Menu

Mode Gelap
Merawat Basa, Menguatkan Kader” PC IPNU IPPNU Jepara Gelar Sekolah MC Basa Jawa UNISNU Jepara 35 Tahun: Merawat Warisan Peradaban, Menjemput Masa Depan Global 35 Tahun UNISNU Jepara: Merawat Warisan Peradaban, Menjemput Masa Depan Global DAFTAR Sembilan Ranting NU se-Batealit yang Dilantik, Ini Pesan Rais Syuriah PCNU Jepara Ketika Semua Sandaran Runtuh, Di Mana Engkau Menaruh Hatimu?

Kabar · 24 Okt 2021 14:31 WIB ·

Perlunya Kaderisasi Dalam Tubuh NU


 Perlunya Kaderisasi Dalam Tubuh NU Perbesar

Ketua PCNU, KH Hayatun serahkan SK kepengurusan MWCNU Tahunan. (Foto: Istimewa)

nujepara.or.id – Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Tahunan Kabupaten Jepara menyelenggarakan pelantikan pengurus masa khidmah 2021-2026. Pelantikan yang dilaksanakan di Gedung MWCNU Tahunan, Kompleks Kampus Unisnu tersebut dipimpin langsung oleh Ketua PCNU Jepara, KH Hayatun Abdullah Hadziq.

Dalam amanatnya, KH Hayatun memberikan pesan tentang perlunya kaderisasi di tubuh organisasi NU. “Kaderisasi NU harus berjalan, jangan sampai NU dipimpin oleh figur yang itu-itu saja sehingga dinamisasi dalam organisasi tidak terwujud,” papar kiai yang akrab disapa Mbah Yatun ini.

Kepada pengurus ia juga berpesan agar pengurus MWCNU harus amanah, ngayomi, dan membimbing Banom NU yang ada. Jangan sampai banom bergerak sendiri-sendiri.

Sementara KH. Misbahuddin Ketua MWCNU Tahunan mengajak semua pengurus untuk menjaga kebersamaan dalam mewujudkan visi-misi MWCNU Kecamatan Tahunan.  Program kerja prioritas MWCNU Tahunan ke depan adalah menggerakkan  LAZISNU di semua ranting dengan program koin NU peduli dan mengembangkan BLJ, produk minuman air mineral yang diproduksi oleh MWCNU Kecamatan Tahunan. “Hal ini karena dua program prioritas tersebut sebagai penyangga kegiatan NU di masing- masing ranting,” jelasnya.

Kegiatan pelantikan yang dihadiri pengurus MWCNU Tahunan,  para kiai dari utusan ranting, dan badan otonom MWCNU, IPNU-IPPNU, GP Ansor, Fatayat, Muslimat ini juga dalam rangka Peringatan Maulid Nabi dan Hari Santri 2021.

KH. Ali Masykur, Rois Syuriyah MWC NUTahunan berpesan agar selalu menghidupkan sunnah Nabi (Ihya Sunnati Nabi) yang akhir-akhir ini mulai ditinggalkan. “Amalan -amalan sunnah sudah mulai ditinggalkan. Shalat sunnah, puasa sunnah, dan amalan lainnya, hanya dilakukan oleh orang yang usianya lanjut,”  paparnya. Sedangkan  yang masih muda terlena dengan perkembangan teknologi. “Harus kita seimbangkan antara penggunaan HP dengan ketekunan beribadah sehingga kita tetap dapat menjalankan syariat dengan baik,” sambungnya.

Dalam kesempatan tersebut juga dilaunching Web mwctahunan.wordpress.com sebagai media komunikasi, publikasi, dan literasi. Arwani Ashfiya, anggota tim media mengatakan bahwa keberadaan web tersebut bertujuan untuk merespon kebutuhan organisasi dalam rangka menjawab era disrupsi yang menempatkan teknologi sebagai kebutuhan vital. Sebagai organisasi massa keagamaan terbesar di Indonesia tentu berbagai upaya dilakukan agar visi-misi NU dapat terwujud. (sb)

Artikel ini telah dibaca 24 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Merawat Basa, Menguatkan Kader” PC IPNU IPPNU Jepara Gelar Sekolah MC Basa Jawa

11 Agustus 2026 - 06:07 WIB

Merawat Basa, Menguatkan Kader” PC IPNU IPPNU Jepara Gelar Sekolah MC Basa Jawa

35 Tahun UNISNU Jepara: Merawat Warisan Peradaban, Menjemput Masa Depan Global

3 Agustus 2026 - 21:41 WIB

Wakil Ketua Tanfidziyah PCNU Kab. Jepara H. Hisyam Zamroni

DAFTAR Sembilan Ranting NU se-Batealit yang Dilantik, Ini Pesan Rais Syuriah PCNU Jepara

3 Agustus 2026 - 13:50 WIB

DAFTAR Sembilan Ranting NU se-Batealit yang Dilantik, Ini Pesan Rais Syuriah PCNU Jepara

Ketika Semua Sandaran Runtuh, Di Mana Engkau Menaruh Hatimu?

23 Juli 2026 - 22:56 WIB

ILUSTRASI kecemasan manusia

Fenomena “Raan”: Apakah Kebiasaan Kita Hari Ini Sedang Menghancurkan Masa Depan yang Kita Impikan?

23 Juli 2026 - 22:48 WIB

ILUSTRASI gadget menjadi "berhala" baru manusia modern

Berhenti Menebak, Mulai Membumi: Navigasi Jiwa di Era Post-Truth

15 Juli 2026 - 13:21 WIB

Berhenti Menebak, Mulai Membumi: Navigasi Jiwa di Era Post-Truth
Trending di Kabar