Menu

Mode Gelap
Grebeg Spiritual: Merebut Kembali Kedaulatan Kesadaran Meniti Jembatan Masa Depan: Pendidikan Jepara di Persimpangan Antara Industri dan Akademis Meniti Asa di Balik Deru Mesin: Hari Buruh, Realitas Ekonomi, dan Strategi Keluarga Menuju Muktamar NU ke-35 Tahun 2026 : Paradigma Kepemimpinan “Digdaya” di Tengah Arus Geopolitik dan Disrupsi Global TEKS KHUTBAH JUM’AT: ISLAM NGLUHURAKÉ BURUH

Kabar · 31 Okt 2021 05:14 WIB ·

Rabiul Awal Bulan Istimewa Bagi Umat Islam


 Rabiul Awal Bulan Istimewa Bagi Umat Islam Perbesar

Fatayat NU Jambu Timur peringati Maulid Nabi Muhammad SAW. (Foto: Siti Lahiriyah Amini)

nujepara.or.id – Bulan Rabiul Awal atau yang dikenal dengan bulan Maulid dalam kalender Hijriah merupakan bulan istimewa bagi umat islam. Karena di bulan tersebut, tepatnya pada tanggal 12 Rabiul Awal merupakan hari kelahiran Nabi Muhammad SAW.

Dengan penuh kegembiraan, banyak umat muslim yang mengadakan acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Salah satunya adalah Fatayat NU Desa Jambu Timur Kecamatan Mlonggo Kabupaten Jepara memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW pada Rabu (27/10/2021). Kegiatan tersebut dilaksanakan di Mushola Nurul Huda. Acara tersebut dihadiri oleh jamaah pengajian rutinan, anggota fatayat NU Jambu Timur dan mahasiswa KKN RDR-77 Kelompok 140 UIN Walisongo Semarang.

Salah satu  rangkaian acara yaitu pembacaan Maulid Nabi Muhammad SAW yang dibacakan mahasiswa KKN. Hj Nafsiyah  selaku ketua panitia dalam sambutannya berpesan agar sebagai umat Islam harus saling tolong menolong, rukun, bersatu dan teguh kukuh sebagai orang Islam. “InsyaAllah hidupnya berkah,” ujarnya.

Sebelum mau’idlah hasanah panitia membagikan makanan. Makanan tersebut tidak dibungkus kertas minyak atau stereofom, namun di tempatkan pada nampan ukuran sedang yang kemudian dimakan bersama-sama. Adat tersebut dinamakan kepungan.

Kepungan dalam KBBI berarti, mengepung, upacara makan bersama dan selametan. Kepungan dalam acara ini dimaksudkan sebagai rasa syukur dan mengharap dapat berkah atas kelahiran Nabi Muhammad SAW.

KH. Prihatin dalam mauidlahnya menuturkan bahwa memperingati maulidur Rasul merupakan salah satu cara kita untuk mengungkap rasa bahagia atas kelahiran Nabi Muhammad SAW.

Tidak hanya itu, menurutnya sebagai umat Islam harus patuh terhadap syariatnya Nabi, yaitu Rukun Islam, karena syariat Nabi tidak ada yang berani untuk mengubahnya. “Barang siapa yang patuh InsyaAllah akan selamat dan mendapatkan syafaat kelak di yaumil kiamah,” tuturnya. (sl)

Artikel ini telah dibaca 27 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Menuju Muktamar NU ke-35 Tahun 2026 : Paradigma Kepemimpinan “Digdaya” di Tengah Arus Geopolitik dan Disrupsi Global

30 April 2026 - 11:32 WIB

Wakil Ketua Tanfidziyah PCNU Kab. Jepara H. Hisyam Zamroni

Muslimat NU Jepara Perkuat Peran Perempuan Hingga Kesejahteraan Masyarakat

23 April 2026 - 21:46 WIB

Muslimat NU Jepara

Bahtsul Masail PWNU Jateng: Ini Dampak Perda Miras dan Hiburan Malam Jika Diterapkan

22 April 2026 - 08:53 WIB

Bahtsul Masail PWNU Jateng: Menimbang Perda Miras, Maslahah atau Mafsadah?

21 April 2026 - 17:01 WIB

Debugging Nasib: Navigasi Sistemik dari Titik Nol Menuju Kedaulatan

21 April 2026 - 13:45 WIB

Debugging Nasib: Navigasi Sistemik dari Titik Nol Menuju Kedaulatan

Hari Kartini, YPMNU Jepara Gelar Workshop Kurikulum Maritim

21 April 2026 - 13:37 WIB

Hari Kartini, YPMNU Jepara Gelar Workshop Kurikulum Maritim
Trending di Kabar