Sekretaris Idaroh Syu'biyyah Jam'iyyah Ahlith Thoriqoh Al Mu'tabaroh An Nahdliyyah Kab. Jepara
Trending di Hujjah Aswaja