Menu

Mode Gelap
Ketika Semua Sandaran Runtuh, Di Mana Engkau Menaruh Hatimu? Fenomena “Raan”: Apakah Kebiasaan Kita Hari Ini Sedang Menghancurkan Masa Depan yang Kita Impikan? Berhenti Menebak, Mulai Membumi: Navigasi Jiwa di Era Post-Truth Penghulu di Jateng Didorong Jadi Penulis dan Pendokumentasi Peristiwa Nikah Menyongsong Muktamar Nahdlatul Ulama ke – 35 : Membangun Visi Peradaban Dunia dan Menata Kekuatan Organisasi untuk Masa Depan

Kabar · 28 Okt 2021 14:03 WIB ·

Pengajian Fatayat NU, Menuntut Ilmu Harus Sungguh-sungguh


 Pengajian Fatayat NU, Menuntut Ilmu Harus Sungguh-sungguh Perbesar

Pengajian rutin Fatayat NU Ranting Jambu Timur di Mushalla Nurul Huda. (Foto: Dewi Murthosimah)

nujepara.or.id – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Dari Rumah (RDR) angkatan ke-77 UIN Walisongo Semarang kelompok 140 mengikuti acara Pengajian rutinan Fatayat NU bersama ibu-ibu PKK Desa Jambu Timur Kecamatan Mlonggo Kabupaten Jepara, Rabu (20/10/2021).

Pengajian rutinan bertempat di Mushalla Nurul Huda. Sebagai master of ceremony (MC) mahasiswa KKN UIN Walisongo Semarang.

Pengajian dilaksanakan pukul 13.30-15.30, dilanjutkan pembacaan ayat suci al-qur’an dan pembacaan maulid dziba’ yang dibacakan oleh mahasiswa. Adapun tahlil dipimpin perwakilan fatayat, kemudian dilanjutkan mauidlah hasanah oleh Hj. Nafsiyah.

Pengajian tersebut diikuti sekitar 30 peserta. Diadakannya acara ini bertujuan untuk mempererat tali silaturrahim, serta bentuk ikhtiar agar tetap saling memupuk rasa iman, ihsan serta tawadlu’ kepada Allah.

Hj. Nafsiyah dalam mauidlahnya merasa senang karena dihadiri mahasiswa UIN Walisongo Semarang. “Dengan begitu mahasiswa dapat berkontribusi dalam membantu terselenggaranya acara,” katanya.

Kesempatan itu pihaknya menjelaskan orang yang mencari ilmu haruslah bersungguh-sungguh. “Karena dengan bersungguh-sungguh akan mendapatkan ilmu yang barokah serta manfaat,” tambahnya.

Di samping itu perlu ditopang juga dengan sifat rendah hati. “Orang yang mencari ilmu itu yang paling utama ialah memiliki sopan santun yang baik. Karena orang yang memiliki adab itu lebih baik daripada memiliki ilmu yang tinggi tapi tidak memiliki attitude,” tandasnya.

Di akhir mauidlah ia juga berpesan kepada mahasiswa bahwa tahlilan bagi orang yang sudah meninggal dapat mengingatkan kita pada kematian, dapat melebur dosa kepada si mayit semasa hidupnya, dan agar mayit dapat dihindarkan dari siksa kubur. (dm)

Artikel ini telah dibaca 13 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Ketika Semua Sandaran Runtuh, Di Mana Engkau Menaruh Hatimu?

23 Juli 2026 - 22:56 WIB

ILUSTRASI kecemasan manusia

Fenomena “Raan”: Apakah Kebiasaan Kita Hari Ini Sedang Menghancurkan Masa Depan yang Kita Impikan?

23 Juli 2026 - 22:48 WIB

ILUSTRASI gadget menjadi "berhala" baru manusia modern

Berhenti Menebak, Mulai Membumi: Navigasi Jiwa di Era Post-Truth

15 Juli 2026 - 13:21 WIB

Berhenti Menebak, Mulai Membumi: Navigasi Jiwa di Era Post-Truth

Penghulu di Jateng Didorong Jadi Penulis dan Pendokumentasi Peristiwa Nikah

15 Juli 2026 - 12:31 WIB

Didorong Jadi Penulis dan Pendokumentasi Peristiwa Nikah

Menuju Muktamar NU ke-35 Tahun 2026 : Paradigma Kepemimpinan “Digdaya” di Tengah Arus Geopolitik dan Disrupsi Global

30 April 2026 - 11:32 WIB

Wakil Ketua Tanfidziyah PCNU Kab. Jepara H. Hisyam Zamroni

Muslimat NU Jepara Perkuat Peran Perempuan Hingga Kesejahteraan Masyarakat

23 April 2026 - 21:46 WIB

Muslimat NU Jepara
Trending di Kabar