Menu ✖

Mode Gelap
Tingkatkan Pelayanan Wakaf, H. Hisyam Zamroni Raih Penghargaan PPAIW Produktif 2023–2026 dari Kemenag Jepara Menziarahi Makam KH Ahmad Fauzan, Menghidupkan Kembali Semangat Perjuangan NU Bedah Kerangka TKA 2026, Ratusan Guru KKMA 02 LP MÁARIF Jepara Lakukan Ini Notifikasi Hidayah: Mengapa Kita Hobi Berpaling dari Teguran Ilahi? Menilik Gapura Mantingan, Jejak Akulturasi Budaya Islam dan Jawa Kuno

JQH · 13 Mar 2016 20:06 WIB ·

Digitalisasi Arwahan Masal di JQH Jepara


 Digitalisasi Arwahan Masal di JQH Jepara Perbesar

KH Hayatun Nufus membuka Khataman Qur'an JQH di Gedung NU Jepara (13/03)

Khidmah: KH Hayatun Nufus membuka Khataman Qur’an JQH di Gedung NU Jepara (13/03). Foto: (nujepara/ulin) 


JEPARA – Kabar baik. Pengurus Cabang NU Jepara sudah bersepakat dengan pihak Telkom untuk melakukan digitalisasi arwahan masal. Jika tradisi kirim doa kepada arwah selama ini menggunakan sistem manual; menulis nama-nama arwah lalu mengirimkannya kepada Pengurus Jamiyyatul Qurro’ wal Huffadz (JQH) untuk disebutkan dalam rutinan khataman Al-Qur’an, kini, hanya dengan kirim sesuai format order SMS, bisa dilakukan.
“Ketika kirim satu arwah lewat SMS, dikenakan biaya 5000 dari pulsa. Satu nama satu SMS,” tutur KH Hisyam Zamroni, wakil Ketua NU Jepara kepada redaksi www.nujepara.or.id, di Jepara, Ahad (13/03/2016).
Sistem digital arwahan masal tersebut, kata Hisyam, akan efektif berjalan untuk bulan depan, April 2016. Ini diharapkan bisa menjadi salah satu sumber pendanaan bagi NU Jepara agar program-programnya berjalan tanpa kendala biaya.
Dalam hal ini, JQH NU Jepara bertugas sebagai pelaksana atas arwahan masal setiap selapan sekali. Ustadz Ulin Nuha, sekretaris JQH Jepara mengungkapkan jika program khataman Al-Qur’an akan dijalankan secara rutin dan bergantian dari setiap kecamatan.
“Setiap selapanan kita berdayakan Qori’ Al-Qur’an se-Jepara untuk khataman dalam rangka arwahan masal. Dalam setiap putaran, minimal ada 20 Qori’ yang membaca Al-Qur’an utuh 30 juz. Tempatnya di Mushalla Gedung NU Jepara,” jelas Ulin usai khataman di Gedung NU Jepara, Ahad (13/03).
Karena sifatnya pemberdayaan, ini kaitannya dengan kesejahteraan. NU tidak selalu narik urunan (tarik iuran). Mereka yang hafal Al-Qur’an dan mau khataman bersama JQH ada bisyaroh tetap usai khataman. Tentu sesuai dengan kemampuan yang ada. Asal ikhlash, khataman akan rutin berjalan terus menerus.
“Pengurus Cabang NU Jepara siap menfasilitasi yang mau ngaji Al-Qur’an. Minimal ingkung ayam secukupnyalah,” papar Hisyam Zamroni.
Anda yang mengingikan bergabung dengan JQH NU Jepara jadi Qori’ atau pengirim nama arwah, bisa menghubungi ke nomor +6285228520217 (Ustadz Ulin Nuha Al-Hafidz). Sementara ini baru bisa manual.
Program kirim arwah dari JQH adalah bagian dari tradisi Nahdliyyin yang harus terus dilestarikan. Walaupun ada yang menyebut khilafiyah, di kalangan Nahdliyyin, kirim doa dan bacaan Al-Qur’an tetap sampai kepada alamat. Dan itu bagian dari birrul walidain. Bukankah hal tersebut dianjurkan oleh Nabi Muhammad SAW? (abd)

Artikel ini telah dibaca 29 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Tingkatkan Pelayanan Wakaf, H. Hisyam Zamroni Raih Penghargaan PPAIW Produktif 2023–2026 dari Kemenag Jepara

25 September 2026 - 15:58 WIB

Menziarahi Makam KH Ahmad Fauzan, Menghidupkan Kembali Semangat Perjuangan NU

24 September 2026 - 22:55 WIB

Farih F. Mirza, S.E., S.H., S.Pd., M.Pd

Bedah Kerangka TKA 2026, Ratusan Guru KKMA 02 LP MÁARIF Jepara Lakukan Ini

21 September 2026 - 12:29 WIB

Mau Sampai Kapan Ikut Zaman Edan?

21 September 2026 - 12:13 WIB

Notifikasi Hidayah: Mengapa Kita Hobi Berpaling dari Teguran Ilahi?

21 September 2026 - 12:08 WIB

Notifikasi Hidayah: Mengapa Kita Hobi Berpaling dari Teguran Ilahi?

Menilik Gapura Mantingan, Jejak Akulturasi Budaya Islam dan Jawa Kuno

18 September 2026 - 11:38 WIB

Trending di Kabar