Menu

Mode Gelap
I’tikaf: Puncak Isolasi Suci dan Seni Memeluk Tuhan di Bulan Ramadhan Teknik Rahasia “Menepi” ala Nabi Musa Seni Menang di Tengah Kepungan Iedul Fitri dan Manifesto Perdamaian Global: Transformasi Kasih Sayang Menjadi Aksi Universal Iedul Fitri Sebagai Moment Untuk Mendorong Terwujudnya Perdamaian Global

Kabar · 13 Agu 2020 08:06 WIB ·

MGMP Ke-NU-an, Benteng Utama Aswaja di Madrasah


 MGMP Ke-NU-an, Benteng Utama Aswaja di Madrasah Perbesar

nujepara.or.id – Pertemuan MGMP ke-NU-an Jepara yang rutin dilaksanakan pada minggu ketiga setiap bulan kali ini di isi dengan agenda pemilihan pengurus baru masa khidmah 2020-2022.

Bertempat di Aula LP Ma’arif NU Jepara, Selasa (11/8/2020) kegiatan yang dihadiri guru-guru mata pelajaran ke-NU-an di bawah naungan LP Ma’arif PCNU Jepara berjalan tetap dengan menerapkan protokol kesehatan di masa pandemi.

Setelah dilakukan rapat terbuka, sekitar tiga puluhan anggota yang hadir secara aklamasi menunjuk Muhammad Ubaidillah sebagai ketua baru periode 2020-2022 menggantikan Ahmad Arifin selaku ketua lama periode 2018-2020. Hal ini dilakukan mengingat kepengurusan yang lama telah berakhir masa khidmahnya.

Ketua MGMP ke-NU-an terpilih, Muhammad Ubaidillah menyatakan siap mengemban amanah yang diberikan kepadanya. Amanah ini menurutnya harus dijalankan sebaik-baiknya dengan dukungan semua pihak yang terkait dengan organisasi MGMP Ke-NU-an.

“Saya mengharapkan amanah yang saya emban ini bukan menjadi tanggung jawab saya semata, namun saya meminta semuanya untuk memikul bersama-sama organisasi ini dan saya juga meminta dukungan baik berupa saran maupun kritik dalam menjalankan roda organisasi ini agar ke depannya MGMP Ke-NU-an semakin berkembang dan diakui eksistensinya,” ujar guru Ke-NU-an MTs Safinatul Huda Jepara.

Hadir dalam kesempatan tersebut, Achmad Makhali mewakili pengurus KKMTs 02 Jepara selaku pendamping kegiatan menyampaikan arahan. Kepengurusan yang baru periode 2020-2022 diminta untuk lebih aktif dan konsisten dalam menjalankan roda organisasi sebab keaktifan peran guru Ke-NU-an dinilai ikut membantu Nahdlatul Ulama dalam melestarikan paham Ahlusuunah Wal Jamaah di lingkungan madrasah.

“Ke depannya Kami harapkan kepengurusan yang baru ini lebih aktif dalam menjadi benteng utama Ahlussunah Wal Jamaah di madrasah, sebab terkait paham ideologi peserta didik sepenuhnya menjadi tanggung jawab utama guru mapel Ke-NU-an,” jelasnya.

Lebih lanjut Sekretaris Pergunu Jepara ini melihat tantangan-tantangan guru Ke-NU-an dalam mentransfer doktrin ajaran Ahlussunah Wal Jamaah kepada peserta didik semakin berat, untuk itu harus ada inovasi dan kreatifitas dari guru Ke-NU-an dalam ikut melestarikan paham Ahlussunah Wal Jamaah di lingkungan madrasah maupun di daerahnya masing-masing. (ub)

Artikel ini telah dibaca 22 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Teknik Rahasia “Menepi” ala Nabi Musa

12 Maret 2026 - 14:45 WIB

Teknik Rahasia Menepi ala Nabi Musa

Seni Menang di Tengah Kepungan

12 Maret 2026 - 14:34 WIB

Seni Menang di Tengah Kepungan

Tantangan Zaman Baru: Eksistensi “Al-Qur’an Berjalan” di Era Disrupsi Digital dan Post-Truth

8 Maret 2026 - 16:18 WIB

Nuzulul Qur’an, YPM NU Santuni Yatama, Anak PAUD dan Dhuafa

8 Maret 2026 - 05:49 WIB

Kegiatan santunan yatama, anak PAUD dan dhuafa yang dilakukan YPM NU Jepara

Manuskrip Cahaya: Transformasi Nuzulul Qur’an dari Teks Langit Menjadi Denyut Nadi dan Peradaban Insani

7 Maret 2026 - 10:58 WIB

ILUSTRASI Al-Qur'an jadi denyut nadi peradaban insani

Sumungku Manembah: Ketundukan Mutlak Alam Semesta

7 Maret 2026 - 10:50 WIB

Trending di Kabar