Menu

Mode Gelap
Festival Kenduri Tani, Wujud Syukur Petani Desa Telukawur Menjaga Tradisi Rau Launching Mobil Layanan Ummat, Perkuat Kepedulian Sosial Muncul Wacana Lebaran Bareng, Ini Sikap PBNU: Hilal Belum Penuhi Syarat Rehat Sejenak : Tentang Pulang dan Bekal yang Kita Bawa UNISNU Perkuat Wawasan Global Mahasiswa lewat Guest Lecture bersama Akademisi Skotlandia dan Irlandia

Kabar · 13 Mar 2020 00:33 WIB ·

“Tanpa Ulama Kita Tidak Paham Islam Aswaja”


 “Tanpa Ulama Kita Tidak Paham Islam Aswaja” Perbesar

Dialog interaktif PR IPNU-IPPNU Tegalsambi.

nujepara.or.id – Pimpinan Ranting Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Desa Tegalsambi Kecamatan Tahunan Kabupaten Jepara mempunyai cara tersendiri dalam memeringati Hari Lahir NU ke-97 (16 Rajab 1344 – 16 Rajab 1441).

Mereka menggelar Dialog Interaktif dengan tema “Peran Generasi Millenial dalam Mabadi’ Khaira Ummah” dengan Narasumber Zakariya Anshori di gedung NU setempat, Selasa (10/3/2020).

“Kami memang mengambil momentum Harlah NU ke-97 ini untuk sekaligus memperingati Harlah IPNU ke-66 dan Harlah IPPNU ke-65,”ujar Ketua IPPNU Tegalsambi, Intan Khuroiyyah.

“Kami berusaha melestarikan ajaran Islam ala Ahlissunnah Wal Jamaah dengan pendekatan kekinian dan menggunakan bahasa millenial tanpa kehilangan spirit nahdliyyah,” lanjut Intan.

Acara dimulai dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, Mars IPNU, Mars IPPNU dan Mars Syubbanul Wathan serta dilanjutkan  pembacaan maulid dziba dan saling bertukar jajan yang dibawa sendiri oleh peserta.

“Beginilah cara kami memperingati Harlah NU. Pokoknya NKRI harga mati,” pungkas Intan.

Zakariya Anshori dalam pengantar diskusi interaktifnya  mengajak PR IPNU-IPPNU Tegalsambi untuk bersyukur dan mendoakan para muassis (pendiri NU), termasuk tokoh pendiri NU lokal Tegalsambi.

“Tanpa para ulama, kyai dan guru kita, mungkin kita tidak bisa memahami ajaran Islam Aswaja maupun amaliyah nahdliyyah,” kata Yankz, panggilan akrab Zakariya Anshori.

Ia berharap agar IPNU-IPPNU tetap melakukan kaderisasi dengan teknik dan pendekatan yang berbeda.

“Peran kalian sebagai generasi  milenial adalah merubah cara berpikir dan bersikap. Utamakan dialog, diskusi, klarifikasi dan tabayyun. Dengan membanjirnya informasi di medsos, IPNU-IPPNU harus selektif dan hati-hati. Mana yang fakta mana yang hoaks. Mana yang sesuai akidah kita, mana yang tidak, harus dipilih dan dipilah. Mesti disaring dulu baru kemudian sharing,” terang Zakariya. (ip)

Artikel ini telah dibaca 5 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Festival Kenduri Tani, Wujud Syukur Petani Desa Telukawur Menjaga Tradisi

27 Maret 2026 - 08:26 WIB

Puncak Ramadhan: Menuju Titik Nol (Suwung)

19 Maret 2026 - 20:22 WIB

Menuju Puncak Ramadhan

Rau Launching Mobil Layanan Ummat, Perkuat Kepedulian Sosial

19 Maret 2026 - 08:46 WIB

Rau Launching Mobil Layanan Ummat

Muncul Wacana Lebaran Bareng, Ini Sikap PBNU: Hilal Belum Penuhi Syarat

18 Maret 2026 - 13:46 WIB

ILUSTRASI Rukyatul Hilal untuk menentukan 1 Syawal 1447 H

Netra Kasunyatan, Rahasia Mata Batin Menavigasi Hidup di Balik Cahaya dan Kekosongan

18 Maret 2026 - 11:50 WIB

ILUSTRASI Netra Kasunyatan

Lampah Samarpan, Teknik Final Menyambut Malam Anugerah 1000 Bulan

18 Maret 2026 - 11:36 WIB

Lampah Samarpan
Trending di Kabar