Menu

Mode Gelap
Merawat Basa, Menguatkan Kader” PC IPNU IPPNU Jepara Gelar Sekolah MC Basa Jawa UNISNU Jepara 35 Tahun: Merawat Warisan Peradaban, Menjemput Masa Depan Global 35 Tahun UNISNU Jepara: Merawat Warisan Peradaban, Menjemput Masa Depan Global DAFTAR Sembilan Ranting NU se-Batealit yang Dilantik, Ini Pesan Rais Syuriah PCNU Jepara Ketika Semua Sandaran Runtuh, Di Mana Engkau Menaruh Hatimu?

Kabar · 8 Mei 2019 03:40 WIB ·

Silatnas Dunia Santri Community Kedua Bahas Isu Lingkungan


 Silatnas Dunia Santri Community Kedua Bahas Isu Lingkungan Perbesar

nujepara.or.id – Isu lingkungan dan sampah yang sebelumnya dibahas dalam Bahtsul Masa’il PBNU kini dibahas lebih lanjut lagi oleh para santri lintas daerah. Bertempat di Pesantren Sadamiyah Sadamiyyah, Desa Guyangan Kecamatan Bangsri Kabupaten Jepara Dunia Santri Community (DSC) menggelar silaturrahim nasional (silatnas) ke-2, Jumat-Sabtu (3-4/5).

Mengangkat tema “Bersama Santri Menjaga Bumi,” para peserta dari berbagai daerah di Pulau Jawa tersebut mendiskusikan berbagai isu lingkungan yang juga menjadi perhatian dunia. Salah satu isu yang paling banyak dibahas adalah masalah sampah plastik dan limbah pabrik.

Muhammad Ismail Al-Ascholi, salah satu narasumber mengatakan, sebagai santri muda, sudah seharusnya DSC mengambil peran untuk menindaklanjuti hasil Bahstul Masa’il yang membahas persoalan sampah dan lingkungan. Sebab, telah dipahami bersama bahwa di seluruh belahan dunia mengalami persoalan lingkungan yang sama. Ini menunjukkan betapa bumi telah berada pada arah kerusakan massal.

Ismail menjelaskan, dalam surat Ar-rum ayat 41-42 sebenarnya terdapat peringatan dari Allah bahwa kerusakan di darat dan di lautan secara masal terjadi hanya karena ulah manusia yang tidak bisa mengontrol perilakunya.

“Atas ulah kita (manusia) itulah yang menyebabkan ketidakseimbangan ekosistem, baik di darat maupun lautan,” paparnya.

Nurul Fadillah, salah satu santri asal Jombang yang juga menjadi narasumber menambahkan, sebagai bangsa Indonesia yang memiliki kebudayaan yang arif, sebenarnya kita dapat mempelajari dan menjalankan kearifan-kearifan lokal yang dulunya menjadi kebiasaan para leluhur dalam menjaga ekosistem bumi.

Nurul menjelaskan, para leluhur telah terbiasa menggunakan berbagai hasil alam untuk mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari. Namun, setelah plastik muncul dengan beragam wujud dan kegunaan, masyarakat kita mulai bergeser untuk menggunakan plastik dibanding kekayaan alam. Dalihnya tentu saja kepraktisan.

“Dulu orang-orang makan menggunakan daun atau piring yang tidak terbuat dari plastik. Menaruh barang-barang pun begitu. Sekarang kita telah sadar bahwa plastik membawa dampak yang sangat buruk bagi keberlangsungan ekosistem,” ujarnya.

Melalui kearifan lokal dan kebudayaan, lanjut Nurul, sebenarnya kita bisa menyadarkan masyarakat yang masih abai dalam persoalan lingkungan dengan beragam cara. Salah satunya yakni, misalnya dalam ekosistem sungai dan laut, kita bisa memberikan literasi-literasi yang menunjukkan hubungan antara manusia dan sungai/laut pada masa lalu. Bahwa manusia sangat bergantung kepada sungai/laut untuk memenuhi kebutuhan dalam berbagai aspek. Mulai dari tempat mencari makan, mandi, hingga tempat untuk menenangkan diri.

“Kita tahu bahwa orang-orang dulu sering bermeditasi di pinggir-pinggir sungai dan laut. Mereka mencari ketenangan. Mereka menyatukan jiwa dan alam. Untuk itu mereka selalu menjaga dan merawat ekosistem yang melingkupinya,” tandasnya.

Melalui silatnas DSC ke-2 ini, para santri berharap agar bisa terus menjalin silaturrahim antar santri dari berbagai latar belakang pondok pesantren untuk terus mendorong peran santri bagi masyarakat. Tidak hanya dalam hal agama saja, melainkan seluruh elemen kehidupan. (Faqih)

Artikel ini telah dibaca 8 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Merawat Basa, Menguatkan Kader” PC IPNU IPPNU Jepara Gelar Sekolah MC Basa Jawa

11 Agustus 2026 - 06:07 WIB

Merawat Basa, Menguatkan Kader” PC IPNU IPPNU Jepara Gelar Sekolah MC Basa Jawa

35 Tahun UNISNU Jepara: Merawat Warisan Peradaban, Menjemput Masa Depan Global

3 Agustus 2026 - 21:41 WIB

Wakil Ketua Tanfidziyah PCNU Kab. Jepara H. Hisyam Zamroni

DAFTAR Sembilan Ranting NU se-Batealit yang Dilantik, Ini Pesan Rais Syuriah PCNU Jepara

3 Agustus 2026 - 13:50 WIB

DAFTAR Sembilan Ranting NU se-Batealit yang Dilantik, Ini Pesan Rais Syuriah PCNU Jepara

Ketika Semua Sandaran Runtuh, Di Mana Engkau Menaruh Hatimu?

23 Juli 2026 - 22:56 WIB

ILUSTRASI kecemasan manusia

Fenomena “Raan”: Apakah Kebiasaan Kita Hari Ini Sedang Menghancurkan Masa Depan yang Kita Impikan?

23 Juli 2026 - 22:48 WIB

ILUSTRASI gadget menjadi "berhala" baru manusia modern

Berhenti Menebak, Mulai Membumi: Navigasi Jiwa di Era Post-Truth

15 Juli 2026 - 13:21 WIB

Berhenti Menebak, Mulai Membumi: Navigasi Jiwa di Era Post-Truth
Trending di Kabar