Menu

Mode Gelap
Debugging Nasib: Navigasi Sistemik dari Titik Nol Menuju Kedaulatan Hari Kartini, YPMNU Jepara Gelar Workshop Kurikulum Maritim R.A. Kartini dalam Perspektif Postkolonial: Reinterpretasi Agama, Budaya, dan Emansipasi Perempuan melalui Tulisan Tulisannya Bahtsul Masail Tingkat Jateng Segera Digelar, Ini Materi Asilah yang akan Dibahas UNISNU Gelar Wisuda ke-26, Abbas dan Areeya asal Thailand Turut di Wisuda

Kabar · 21 Apr 2026 13:37 WIB ·

Hari Kartini, YPMNU Jepara Gelar Workshop Kurikulum Maritim


 Hari Kartini, YPMNU Jepara Gelar Workshop Kurikulum Maritim Perbesar

Hari Kartini, YPMNU Jepara Gelar Workshop Kurikulum Maritim

NU JEPARA — Suasana penuh kehangatan dan semangat kebersamaan mewarnai kegiatan Halal Bi Halal yang diselenggarakan oleh Yayasan Pendidikan Muslimat (YPM) NU Cabang Jepara Bersama Ikatan Guru Paud Muslimat NU (IGPAUD MNU) Cabang Jepara mengundang guru PAUD Muslimat NU se Kabupaten Jepara di Aula Lantai Gedung NU lantai II pada Minggu (19/4).

Kegiatan ini tak hanya ajang silaturahmi pasca Hari Raya Idulfitri, tetapi juga dirangkaikan dengan peringatan Hari Kartini serta kegiatan edukatif berupa bedah kurikulum maritim untuk jenjang PAUD di lingkungan Lembaga Pendidikan Anak Usia Dini Muslimat NU Jepara.

Acara yang dihadiri oleh tiga ratusan guru PAUD Muslimat NU dari berbagai kecamatan se Kabupaten Jepara ini berlangsung dengan khidmat dan meriah.

Momentum Halal Bi Halal dimanfaatkan sebagai sarana mempererat ukhuwah islamiyah serta memperkuat sinergi antar pendidik dalam meningkatkan kualitas pendidikan anak usia dini.

Peringatan Hari Kartini turut menjadi bagian penting dalam kegiatan ini. Semangat perjuangan Raden Ajeng Kartini diangkat kembali sebagai inspirasi bagi para guru, khususnya perempuan, untuk terus berperan aktif dalam dunia pendidikan.

Para peserta antusias mengikuti rangkaian acara untuk ikut serta bediskusi tentang kurikulum maritim yang bisa mendayagunakan alam jepara yang utamanya lingkungan pesisir.

Ketua IGPAUD MNU Kabupaten Jepara, Hj Mamlukhah menyampaikan kegiatan ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga memiliki nilai edukatif yang kuat.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin menguatkan peran guru PAUD sebagai garda terdepan dalam membentuk generasi unggul, sekaligus mengenalkan potensi maritim Jepara sejak usia dini,” ujarnya.

Salah satu agenda utama dalam kegiatan ini adalah bedah kurikulum maritim untuk PAUD. Kegiatan ini menghadirkan Ibu Harimurti selaku Kepala TK TA Krapyak Tahunan Jepara sekaligus menjadi narasumber ahli di bidang pendidikan.

Ibu Harimurti memaparkan pentingnya integrasi nilai-nilai kemaritiman dalam pembelajaran anak usia dini. Mengingat Jepara sebagai daerah pesisir, pendekatan ini dinilai sangat relevan untuk menanamkan kecintaan terhadap laut, lingkungan, serta potensi lokal sejak dini.

Saat sesi diskusi, para guru diberikan pemahaman tentang strategi pembelajaran berbasis maritim yang kreatif dan menyenangkan, seperti pengenalan profesi nelayan, ekosistem laut, hingga budaya pesisir melalui metode bermain, menari dan bernyanyi.

Ketua Yayasan Pendidikan Muslimat NU Cabang Jepara, Farida Ahmad mengungkapkan kegiatan ini diharapkan mampu memberikan inspirasi baru bagi para guru PAUD dalam mengembangkan pembelajaran yang kontekstual dan bermakna. Selain itu, sinergi antara nilai religius, budaya, dan potensi lokal menjadi kekuatan utama dalam menciptakan generasi yang berkarakter dan berdaya saing.

Hj. Saidatur Rahmah yang mewakilu Ketua PC Muslimat NU Cabang Jepara dalam sambutannya memotivasi para guru Paud Muslimat NU Jepara untuk meningkatkan kompetensinya dengan studi lanjut baik di strata dua maupun strata tiga.

Pihaknya berharap dari IGPAUD akan lahir asosiasi magister atau doktor guru PAUD Muslimat NU karena dari PP Muslimat NU sudah mendapatkan mendapatkan penghargaan pemecah rekor MURI pada kategori Ormas Perempuan dengan jumlah professor perempuan terbanyak se Indonesia.

Salah satu peserta Rini Khusnul Khotimah dari TK Tarbiyatul Athfal Kepuk 01 Bangsri Jepara menyampaikan pihaknya sangat senang mengikuti workshop ini karena bisa memberikan sudut pandang baru mengenai penyusunan kurikulum maritim.

“Kurikulum ini akan sangat bermanfaat bagi siswa Jepara yang bermukim di daerah pesisir pantai,” tandasnya. (*)

Artikel ini telah dibaca 39 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Debugging Nasib: Navigasi Sistemik dari Titik Nol Menuju Kedaulatan

21 April 2026 - 13:45 WIB

Debugging Nasib: Navigasi Sistemik dari Titik Nol Menuju Kedaulatan

Pembukaan Bahtsul Masail PWNU Jateng, Rais Syuriah: Agendakan Rutin

20 April 2026 - 15:02 WIB

Bahtsul Masail Tingkat Jateng Segera Digelar, Ini Materi Asilah yang akan Dibahas

18 April 2026 - 10:05 WIB

Panitia Bahtsul Masail PWNU Jateng dan PCNU Jepara.

UNISNU Gelar Wisuda ke-26, Abbas dan Areeya asal Thailand Turut di Wisuda

17 April 2026 - 10:11 WIB

Membaca “Tanda Tangan” Semesta: Seni Menjemput Kepastian di Tengah Ketidakpastian

16 April 2026 - 17:17 WIB

ILUSTRASI Membaca "Tanda Tangan" Semesta: Seni Menjemput Kepastian di Tengah Ketidakpastian

Mengalir Tanpa Batas: Mengubah Mentalitas Ember Menjadi Pipa Kelimpahan

16 April 2026 - 17:10 WIB

ILUSTRASI Mengalir Tanpa Batas: Mengubah Mentalitas Ember Menjadi Pipa Kelimpahan
Trending di Kabar