Menu

Mode Gelap
Maulid Nabi Muhammad SAW: Tauhid, Islam Transformatif, dan Ilmu Sosial Profetik Menagih Janji Cinta Nabi: Membumikan Akhlak di Bulan Maulid Menara Tinggi, Hati yang Sepi: Konsekuensi ‘Mesuh Sarira’ dalam Falsafah Jawa Merawat Basa, Menguatkan Kader” PC IPNU IPPNU Jepara Gelar Sekolah MC Basa Jawa UNISNU Jepara 35 Tahun: Merawat Warisan Peradaban, Menjemput Masa Depan Global

Headline · 30 Agu 2024 19:23 WIB ·

KKN Unisnu Sulap Sampah Plastik Menjadi Ecobrick


 KKN Unisnu Sulap Sampah Plastik Menjadi Ecobrick Perbesar

JEPARA (nujepara.or.id) – KKN Unisnu angkatan ke-XVII Desa Ngasem berinisiatif mengajak warga Desa Ngasem dalam kegiatan Program Ecobrick. Ini adalah salah satu alternatif pengelolaan sampah plastik yang bisa dilakukan dengan cara mengumpulkan sampah plastik untuk dimasukkan ke dalam botol mineral bekas hingga padat menyerupai batu bata. “Hasilnya akan dibuat untuk bahan bangunan pengganti batu bata,” kata Khalimatus Sa’diyah dosen Unisnu yang juga dosen pembimbing lapangan (dpl) KKN Unisnu Desa Ngasem.

Program Ecobrick yang berlangsung di Bank Sampah Desa Ngasem belum lama ini melibatkan warga untuk membuat ecobrik dari sampah plastik. “Cara ini sederhana. Tapi kalua dilakukan secara bergotong-royong, rasa semangat ini terbayarkan karena warga memiliki rasa memiliki desa yang sama dan ingin menjadikan desa tetap lestari bebas sampah,” ujar Indah Nuraini Koordinator mahasiswa desa (Kormades) KKN Unisnu. Kami mengajak warga berinovasi membuat meja dari ecobrick ini, tambahnya.

Sementara itu, ide program Ecobrick ini datang dari Fanni Setiawan mahasiswa KKN Unisnu Desa Ngasem. Ia mebrpendapat kalua sampah plastik bukanlah masalah, tapi justru memberikan berkah untuk kita kelola menjadi sesuatu yang memiliki nilai dan bermanfaat, ucapnya. Proses pembuatannya pun terbilang sederhana namun membutuhkan ketelitian. Botol-botol bekas dibersihkan, kemudian diisi dengan sampah plastik sampai padat dan kuat menopang barang. “Dari botol aqua yang sudah padat kemudian disusun dan dibentuk persegi atau lingkaran serta dikaitkan menggunakan lakban sampai benar benar kencang, bagian atas meja bisa dilapisi dengan kardus atau triplek,” jelas Fanni Setiawan.

Kegiatan ini direspon baik oleh Susanto seorang peserta program ini. “Pengelolaan ini memberikan edukasi baik kepada warga dengan langsung mempraktikan langsung di tempat,” respon baiknya. Program baik ini akan menular di sekitar desa kami untuk meniru dan kita sama-sama menularkan kebaikan kepada warga sekitar des akita dan desa lain, tandasnya.

Alvaros/Atika-KKN Unisnu ke-XVII Desa Ngasem

Artikel ini telah dibaca 53 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Merawat Basa, Menguatkan Kader” PC IPNU IPPNU Jepara Gelar Sekolah MC Basa Jawa

11 Agustus 2026 - 06:07 WIB

Merawat Basa, Menguatkan Kader” PC IPNU IPPNU Jepara Gelar Sekolah MC Basa Jawa

Menyongsong Muktamar Nahdlatul Ulama ke – 35 : Membangun Visi Peradaban Dunia dan Menata Kekuatan Organisasi untuk Masa Depan

15 Juni 2026 - 09:49 WIB

H. Hisyam Zamroni : Sekretaris Idaroh Syu'biyyah Jam'iyyah Ahlith Thoriqoh Al Mu'tabaroh An Nahdliyyah Kab. Jepara

TEKS KHUTBAH JUM’AT: ISLAM MEMULIAKAN BURUH

29 April 2026 - 09:30 WIB

H. Hisyam Zamroni : Sekretaris Idaroh Syu'biyyah Jam'iyyah Ahlith Thoriqoh Al Mu'tabaroh An Nahdliyyah Kab. Jepara

R.A. Kartini: Antara Modernitas dan Postmodernitas—Agama sebagai Spirit Pembebasan

22 April 2026 - 08:15 WIB

R.A Kartini

Bahtsul Masail PWNU Jateng: Menimbang Perda Miras, Maslahah atau Mafsadah?

21 April 2026 - 17:01 WIB

R.A. Kartini dalam Perspektif Cultural Studies: Agama sebagai Spirit Emansipasi dan Kesadaran Kultural

21 April 2026 - 15:51 WIB

H. Hisyam Zamroni
Trending di Headline