Menu

Mode Gelap
Menilik Gapura Mantingan, Jejak Akulturasi Budaya Islam dan Jawa Kuno Mau Sampai Kapan Ikut “Zaman Edan”? YAPTINU Jepara Serahkan Enam Mobil Baru untuk Mendukung Operasional UNISNU UNISNU Jepara Resmikan Gedung Pascasarjana Kampus 2, Perkuat Infrastruktur Pendidikan Puncak Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW Ditandai Pelantikan Pengurus Ranting NU Sekuro I

Hujjah Aswaja · 4 Agu 2026 10:14 WIB ·

UNISNU Jepara 35 Tahun: Merawat Warisan Peradaban, Menjemput Masa Depan Global


 H. Hisyam Zamroni : Sekretaris Idaroh Syu'biyyah Jam'iyyah Ahlith Thoriqoh Al Mu'tabaroh An Nahdliyyah Kab. Jepara Perbesar

H. Hisyam Zamroni : Sekretaris Idaroh Syu'biyyah Jam'iyyah Ahlith Thoriqoh Al Mu'tabaroh An Nahdliyyah Kab. Jepara

Oleh : H. Hisyam Zamroni’

nujepara.or.id – Tiga puluh lima tahun merupakan usia yang matang bagi sebuah perguruan tinggi untuk meneguhkan jati diri sekaligus memperluas pengaruhnya. Peringatan Hari Ulang Tahun ke-35 Universitas Islam Nahdlatul Ulama (UNISNU) Jepara bukan sekadar momentum seremonial, melainkan kesempatan untuk merefleksikan perjalanan historis sekaligus merumuskan arah masa depan sebagai perguruan tinggi yang memberi harapan bagi mahasiswa, masyarakat, bangsa, dan dunia.

Secara historis, UNISNU Jepara tumbuh di tanah yang melahirkan tokoh-tokoh besar Nusantara. Spirit kepemimpinan Ratu Shima menghadirkan teladan integritas hukum dan keadilan. Keberanian Pate Unus mencerminkan visi maritim dan semangat mempertahankan kedaulatan. Kepemimpinan Ratu Kalinyamat menunjukkan keteguhan, diplomasi, dan keberanian perempuan dalam percaturan global abad ke-16. Tradisi intelektual RM. Sosrokartono memperlihatkan pentingnya ilmu pengetahuan yang berpadu dengan kemanusiaan, sementara R.A. Kartini mewariskan nilai emansipasi, pendidikan, dan pembebasan melalui ilmu. Jejak sejarah tersebut merupakan modal kultural yang sangat berharga bagi pengembangan identitas akademik UNISNU Jepara.

Namun, perguruan tinggi abad ke-21 tidak cukup hanya berbangga pada sejarah. Dalam perspektif Global Village yang diperkenalkan Marshall McLuhan, dunia telah menjadi ruang yang saling terhubung. Kompetisi ilmu pengetahuan, inovasi, dan kolaborasi berlangsung melampaui batas negara. Karena itu, UNISNU Jepara perlu membangun ekosistem akademik yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, riset internasional, dan jejaring global tanpa kehilangan akar budaya lokal.

Transformasi tersebut semakin relevan bila dipadukan dengan gagasan Pedagogy of Hope Paulo Freire yang menempatkan pendidikan sebagai proses membangun harapan, membebaskan, dan memberdayakan manusia. Perguruan tinggi harus melahirkan lulusan yang tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga mampu menjadi agen perubahan sosial. Di saat yang sama, pendekatan Pedagogy of the Heart mengingatkan bahwa pendidikan sejati harus bertumpu pada empati, kasih sayang, integritas, dan penghormatan terhadap martabat manusia. Kemajuan ilmu pengetahuan harus berjalan beriringan dengan pembentukan karakter.

Sinergi antara sejarah lokal, wawasan global, pendidikan berbasis harapan, dan pendidikan yang menyentuh hati menjadi fondasi strategis bagi UNISNU Jepara memasuki dekade berikutnya. Kampus tidak hanya menjadi pusat transfer ilmu, tetapi juga pusat lahirnya inovasi, kepemimpinan, kewirausahaan, dan pengabdian kepada masyarakat yang berlandaskan nilai-nilai Islam Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah.

Penutup

Memasuki usia ke-35, UNISNU Jepara diharapkan semakin mengukuhkan diri sebagai universitas berkelas yang berpijak kuat pada kearifan lokal Jepara sekaligus mampu bersaing di tingkat nasional dan internasional. Dengan memadukan warisan sejarah para pendahulu dan visi pendidikan global, UNISNU bukan hanya menjaga estafet peradaban, tetapi juga menyalakan harapan bagi lahirnya generasi unggul yang berilmu, berkarakter, dan berdaya saing global. Itulah makna sejati perguruan tinggi yang hadir untuk membangun masa depan Indonesia dan memberi kontribusi bagi peradaban dunia.

Referensi

  1. Freire, Paulo. Pedagogy of Hope: Reliving Pedagogy of the Oppressed. New York: Continuum, 1994.
  2. Freire, Paulo. Pedagogy of the Oppressed. New York: Continuum, 1970.
  3. McLuhan, Marshall. Understanding Media: The Extensions of Man. New York: McGraw-Hill, 1964.
  4. Altbach, Philip G., Liz Reisberg, and Laura E. Rumbley. Trends in Global Higher Education. Paris: UNESCO, 2009.
  5. Barnett, Ronald. The Idea of Higher Education. Buckingham: Open University Press, 1990.
  6. Marginson, Simon. Higher Education and the Common Good. Melbourne University Press, 2016.
  7. John Henry Newman. The Idea of a University. Notre Dame: University of Notre Dame Press, 1982.

Penulis adalah Alumni Prodi Akta IV Fakultas Tarbiyah UNISNU Jepara dan Wakil Ketua Tanfidziyah PCNU Jepara

Artikel ini telah dibaca 55 kali

Baca Lainnya

Maulid Nabi Muhammad SAW: Tauhid, Islam Transformatif, dan Ilmu Sosial Profetik

21 Agustus 2026 - 15:15 WIB

H. Hisyam Zamroni

Kemerdekaan ke-81 dan Nasionalisme Baru: Menuju Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur

16 Agustus 2026 - 08:32 WIB

H. Hisyam Zamroni : Sekretaris Idaroh Syu'biyyah Jam'iyyah Ahlith Thoriqoh Al Mu'tabaroh An Nahdliyyah Kab. Jepara

Menyongsong Muktamar Nahdlatul Ulama ke – 35 : Membangun Visi Peradaban Dunia dan Menata Kekuatan Organisasi untuk Masa Depan

15 Juni 2026 - 09:49 WIB

H. Hisyam Zamroni : Sekretaris Idaroh Syu'biyyah Jam'iyyah Ahlith Thoriqoh Al Mu'tabaroh An Nahdliyyah Kab. Jepara

Memahami Hikmah Iedul Adha : Menjaga Hati Di Era Medsos

26 Mei 2026 - 20:32 WIB

Sapi kurban

Memahami Hikmah Iedul Adha : Menjaga Hati Di Era Medsos

26 Mei 2026 - 20:22 WIB

Iduladha

Meniti Jembatan Masa Depan: Pendidikan Jepara di Persimpangan Antara Industri dan Akademis

30 April 2026 - 11:53 WIB

Penulis adalah Pendiri MTs dan MA. NU Safinatul Huda Karimunjawa Jepara, Kepala MTs dan MA. NU Safinatul Huda Karimunjawa (2000 - 2015), dan Pernah Menjadi Komisioner Dewan Pendidikan Jepara
Trending di Hujjah Aswaja