Menu ✖

Mode Gelap
Penggunaan AI Generatif hingga Etika Dakwah Medsos Dibahas dalam Bahtsul Masail Mahasiswa di UNISNU Jepara Hari Santri 2026, Bupati Jepara Minta Santri Kuasai Literasi Digital dan Kewirausahaan Menyambut Fajar Indonesia Emas 2045: Sintesis Sains dan Tradisi di Tangan Santri Siapkan 4 Riset Kolaboratif, PAI UNISNU Jepara Perkuat Sinergi Global Bersama IIUM Malaysia Tingkatkan Pelayanan Wakaf, H. Hisyam Zamroni Raih Penghargaan PPAIW Produktif 2023–2026 dari Kemenag Jepara

Kabar · 13 Mar 2020 00:33 WIB ·

“Tanpa Ulama Kita Tidak Paham Islam Aswaja”


 “Tanpa Ulama Kita Tidak Paham Islam Aswaja” Perbesar

Dialog interaktif PR IPNU-IPPNU Tegalsambi.

nujepara.or.id – Pimpinan Ranting Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Desa Tegalsambi Kecamatan Tahunan Kabupaten Jepara mempunyai cara tersendiri dalam memeringati Hari Lahir NU ke-97 (16 Rajab 1344 – 16 Rajab 1441).

Mereka menggelar Dialog Interaktif dengan tema “Peran Generasi Millenial dalam Mabadi’ Khaira Ummah” dengan Narasumber Zakariya Anshori di gedung NU setempat, Selasa (10/3/2020).

“Kami memang mengambil momentum Harlah NU ke-97 ini untuk sekaligus memperingati Harlah IPNU ke-66 dan Harlah IPPNU ke-65,”ujar Ketua IPPNU Tegalsambi, Intan Khuroiyyah.

“Kami berusaha melestarikan ajaran Islam ala Ahlissunnah Wal Jamaah dengan pendekatan kekinian dan menggunakan bahasa millenial tanpa kehilangan spirit nahdliyyah,” lanjut Intan.

Acara dimulai dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, Mars IPNU, Mars IPPNU dan Mars Syubbanul Wathan serta dilanjutkan  pembacaan maulid dziba dan saling bertukar jajan yang dibawa sendiri oleh peserta.

“Beginilah cara kami memperingati Harlah NU. Pokoknya NKRI harga mati,” pungkas Intan.

Zakariya Anshori dalam pengantar diskusi interaktifnya  mengajak PR IPNU-IPPNU Tegalsambi untuk bersyukur dan mendoakan para muassis (pendiri NU), termasuk tokoh pendiri NU lokal Tegalsambi.

“Tanpa para ulama, kyai dan guru kita, mungkin kita tidak bisa memahami ajaran Islam Aswaja maupun amaliyah nahdliyyah,” kata Yankz, panggilan akrab Zakariya Anshori.

Ia berharap agar IPNU-IPPNU tetap melakukan kaderisasi dengan teknik dan pendekatan yang berbeda.

“Peran kalian sebagai generasi  milenial adalah merubah cara berpikir dan bersikap. Utamakan dialog, diskusi, klarifikasi dan tabayyun. Dengan membanjirnya informasi di medsos, IPNU-IPPNU harus selektif dan hati-hati. Mana yang fakta mana yang hoaks. Mana yang sesuai akidah kita, mana yang tidak, harus dipilih dan dipilah. Mesti disaring dulu baru kemudian sharing,” terang Zakariya. (ip)

Artikel ini telah dibaca 5 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Penggunaan AI Generatif hingga Etika Dakwah Medsos Dibahas dalam Bahtsul Masail Mahasiswa di UNISNU Jepara

22 Oktober 2026 - 14:27 WIB

Hari Santri 2026, Bupati Jepara Minta Santri Kuasai Literasi Digital dan Kewirausahaan

22 Oktober 2026 - 13:58 WIB

Menyambut Fajar Indonesia Emas 2045: Sintesis Sains dan Tradisi di Tangan Santri

21 Oktober 2026 - 21:43 WIB

Siapkan 4 Riset Kolaboratif, PAI UNISNU Jepara Perkuat Sinergi Global Bersama IIUM Malaysia

7 Oktober 2026 - 11:18 WIB

Tingkatkan Pelayanan Wakaf, H. Hisyam Zamroni Raih Penghargaan PPAIW Produktif 2023–2026 dari Kemenag Jepara

25 September 2026 - 15:58 WIB

Menziarahi Makam KH Ahmad Fauzan, Menghidupkan Kembali Semangat Perjuangan NU

24 September 2026 - 22:55 WIB

Farih F. Mirza, S.E., S.H., S.Pd., M.Pd
Trending di Kabar