Menu

Mode Gelap
Menyongsong Muktamar Nahdlatul Ulama ke – 35 : Membangun Visi Peradaban Dunia dan Menata Kekuatan Organisasi untuk Masa Depan Grebeg Spiritual: Merebut Kembali Kedaulatan Kesadaran Meniti Jembatan Masa Depan: Pendidikan Jepara di Persimpangan Antara Industri dan Akademis Meniti Asa di Balik Deru Mesin: Hari Buruh, Realitas Ekonomi, dan Strategi Keluarga Menuju Muktamar NU ke-35 Tahun 2026 : Paradigma Kepemimpinan “Digdaya” di Tengah Arus Geopolitik dan Disrupsi Global

Kabar · 15 Jun 2018 14:00 WIB ·

Jagong Gayeng Lintas Iman Kawal Pancasila dan NKRI


 Jagong Gayeng Lintas Iman Kawal Pancasila dan NKRI Perbesar

Jepara – Untuk kali kedua kegiatan Jagong Gayeng Lintas Iman diselenggarakan hasil kerja sama PAC GP Ansor Mayong Jepara dengan Gereja El Shaddai Mayong Jepara.
Ramadhan tahun ini kegiatan serupa bertajuk “Agama Damai dalam Bingkai NKRI” di tempatkan di Resto Taman Kopi, Kompleks SPBU Mayong Jepara, Rabu (13/6/2016) kemarin.
Jika tahun lalu pengundang acara ialah pengurus PAC GP Ansor Mayong, tahun ini, kegiatan yang dipungkasi dengan buka bersama diprakarsai Gereja El Shaddai Mayong.
Hadir dalam kesempatan itu K. Mughis Nailufar (MWC NU Mayong), Pdt. Prabantyas (Gereja El Shaddai), Rina (pemuda gereja), anggota Ansor Banser serta jemaat gereja.
Kiai Mughis Nailufar, Ketua MWCNU Mayong menyampaikan apresiasi dengan terselenggaranya kegiatan tersebut.
“Semoga dengan kegiatan ini bisa berlanjut bahkan bisa diagendakan triwulan ketemu untuk berdiskusi mengawal Pancasila dan NKRI,” paparnya.
Kiai muda yang akrab disapa Gus Mughis ini menyatakan pihaknya (NU, red.) support dengan kegiatan-kegiatan kebangsaan tersebut.
Hal senada dipaparkan Pdt. Prabantyas. Pihaknya senang sekali bisa duduk bersama Ansor dan NU bergandeng tangan bersama mewujudkan toleransi di kecamatan Mayong.
“Saya adalah pengagum Gus Dur. Ansor dan NU saya anggap saudaraku,” aku Prabantyas.
Ketua PAC GP Ansor Mayong, Ahmad Kholas Syihab mengemukakan sudah menjadi konsensus bersama bahwa toleransi antar umat beragama mutlak demi tegaknya Pancasila.
Syihab mengibaratkan taman yang indah harus tumbuh bunga-bunga yang beragam. “Mari kita bergandeng tangan merawat Indonesia kita,” tandasnya.
Dalam kegiatan yang diikuti puluhan orang itu harapannya bisa terwujud toleransi di Mayong serta sebagai wadah silaturrahim lintas iman untuk kedamaian.
Pihaknya juga menandaskan kegiatan bareng sering dilaksanakannya. Misalnya pengamanan natal dan hari besar gereja juga kebencanaan kerjasama dengan Bagana.
“Ambulan yang dimiliki Ansor juga bisa dipakai jemaat gereja jika dibutuhkan,” pungkas Syihab. (sm)

Artikel ini telah dibaca 35 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Menuju Muktamar NU ke-35 Tahun 2026 : Paradigma Kepemimpinan “Digdaya” di Tengah Arus Geopolitik dan Disrupsi Global

30 April 2026 - 11:32 WIB

Wakil Ketua Tanfidziyah PCNU Kab. Jepara H. Hisyam Zamroni

Muslimat NU Jepara Perkuat Peran Perempuan Hingga Kesejahteraan Masyarakat

23 April 2026 - 21:46 WIB

Muslimat NU Jepara

Bahtsul Masail PWNU Jateng: Ini Dampak Perda Miras dan Hiburan Malam Jika Diterapkan

22 April 2026 - 08:53 WIB

Bahtsul Masail PWNU Jateng: Menimbang Perda Miras, Maslahah atau Mafsadah?

21 April 2026 - 17:01 WIB

Debugging Nasib: Navigasi Sistemik dari Titik Nol Menuju Kedaulatan

21 April 2026 - 13:45 WIB

Debugging Nasib: Navigasi Sistemik dari Titik Nol Menuju Kedaulatan

Hari Kartini, YPMNU Jepara Gelar Workshop Kurikulum Maritim

21 April 2026 - 13:37 WIB

Hari Kartini, YPMNU Jepara Gelar Workshop Kurikulum Maritim
Trending di Kabar