Menu

Mode Gelap
UNISNU Jepara Gelar GLOCAL Dialogue Series 2026, Angkat Peran Budaya Lokal di Kancah Global Kita Semua Ada di Sini, Dan Kita Tidak Hadir Bupati Apresiasi UNISNU International Forum, Dorong Kolaborasi Pentahelix untuk Pariwisata Berkelanjutan Manifesto Pemberontakan Batin: Membunuh Robot di Dalam Jiwa Festival Kenduri Tani, Wujud Syukur Petani Desa Telukawur Menjaga Tradisi

Kabar · 22 Mei 2023 15:27 WIB ·

PRNU Mangunan Menghidupkan Kembali Kegiatan Lailatul Ijtima’


 PRNU Mangunan Menghidupkan Kembali Kegiatan Lailatul Ijtima’ Perbesar

nujepara.or.id – NU sebagai organisasi yang mempunyai fungsi pendidikan senantiasa berusaha secara sadar untuk menciptakan warga negara yang menyadari akan hak dan kewajiban terhadap bangsa dan negara.

Dari situ NU memilih beberapa bidang utama kegiatan sebagai ikhtiyar mewujudkan fungsi tersebut dengan meningkatkan silaturrahim dan komunikasi antar pengurus dan warganya dalam kegiatan Lailatul Ijtima’.

Lailatul Ijtima’ adalah forum pertemuan yang diadakan oleh NU maupun banom-banom, lembaga, dan lajnahnya yang dilakukan sebulan sekali atau selapanan yang dihadiri pengurus dan warganya.

Forum Lailatul Ijtima’ mulai ditradisikan oleh NU sejak tahun 1930 M sampai sekarang akan tetapi sudah puluhan tahun kegiatan Lailatul Ijtima’ sangat sulit kita temukan ditengah-tengah warga NU itu sendiri.

Dari situ PRNU Desa Mangunan, Tahunan, Jepara bertekat untuk bisa menghidupkan dan mengistiqomahkan tradisi Lailatul Ijtima’ dengan cara idaroh dari satu musholla ke musholla yang lain. Dengan beberapa acara yang diawali pagi hari khataman Al-Qur’an oleh JQH NU Mangunan dan diisi ngaji Tafsir Al-Qur’an oleh Syuriyah NU Mangunan Muhammad Roshif Arwani juga pengasuh Pondok Pesantren Annur Mangunan. Lalu dilanjutkan pada malam hari dengan acara Lailatul Ijtima’.

Menurut salah satu tokoh masyarakat Mangunan (Mbah Mudin) untuk bisa mengistiqomahkan kegiatan Lailatul Ijtima’ dikemas dengan cara sesederhana mungkin acara tersebut dan sebisa mungkin untuk menampilkan para kyai, asatidz, atau para sesepuh Mangunan untuk mengisi taushiyah atau mengaji kitab kuning dalam forum tersebut.

Saran tersebut betul-betul diindahkan oleh PRNU Mangunan dengan menghadirkan kyai muda Fathurroziqin (Ketua Tanfidziyyah NU Mangunan) untuk mengisi taushiyah pada kegiatan Lailatul Ijtima’.

Masih menurut Mbah Mudin kegiatan semacam ini harus diuri-uri oleh semua warga NU sebagai benteng penjaga Islam ala Ahlisunnah wal Jama’ah Annahdliyah ditengah-tengah masyarakat yang sudah banyak melupakan identitas sebagai warga NU.

Artikel ini telah dibaca 9 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Membuka Gembok “Penjara Digital”, Menjemput Jiwa yang Tertinggal di Balik Layar

9 April 2026 - 16:46 WIB

UNISNU Jepara Gelar GLOCAL Dialogue Series 2026, Angkat Peran Budaya Lokal di Kancah Global

8 April 2026 - 18:39 WIB

Digelar di Jepara, Kitab Karya Ulama Nusantara akan Dipamerkan di Forum Bahtsul Masail Jateng

6 April 2026 - 12:18 WIB

Kita Semua Ada di Sini, Dan Kita Tidak Hadir

5 April 2026 - 12:54 WIB

ILUSTRASI Kita Semua Ada di Sini, Dan Kita Tidak Hadir

Sabdo Dadi: Seni Menjadi Arsitek Realitas di Tengah Zaman yang Gaduh

5 April 2026 - 12:49 WIB

ILUSTRASI Sabdo Dadi: Seni Menjadi

Bupati Apresiasi UNISNU International Forum, Dorong Kolaborasi Pentahelix untuk Pariwisata Berkelanjutan

30 Maret 2026 - 16:45 WIB

Trending di Kabar