Menu

Mode Gelap
UNISNU Jepara Gelar GLOCAL Dialogue Series 2026, Angkat Peran Budaya Lokal di Kancah Global Kita Semua Ada di Sini, Dan Kita Tidak Hadir Bupati Apresiasi UNISNU International Forum, Dorong Kolaborasi Pentahelix untuk Pariwisata Berkelanjutan Manifesto Pemberontakan Batin: Membunuh Robot di Dalam Jiwa Festival Kenduri Tani, Wujud Syukur Petani Desa Telukawur Menjaga Tradisi

Kabar · 8 Jun 2023 05:25 WIB ·

PAC GP Ansor Nalumsari Sosialisasikan Tantangan Kebangsaan


 PAC GP Ansor Nalumsari Sosialisasikan Tantangan Kebangsaan Perbesar

nujepara.or.id –Memasuki tahun politik jelang Pemilu 2024, kesadaran tentang tantangan kebangsaan menjadi penting bagi kader GP Ansor. Kesadaran itulah yang memengaruhi diselenggarakannya sosialisasi tantangan kebangsaan pada Sabtu (3/6/2023).

Acara yang dikoordinasi oleh Ketua bidang ideologi dan pengkaderan itu, diadakan di Gedung MWCNU Nalumsari. Sekitar seratus orang hadir dari perwakilan pengurus ranting GP Ansor se-Nalumsari, para komandan Satkorkel, serta delegasi banom IPNU-IPPNU Nalumsari.

“Tantangan kebangsaan tidak hanya dilihat dari musuh dalam peperangan, tapi yang lebih berbahaya adalah tantangan dari bangsa Indonesia sendiri. Konflik sosial akibat perbedaan pilihan politik, perbedaan agama serta ideologi, termasuk kampanye hitam melalui internet”, demikian pengantar dari Sahabat Yusrul Wafa, ketua pengkaderan dan ideologi.

Pembahasan yang hangat sejak Pemilu 2014 dan 2019 adalah politik identitas dan wacana radikalisme. Akan tetapi, kedua isu itu seolah hanya menjadi strategi pembedaan antara kawan dan lawan. Masing-masing pihak dalam kontestasi politik di Indonesia, cenderung bermain labelisasi untuk memunculkan diferensiasi atau perbedaan dalam politik.

Secara terpisah, pemerhati politik identitas   dan lulusan doktoral UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Muh Khamdan menyampaikan bahwa hal terpenting untuk bekal kader GP Ansor menghadapi tantangan politik ke depan adalah literasi digital di bidang politik.

Literasi digital itu mencakup empat hal utama. Pertama, kecakapan digital menyangkut kemampuan mengoperasikan hardware dan software serta piranti digital. Kedua, etika digital yang menyangkut nilai-nilai yang mesti dijaga dalam pemanfaatan sejumlah aplikasi digital. Ketiga, budaya digital yang menyangkut penerapan moralitas dalam komunikasi serta bertransaksi digital. Keempat, keamanan digital yang berkaitan pada antisipasi kebocoran data, penipuan, dan segala pelanggaran hukum di dalamnya. Demikian penjelasan tertulis Muh Khamdan, doktor studi perdamaian yang intens pada literasi digital politik.

Sosialisasi kebangsaan oleh PAC GP Ansor Nalumsari merupakan keynote bagi para kader sebelum pengukuhan Satkoryon dan kelengkapan Departemen-Departemen pada kepengurusan baru di periode 2023-2025 ke depan. @Shofa

Artikel ini telah dibaca 13 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Membuka Gembok “Penjara Digital”, Menjemput Jiwa yang Tertinggal di Balik Layar

9 April 2026 - 16:46 WIB

UNISNU Jepara Gelar GLOCAL Dialogue Series 2026, Angkat Peran Budaya Lokal di Kancah Global

8 April 2026 - 18:39 WIB

Digelar di Jepara, Kitab Karya Ulama Nusantara akan Dipamerkan di Forum Bahtsul Masail Jateng

6 April 2026 - 12:18 WIB

Kita Semua Ada di Sini, Dan Kita Tidak Hadir

5 April 2026 - 12:54 WIB

ILUSTRASI Kita Semua Ada di Sini, Dan Kita Tidak Hadir

Sabdo Dadi: Seni Menjadi Arsitek Realitas di Tengah Zaman yang Gaduh

5 April 2026 - 12:49 WIB

ILUSTRASI Sabdo Dadi: Seni Menjadi

Bupati Apresiasi UNISNU International Forum, Dorong Kolaborasi Pentahelix untuk Pariwisata Berkelanjutan

30 Maret 2026 - 16:45 WIB

Trending di Kabar