Menu

Mode Gelap
KH Ma’mun Adullah Hadziq Didorong Masuk Dewan Pembina RSI Sultan Hadlirin Wisuda UNISNU, Pesan Rais Aam PBNU : “Masa Depan NU Ada Di tangan Kalian” Riwayat Pesisir Utara, Pusat Penyebaran Islam di Pulau Jawa Fatayat Batealit Dorong UMKM Naik Kelas Guru: Antara Profesi dan Tuntunan 

Hujjah Aswaja · 15 Jul 2022 03:23 WIB ·

Mengenang Dahsyatnya Pertempuran Pati Unus Melawan Portugis di Malaka


 Ilustrasi pertempuran Pati Unus melawan Portugis di Malaka. Perbesar

Ilustrasi pertempuran Pati Unus melawan Portugis di Malaka.

nujepara.or.id- Jejak penyerangan Adipati bin Yunus, atau yang lebih dikenal sebagai Pati Unus ke Malaka terekam dengan sangat baik dalam catatan Tome Pires. Musafir asal Portugis itu menggambarkan pertempuran pasukan Pati Unus melawan pasukan Portugis dengan sangat dramatis.

Pada bulan Januari 1513 Pati Unus mencoba mengejutkan Malaka. Membawa 100 kapal dengan 5.000 pasukan Jawa dari Jepara dan Palembang. Pati Unus Kalah, berlayar pulang dan mendamparkan kapal perangnya sebagai monumen. Sebagai pengingat pertarungannya melawan bangsa paling berani di dunia. Demikian salah satu laporan yang tercatat dalam buku Suma Oriental, Tome Pires.

Dalam buku Suma Oriental itu pula isi surat Kapten Fernao Peres de Andrade seorang pedagang Portugis, apoteker, dan juga seorang diplomat resmi diabadikan. Surat yang ditujukan kepada Gubernur Portugis di India Afonso de Albuquerque ini menggambarkan betapa kuatnya jung, atau kapal perang milik Pati Unus.

“Jung mіlіk Pаtі Unuѕ adalah уаng tеrbеѕаr уаng pernah dіlіhаt оlеh оrаng-оrаng dari daerah іnі. Iа mеmbаwа ѕеrіbu оrаng tеntаrа dі kараl, dаn Yang Mulіа dараt mеmреrсауаіku … bahwa іtu аdаlаh hal yang ѕаngаt luar bіаѕа untuk dilihat, kаrеnа Anunciada di dekatnya tіdаk tеrlіhаt ѕереrtі sebuah kapal sama ѕеkаlі”

“Kаmі mеnуеrаngnуа dеngаn cara membоmbаrdir, tеtарі bаhkаn tembakan уаng tеrbеѕаr tіdаk mеnеmbuѕnуа. Dan, tеmbаkаn serta meriam besar Portugis yang saya mіlіkі dі kараl saya bеrhаѕіl mаѕuk tetapi tіdаk tеmbuѕ; kараl itu memiliki tіgа lаріѕаn bеѕі, yang ѕеmuаnуа lеbіh dаrі satu kоіn tеbаlnуа. Dаn kapal іtu bеnаr-bеnаr sangat mеngеrіkаn bahkan tidak аdа orang уаng pernah melihat sejenisnya. Butuh wаktu tіgа tаhun untuk mеmbаngunnуа, Yang Mulia mungkіn реrnаh mеndеngаr cerita dі Mаlаkа tеntаng Pati Unuѕ, уаng mеmbuаt armada іnі untuk mеnjаdі rаjа Mаlаkа”. (Sumа Orіеntаl)

Siapakah Pati Unus?

Sultan Demak II ini terlahir dengan nama Abdul Qodir, ayahnya bernama Raden Muhammad Yunus, atau lebih dikenal sebagai Arya Timur penguasa Jepara pada waktu itu. Ketika diambil menantu oleh Raden Patah, dan menggantikan Arya Timur sebagai Adipati Jepara, Abdul Qodir kemudian bergelar Adipati bin Yunus atau Pati Unus.

Pada tahun 1507 setelah menggantikan ayahnya Arya Timur dalam memimpin Jepara. Pati Unus dikenal sebagai pedagang dan pelaut militer yang pemberani. Selain berhasil mengembangkan pelabuhan Jepara sebagai salah satu pusat bandar perdagangan di pesisir utara Jawa bagian Tengah, Pati Unus juga berhasil mengembangkan armada perang laut.

Ekspedisinya ke Malaka dalam pertempuran melawan Portugis pada tahun 1513 dijalaninya dalam usia yang masih sangat muda, yakni usia 25 tahun. Meskipun gagal, sebagai pengingat akan keberanian orang Jawa karena telah berani melawan salah satu bangsa terkuat di dunia yakni Portugis, Adipati Unus memerintahkan untuk membuat sebuah monumen kapal perang yang digunakan untuk melawan Portugis. Bekas kapal perang Adipati Unus tersebut diletakan di pinggir pantai Jepara dengan dipayungi sebuah Pendopo besar.

Ekspedisinya yang kedua pada tahun 1521 juga mengalami kegagalan. Dalam pertempuran inilah Pati Unus gugur. Masa pemerintahannya sebagai Sultan Demak dijalaninya dengan singkat. Gugurnya Pati Unus dalam pertempuran melawan Portugis di Malaka membuat dirinya dijuluki sebagai Pangeran Sabrang Lor. (ua)

Artikel ini telah dibaca 55 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Rakernas Lesbumi NU Ke-V, Ketum PBNU: Mari Membangun Narasi sebagai Strategi

3 Desember 2022 - 03:33 WIB

KH Ma’mun Adullah Hadziq Didorong Masuk Dewan Pembina RSI Sultan Hadlirin

1 Desember 2022 - 04:27 WIB

Penjabat Bupati Jepara Edy Supriyanta (baju putih) berbincang dengan salah seorang pasien yang berobat di RSI Sultan Hadlirin, Rabu (30/11/2022).

Wisuda UNISNU, Pesan Rais Aam PBNU : “Masa Depan NU Ada Di tangan Kalian”

30 November 2022 - 03:08 WIB

Riwayat Pesisir Utara, Pusat Penyebaran Islam di Pulau Jawa

29 November 2022 - 00:16 WIB

Kota Pelabuhan Jepara tahun 1600-an (Sumber KITLV)

PMWC Maarif NU Batealit Juara Umum Pekan Madaris III Jepara

28 November 2022 - 01:14 WIB

Fatayat Batealit Dorong UMKM Naik Kelas

27 November 2022 - 14:11 WIB

Sebanyak 76 pelaku UMKM dari wilayah Kecamatan Bateslit dan sekitarnya mengikuti kegiatan yang digelar PAC Fatayat Batealit, Kamis (24/11/2022)
Trending di Hujjah Aswaja
%d blogger menyukai ini: