Menu

Mode Gelap
Petinggi Tegalsambi Kerahkan Pemdes hingga RT Dukung Gerakan Wakaf RSNU Jepara Manaqiban Syekh Abdul Qodir Al Jailani Awali Pembangunan RSNU Jepara Peringati Satu Abad NU, Warga Sukosono Gelar Lomba Durian Jawara Kesambet KKN UNISNU Diterjunkan, Rektor : “Berdayakan Warga Nahdliyin”

Kabar · 28 Okt 2021 14:03 WIB ·

Pengajian Fatayat NU, Menuntut Ilmu Harus Sungguh-sungguh


 Pengajian Fatayat NU, Menuntut Ilmu Harus Sungguh-sungguh Perbesar

Pengajian rutin Fatayat NU Ranting Jambu Timur di Mushalla Nurul Huda. (Foto: Dewi Murthosimah)

nujepara.or.id – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Dari Rumah (RDR) angkatan ke-77 UIN Walisongo Semarang kelompok 140 mengikuti acara Pengajian rutinan Fatayat NU bersama ibu-ibu PKK Desa Jambu Timur Kecamatan Mlonggo Kabupaten Jepara, Rabu (20/10/2021).

Pengajian rutinan bertempat di Mushalla Nurul Huda. Sebagai master of ceremony (MC) mahasiswa KKN UIN Walisongo Semarang.

Pengajian dilaksanakan pukul 13.30-15.30, dilanjutkan pembacaan ayat suci al-qur’an dan pembacaan maulid dziba’ yang dibacakan oleh mahasiswa. Adapun tahlil dipimpin perwakilan fatayat, kemudian dilanjutkan mauidlah hasanah oleh Hj. Nafsiyah.

Pengajian tersebut diikuti sekitar 30 peserta. Diadakannya acara ini bertujuan untuk mempererat tali silaturrahim, serta bentuk ikhtiar agar tetap saling memupuk rasa iman, ihsan serta tawadlu’ kepada Allah.

Hj. Nafsiyah dalam mauidlahnya merasa senang karena dihadiri mahasiswa UIN Walisongo Semarang. “Dengan begitu mahasiswa dapat berkontribusi dalam membantu terselenggaranya acara,” katanya.

Kesempatan itu pihaknya menjelaskan orang yang mencari ilmu haruslah bersungguh-sungguh. “Karena dengan bersungguh-sungguh akan mendapatkan ilmu yang barokah serta manfaat,” tambahnya.

Di samping itu perlu ditopang juga dengan sifat rendah hati. “Orang yang mencari ilmu itu yang paling utama ialah memiliki sopan santun yang baik. Karena orang yang memiliki adab itu lebih baik daripada memiliki ilmu yang tinggi tapi tidak memiliki attitude,” tandasnya.

Di akhir mauidlah ia juga berpesan kepada mahasiswa bahwa tahlilan bagi orang yang sudah meninggal dapat mengingatkan kita pada kematian, dapat melebur dosa kepada si mayit semasa hidupnya, dan agar mayit dapat dihindarkan dari siksa kubur. (dm)

Artikel ini telah dibaca 17 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Petinggi Tegalsambi Kerahkan Pemdes hingga RT Dukung Gerakan Wakaf RSNU Jepara

28 Januari 2023 - 01:17 WIB

Petinggi Tegalsambi Agus Santoso secara simbolis menyerahkan wakaf tunai kepada Ketua Tim Penggerak Wakaf Tanah RSNU Desa Tegalsambi Purnomo.

Manaqiban Syekh Abdul Qodir Al Jailani Awali Pembangunan RSNU Jepara

24 Januari 2023 - 13:23 WIB

Rais Syuriyah PCNU Jepara KH Khayatun Abdullah Hadziq menyerahkan potongan tumpeng kepada Mustasyar KH Makmun saat kegiatan tasyakuran pembelian tanah RSNU Jepara di Desa Troso Kecamatan Pecangaan, Selasa (24/1/2023) sore.

Peringati Satu Abad NU, Warga Sukosono Gelar Lomba Durian Jawara

23 Januari 2023 - 01:58 WIB

Sebanyak 50 Anak Yatim Mendapat Santunan dari Muslimat NU Petekeyan

20 Januari 2023 - 14:27 WIB

Kesambet

19 Januari 2023 - 08:46 WIB

KKN UNISNU Diterjunkan, Rektor : “Berdayakan Warga Nahdliyin”

19 Januari 2023 - 07:09 WIB

Trending di Kabar
%d blogger menyukai ini: