Menu ✖

Mode Gelap
Tingkatkan Pelayanan Wakaf, H. Hisyam Zamroni Raih Penghargaan PPAIW Produktif 2023–2026 dari Kemenag Jepara Menziarahi Makam KH Ahmad Fauzan, Menghidupkan Kembali Semangat Perjuangan NU Bedah Kerangka TKA 2026, Ratusan Guru KKMA 02 LP MÁARIF Jepara Lakukan Ini Notifikasi Hidayah: Mengapa Kita Hobi Berpaling dari Teguran Ilahi? Menilik Gapura Mantingan, Jejak Akulturasi Budaya Islam dan Jawa Kuno

Kabar · 27 Mar 2022 15:26 WIB ·

Reaktualisasi Pidato Mbah Hasyim Asy’ari


 Reaktualisasi Pidato Mbah Hasyim Asy’ari Perbesar

nujepara.or.id – Bulan Ramadan 1355 H atau 88 tahun yang lalu, Khadhrotus Syaikh Hasyim Asy’ari menyampaikan pesan penting kepada seluruh warga nahdliyin. Pesan itu diingatkan lagi oleh Rois Syuriah Jawa Tengah KH. Ubaidillah Shodaqoh baru-baru ini. Apa saja pesan dari muassis NU itu?
 
Rois Syuriah PWNU Jateng KH Ubaidillah Shodaqoh
 
Menurut Mbah Ubaid;  Mbah Hasyim menyitir pesan Nabi Isa AS (kepada para ashhabnya), “..innakum La tudrikuuna ma tuhibbuna, Illa bisshobri ‘ala ma takrohuuna!” (Sesungguhnya kalian, tidak akan pernah menggapai apa yang kalian cita-citakan, kecuali dengan bersabar atas “pahit getirnya” perjuangan!).
Lebih jauh, ihwal bersabar ini, beliau menekankan ; pengurus NU haruslah  tanggap dan membaca dinamika dan realitas yang ada. Realitas “ketidakpahaman” dan ‘ketidakmaubacaan” pada AD/ART .
Kedua, sikap “konsisten” haruslah dipegang teguh, atau “muqorroroh”  atas apa yang dicanangkan dalam garis garis besar maupun visi dan misi. Oleh karena itu, lanjut beliau dalam setiap konferensi para pengurus NU jangan hanya mencatat dan mendaftar berbagai “keinginan saja”. Tapi yg terpenting dari itu adalah pada kerja dan realisasinya.
Mbah Ubaid juga menggarisbawahi pidato Mbah Hasyim yang ketiga, yakni pengurus  NU haruslah “peka” terhadap dinamika problem -problem kemasyarakatan dan keumatan. Lalu bagaimana caranya meningkatkan taraf hidup warga jam’iyah dan tetap berdiri tegak mengawal mereka, bahkan sampai ketika terjadi konflik-konflik kepentingan semisal antara masyarakat Vs negara/pemerintah, maka pengurus NU harus membela hak hak warga masyarakat. (MRH)

Artikel ini telah dibaca 170 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Tingkatkan Pelayanan Wakaf, H. Hisyam Zamroni Raih Penghargaan PPAIW Produktif 2023–2026 dari Kemenag Jepara

25 September 2026 - 15:58 WIB

Menziarahi Makam KH Ahmad Fauzan, Menghidupkan Kembali Semangat Perjuangan NU

24 September 2026 - 22:55 WIB

Farih F. Mirza, S.E., S.H., S.Pd., M.Pd

Bedah Kerangka TKA 2026, Ratusan Guru KKMA 02 LP MÁARIF Jepara Lakukan Ini

21 September 2026 - 12:29 WIB

Mau Sampai Kapan Ikut Zaman Edan?

21 September 2026 - 12:13 WIB

Notifikasi Hidayah: Mengapa Kita Hobi Berpaling dari Teguran Ilahi?

21 September 2026 - 12:08 WIB

Notifikasi Hidayah: Mengapa Kita Hobi Berpaling dari Teguran Ilahi?

Menilik Gapura Mantingan, Jejak Akulturasi Budaya Islam dan Jawa Kuno

18 September 2026 - 11:38 WIB

Trending di Kabar