Menu

Mode Gelap
KH Ma’mun Adullah Hadziq Didorong Masuk Dewan Pembina RSI Sultan Hadlirin Wisuda UNISNU, Pesan Rais Aam PBNU : “Masa Depan NU Ada Di tangan Kalian” Riwayat Pesisir Utara, Pusat Penyebaran Islam di Pulau Jawa Fatayat Batealit Dorong UMKM Naik Kelas Guru: Antara Profesi dan Tuntunan 

Hujjah Aswaja · 1 Agu 2022 13:33 WIB ·

Malam Puncak Gebyar Muharram, MWC NU Kedung Gelar Doa Bersama


 Gebyar Muharram di MWC Kedung, menggelar do'a bersama. Perbesar

Gebyar Muharram di MWC Kedung, menggelar do'a bersama.

nujepara.or.id- Mengusung tema Menuju Jama’ah yang Mandiri dan Bermartabat, Majelis Wakil Cabang (MWC NU) Kedung menggelar do’a bersama di malam puncak tahun baru Islam 1 Muharram 1444 H. Hal ini sekaligus menyongsong satu abad usia organisasi Nahdlatul Ulama’.

Dihadiri oleh para kiai, jajaran Pengurus MWC, pengurus Ranting, lembaga, serta badan otonom (banom) acara do’a bersama ini dilaksanakan di gedung MWC NU Kedung.

Dalam sambutannya, Ketua Tanfidziyah MWC NU Kedung, M. Afif mengatakan, dengan doa bersama semoga hajat warga NU dikabulkan Allah SWT. Terutama hajat Pengurus MWC NU untuk membangun gedung sebagai tempat kegiatan organisasi.

“Melalui Istighotsah ini semoga apa yang warga NU harapkan dikabulkan oleh Allah SWT terutama hajat membangun gedung NU, sebagai pendukung kegiatan dalam program ekonomi dan kesehatan”, lanjut M. Afif.

Lebih lanjut dirinya mengajak kepada seluruh Pengurus MWC, lembaga, Banom dan Ranting dapat kompak. “Jika bersatu, perkara berat jadi ringan dan perkara yang sulit akan menjadi mudah”, ujarnya.

Selain doa bersama, ‘Gebyar Muharram’ di tahun baru Islam ini ada beberapa rangkaian kegiatan di MWC NU Kedung ini salah satunya Khotmil Alquran dan Doa Akhir Tahun. Tercatat terdapat 11 titik kegiatan do’a bersama beberapa Ranting di Kecamatan Kedung.

Selain Khotmil Qur’an, Pengurus MWC NU Kedung juga mengadakan pelatihan Ilmu Falak yang bertempat di Aula MTs-MA Safinatul Huda Sowan Kidul. Berharap dengan pelatihan ini setiap ranting memiliki minimal 1 orang yang memahami ilmu falak.

Tidak ketinggalan karnaval yang diikuti oleh Santriwan-santriwati TPQ dan Madin se-Kecamamatan Kedung dan Banom. “Tahun ini dari ekternal memang hanya melibatkan TPQ dan Madin, namun rencana tahun depan akan melibatkan madrasah di Kecamatan Kedung”, ungkap Afif.

Karnaval dimulai dari Gedung MWC NU Kedung sampai Masjid Bugel, Perempatan Kerso-Pertigaan Tanggul Tlare, Perempatan Kedung Malang-Pertigaan Tedunan-perempatan Sowan Lor-Gedung MWC NU Kedung. (ua/ms)

Artikel ini telah dibaca 71 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Rakernas Lesbumi NU Ke-V, Ketum PBNU: Mari Membangun Narasi sebagai Strategi

3 Desember 2022 - 03:33 WIB

KH Ma’mun Adullah Hadziq Didorong Masuk Dewan Pembina RSI Sultan Hadlirin

1 Desember 2022 - 04:27 WIB

Penjabat Bupati Jepara Edy Supriyanta (baju putih) berbincang dengan salah seorang pasien yang berobat di RSI Sultan Hadlirin, Rabu (30/11/2022).

Wisuda UNISNU, Pesan Rais Aam PBNU : “Masa Depan NU Ada Di tangan Kalian”

30 November 2022 - 03:08 WIB

Riwayat Pesisir Utara, Pusat Penyebaran Islam di Pulau Jawa

29 November 2022 - 00:16 WIB

Kota Pelabuhan Jepara tahun 1600-an (Sumber KITLV)

PMWC Maarif NU Batealit Juara Umum Pekan Madaris III Jepara

28 November 2022 - 01:14 WIB

Fatayat Batealit Dorong UMKM Naik Kelas

27 November 2022 - 14:11 WIB

Sebanyak 76 pelaku UMKM dari wilayah Kecamatan Bateslit dan sekitarnya mengikuti kegiatan yang digelar PAC Fatayat Batealit, Kamis (24/11/2022)
Trending di Hujjah Aswaja
%d blogger menyukai ini: