Menu

Mode Gelap
Harlah 1 Abad NU, Ini 7 Link Twibbon yang Mudah Digunakan Harlah 1 Abad NU Dihadiri Presiden Jokowi, Ini Rangkaian Kegiatannya Lakpesdam NU Jepara Tancap Gas Penguatan Kaderisasi NU, PD-PKPNU Angkatan Ke-3 Digelar di Mlonggo Awal Maret 2023 Kiai Charis Turun Langsung Sosialisasikan RSNU Jepara, Gencarkan SIDoWaRaS Hingga Ranting Wakaf 4 m2 untuk RSNU, Petinggi Tahunan: Warga NU
Harus Dukung Inovasi Bidang Kesehatan

Ansor · 25 Sep 2019 00:46 WIB ·

Mengunjungi Masjid dan Gereja yang Berhadapan di Tempur Jepara


 Mengunjungi Masjid dan Gereja yang Berhadapan di Tempur Jepara Perbesar

Indahnya keberagaman di Desa Tempur Jepara. Ada masjid dan gereja yang saling berhadapan. Namun mereka hidup rukun dan saling membantu. (Foto/teks: Naifa/NU Online)

nujepara.or.id – Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kecamatan Gebog Kabupaten Kudus Jawa Tengah mengunjungi Desa Tempur, Jepara. Kunjungan dilaksanakan dalam rangka Studi Keberagaman.  

Noor Yanto selaku Koordinator Lapangan menuturkan perjalanan menuju lokasi dengan menggunakan sepeda motor tanpa mengabaikan aturan lalu lintas dan berkendara.  

Dalam sambutannya Ketua GP Ansor PAC Kecamatan Gebog, Moh Syaifuddin Nawawi mengatakan kegiatan untuk membangkitkan ghirah kebersamaan karena di Desa Tempur ini ada masjid dan gereja yang berhadapan. Kunjugnan dilakukan untuk menumbuhkan jiwa toleransi para kader.  

Pengurus PR GP Ansor Desa Tempur dan Ketua PAC GP Ansor Kelet menyambut baik kedatangan GP Ansor Kecamatan Gebog ini.   

“Terima kasih kepada para sahabat yang telah jauh-jauh datang ke sini dengan semangat organisasi,” tutur Ahmad Said, Ketua PAC GP Ansor Kecamatan Kelet dilansir dari NU Online.  

Tentang masjid dan gereja yang saling berhadapan dijelaskan oleh Syafawi, Pembina PAC GP Ansor Kecamatan Kelet. Menurutnya perbedaan adalah fitrah. Dengan adanya perbedaan menjadi lebih berwarna.  

“Seandainya sama tidak mungkin bisa berjalan seperti halnya jika kaki kita kanan semua tidak bisa jalan. Di Desa Tempur ini memang ada masjid dan gereja berhadapan, tetap rukun dan saling membantu,” bebernya.

Syafawi meneruskan, seperti halnya umat Muslim jika ada acara, umat non-Muslim ikut membantu dalan hal apa pun. Begitu juga jika non-Muslim di desa tersebut ada acara, umat Islam membantu penuh.   “Pernah suatu ketika salah satu mereka ada yang punya hajat minta bantuan. Tidak berpikir panjang langsung kita bantu, karena kebaikan bersama,” katanya.

Ia menegaskan, jangan menjadikan perbedaan sebagai permusuhan, tetapi jadikanlah perbedaan sebagai tali silaturahim dan mempererat persaudaraan.  Hadir juga di kegiatan ini Martoyo selaku tuan Rumah, Amiruddin Kasatkoryon Kecamatan Kelet, dan para pengurus Ranting Desa Tempur. (Nai Fa)

Artikel ini telah dibaca 8 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Harlah 1 Abad NU, Ini 7 Link Twibbon yang Mudah Digunakan

7 Februari 2023 - 02:44 WIB

Ilustrasi twibbon Harlah 1 Abad NU

Harlah 1 Abad NU Dihadiri Presiden Jokowi, Ini Rangkaian Kegiatannya

7 Februari 2023 - 02:23 WIB

SMP Tahfizd Annur Mangunan Tanamkan Pendidikan Aswaja di Peringatan Satu Abad NU

7 Februari 2023 - 00:13 WIB

Ketua PCNU Jepara: Peringatan Satu Abad NU Momentum untuk Refleksi

5 Februari 2023 - 05:11 WIB

Lakpesdam NU Jepara Tancap Gas Penguatan Kaderisasi NU, PD-PKPNU Angkatan Ke-3 Digelar di Mlonggo Awal Maret 2023

4 Februari 2023 - 08:58 WIB

Jajaran Lakpesdam PCNU Jepara menggelar rapat koordinasi dengan pengurus MWCNU Mlonggo dan Kepala SMK Az-Zahra Mlonggo terkait persiapan pelaksanaan PD-PKPNU angkatan ke-3.

Kiai Charis Turun Langsung Sosialisasikan RSNU Jepara, Gencarkan SIDoWaRaS Hingga Ranting

3 Februari 2023 - 23:03 WIB

Ketua Tanfidziyah PCNU Jepara KH Charis Rohman mengukuhkan lembaga-lembaga Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Kecapi 3 di Masjid Ar-Roudloh, Kecapi Kaligede RT 18 RW 03 Kecapi Tahunan Jepara, Kamis (2/2/2023) malam.
Trending di Kabar
%d blogger menyukai ini: