Menu

Mode Gelap
NU Sorong Papua Kirimkan Santri ke Jepara, Salah Satunya Kuliah di UNISNU Dimakamkan di Mayong, Ini Kisah Raden Ayu Mas Semangkin Sang Senopati Perang Lereng Muria Rayakan 1 Muharram, NU Ranting Bulungan Gelar Doa Bersama Pawai Obor Warga NU Desa Bawu Sambut Tahun Baru 1446 Hijriyah, Momentum Perkuat Semangat Hijrah ke Arah Kebaikan YPM NU Jepara Boyong Empat Tropy Juara di Gebyar PAUD dan TPQ Tingkat Jateng

Kabar · 6 Mar 2022 09:28 WIB ·

PBNU Kerjasama dengan KSP Percepat Reformasi Agraria dan Perhutanan Sosial


 PBNU Kerjasama dengan KSP Percepat Reformasi Agraria dan Perhutanan Sosial Perbesar

nujepara.or.id –  Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) bekerjasama dengan Kantor Staf Presiden (KSP) dalam progam percepatan Reformasi Agraria dan Perhutanan Sosial (RAPS) di berbagai daerah di Indonesia. Tujuan progam ini agar masyarakat mendapat manfaat optimal dari pemberdayaan lahan tersebut.
Ketua Tanfidziyah PBNU Alissa Wahid mengatakan sebagai perwujudan kolaborasi antara NU dan pemerintah itu, pihaknya telah menyelenggarakan kegiatan “Halaqoh RAPS” dalam rangka memperingati Hari Lahir ke-96 NU di Jakabaring Sport City Palembang, Sumatera Selatan pada Jumat (4/3).
PBNU mendorong warga NU turut berkontribusi pada percepatan RAPS dan menargetkan pendampingan untuk penyelesaian RAPS hingga sedikitnya 2 juta hektar lahan berkonflik.
Pada saat yang sama, lembaga otonom perempuan NU ditargetkan membantu meningkatkan keterlibatan perempuan dalam program perhutanan sosial hingga 15,7 persen dari yang saat ini hanya lima persen saja.
“Melalui program RAPS ini, Pemerintah diharapkan tidak hanya memberikan ‘ikan’ tapi juga ‘kail’ dan ilmu memancing bagi warga NU,” kata Alissa Wahid, dikutip dari Antara, Minggu (6/3/2022).
Deputi II KSP Abetnego Tarigan mengatakan ujung dari program RAPS adalah peningkatan kesejahteraan masyarakat. Kepastian hukum yang didapat dibutuhkan masyarakat untuk mengakses bantuan modal, bibit, dan seterusnya.
“Komunitas NU kita harapkan turut terlibat dalam membantu pemilihan skema yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” kata Abetnego Tarigan.
Dia mengetakan Presiden Joko Widodo berkomitmen menerapkan RAPS untuk mendorong pengelolaan lahan dan sumber daya alam (SDA) berbasis masyarakat demi kesejahteraan masyarakat.
Salah satu fokus program KSP di 2022, lanjutnya, adalah mendorong pemberdayaan di 16 lokasi proyek utama (major project) reformasi agraria dan 11 lokasi rencana pengembangan area terpadu perhutanan sosial.
Dengan kolaborasi antara sektor dan keterlibatan organisasi kemasyarakatan (ormas), seperti NU, maka kegiatan pemberdayaan di lokasi-lokasi konflik agraria dapat dikerjakan secara bersama-sama, jelasnya.
Sebagai ormas Islam terbesar di Indonesia, bahkan di dunia dengan 91,2 juta anggota, KSP menilai NI merupakan salah satu mitra penting Pemerintah.
Pemerintah berharap percepatan realisasi penerapan program perhutanan sosial, yang baru mencapai 4,8 juta hektare dari target 12,7 juta hektare.
Selain itu, katanya, kolaborasi dengan NU diharapkan meningkatkan pencapaian redistribusi tanah untuk reformasi agraria, yang baru mencapai 1,4 juta hektare dari target 4,5 juta hektare.
“Peran dari jaringan 29.000 pesantren NU dalam pendampingan pengajuan lokasi penanganan konflik agraria serta pengembangan kapasitas ekonomi masyarakat dibutuhkan untuk mencapai target RAPS,” tandasnya. (MO)
 

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

NU Sorong Papua Kirimkan Santri ke Jepara, Salah Satunya Kuliah di UNISNU

16 Juli 2024 - 16:16 WIB

Prihatin Pengguna Transportasi Umum Menurun, Mahasiswa Unisnu Ciptakan Aplikasi JETA

14 Juli 2024 - 22:46 WIB

Rayakan 1 Muharram, NU Ranting Bulungan Gelar Doa Bersama

10 Juli 2024 - 11:52 WIB

Pawai Obor Warga NU Desa Bawu Sambut Tahun Baru 1446 Hijriyah, Momentum Perkuat Semangat Hijrah ke Arah Kebaikan

10 Juli 2024 - 01:31 WIB

Peserta Pawai Obor Desa Bawu berjalan kaki menyambut Tahun Baru Islam 1446 H

YPM NU Jepara Boyong Empat Tropy Juara di Gebyar PAUD dan TPQ Tingkat Jateng

9 Juli 2024 - 09:41 WIB

Ngaji Kifayatul Atqiya’: Hubungan Tarekat dan Syariat, Ini Penjelasannya

6 Juli 2024 - 10:13 WIB

Trending di Headline