Menu

Mode Gelap
Meniti Jembatan Masa Depan: Pendidikan Jepara di Persimpangan Antara Industri dan Akademis Meniti Asa di Balik Deru Mesin: Hari Buruh, Realitas Ekonomi, dan Strategi Keluarga Menuju Muktamar NU ke-35 Tahun 2026 : Paradigma Kepemimpinan “Digdaya” di Tengah Arus Geopolitik dan Disrupsi Global TEKS KHUTBAH JUM’AT: ISLAM NGLUHURAKÉ BURUH TEKS KHUTBAH JUM’AT: ISLAM MEMULIAKAN BURUH

Headline · 6 Jul 2024 10:13 WIB ·

Ngaji Kifayatul Atqiya’: Hubungan Tarekat dan Syariat, Ini Penjelasannya


 Ngaji Kifayatul Atqiya’: Hubungan Tarekat dan Syariat, Ini Penjelasannya Perbesar

Oleh: Roshif Arwani

وطريقة اخذ با حوط كالورع (7)

وعزيمة كريا ضة متبتلا

Thoriqoh adalah mengamalkan syari’at (7)

Lebih ihtiyat (hati-hati) dan giat bersyari’at

Arti nadlom

Thoriqoh adalah melaksanakan syariat dengan lebih berhati-hati seperti melakukan wira’i serta bersungguh sungguh dalam beribadah seperti melakukan riyadoh, tirakat dan mujahadah seperti menyedikitkan makan, minum, tidur, dan menjauhi berlebih-lebihan perkara mubah.

Penjelasan

Thoriqoh menurut bahasa adalah jalan, sedangkan menurut ulama’ shufi adalah melaksanakan amalan-amalan yang diperintah oleh syariat dengan lebih berhati-hati dan meniggalkan amalan yang sifatnya ruhshoh seperti melakukan wira’i dalam kehidupan sehari-hari dan riyadloh.

Menurut Imam Qusyairi RA, “Wirai adalah meninggalkan perkara-perkara yang bersifat syubhat”.

Sedangkan menurut Imam Ghazali, wirai terbagi menjadi empat derajat

1. War’u Al Adli yaitu meninggalkan semua perkara yang diharamkan seperti riba dan muamalah fasidah.

2. War’u Assolihin yaitu meninggalkan perkara yang bersifat subhat.

3. War’u Al Muttaqin yaitu meninggalkan sesuatu perkara yang tidak berbahaya karena takut pada perkara yang berbahaya. Sahabat Umar RA Berkata “Saya meninggalkan 9/10 dari perkara halal karena takut jatuh ke haraman”.

4. War’u Assodiqin yaitu meninggalkan sesuatu yang menjadi affat.

Seseorang yang memasuki thoriqoh disebut salik sedang cara yang mereka tempuh menurut cara-cara tertentu dinamakan suluk .

Banyak riyadloh yang harus dilakukan oleh seorang Salik sesuai arahan dari gurunya seperti melakukan Kholwat (Nyepi ), Muroqobah (memantau, mengawasi prilaku dari diri sendiri), Muhasabah (menghitung, merenungi diri apa yang telah ia lakukan), Mujahadah ( Rajin, tekun, sungguh sungguh) dan riyadloh riyadloh yang lain seperti bangun tengah malam, berpuasa, zuhud, dll.

Menurut Imam Hasan Alqozaz bahwa bangunan thoriqoh terdiri dari 3 pilar yaitu:

–  Tidak makan kecuali lapar, 

– tidak akan tidur kecuali sudah mengantuk, dan

– tidak akan bicara kecuali terpaksa.

Tujuan Thoriqoh adalah mencari kebenaran, maka cara untuk melintasi Thoriqoh harus benar dan mu’tabar seperti thoriqoh Qodiriyah,Thoriqoh Syadzaliyaha,Thoriqoh Kholidiyah, Qodiriyyah wa naqsyabandiyah, Dasuqiyah, Rifa’iyah, Ahmadiyyah (Syaikh Ahmad Badawi), Akbariyah, Suhrowardiyah , Kubrowiyah, Maulawiyah, Jalwatiyah, Ghozaliyah, Hamzawiyah, Bairumiyah, Hamdadiyah, Sumbuliyah , Syu’baniyah, Hadliriyah, Syathoriyah, Kholwatiyah, Matbuliyah, Bu’dasiyah, Bayumiyah, Malimiyyah, Idrusiyah, Sa’diyah, Rumiyah, Bakariyah, Jistiyah, Tijaniyah, Uwaisiyah, Idrisiyah, Samaniyah, Umariyah, Usmaniyah, Alawiyah, Abasiyah, Buhuriyah, Zainabiyyah, ‘Isyqiyah, Isawiyah, Mulazamatul qur ‘an, dan banyak lagi nama nama thoriqoh yang sejalan dengan ayat Allah dalam surat Jin ayat 16 yang artinya “Jika mereka benar-benar istiqomah diatas Thoriqoh maka sesungguhnya akan KAMI beri minum mereka dengan air (Hikmah) yang berlimpah-limpah (QS: Al Jin 16 ).

(Penulis adalah Ketua FKPP dan JATMAN MWCNU Tahunan)

Artikel ini telah dibaca 511 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Menuju Muktamar NU ke-35 Tahun 2026 : Paradigma Kepemimpinan “Digdaya” di Tengah Arus Geopolitik dan Disrupsi Global

30 April 2026 - 11:32 WIB

Wakil Ketua Tanfidziyah PCNU Kab. Jepara H. Hisyam Zamroni

TEKS KHUTBAH JUM’AT: ISLAM MEMULIAKAN BURUH

29 April 2026 - 09:30 WIB

H. Hisyam Zamroni : Sekretaris Idaroh Syu'biyyah Jam'iyyah Ahlith Thoriqoh Al Mu'tabaroh An Nahdliyyah Kab. Jepara

Muslimat NU Jepara Perkuat Peran Perempuan Hingga Kesejahteraan Masyarakat

23 April 2026 - 21:46 WIB

Muslimat NU Jepara

Bahtsul Masail PWNU Jateng: Ini Dampak Perda Miras dan Hiburan Malam Jika Diterapkan

22 April 2026 - 08:53 WIB

R.A. Kartini: Antara Modernitas dan Postmodernitas—Agama sebagai Spirit Pembebasan

22 April 2026 - 08:15 WIB

R.A Kartini

Bahtsul Masail PWNU Jateng: Menimbang Perda Miras, Maslahah atau Mafsadah?

21 April 2026 - 17:01 WIB

Trending di Bahtsul Masail