Menu ✖

Mode Gelap
Siapkan 4 Riset Kolaboratif, PAI UNISNU Jepara Perkuat Sinergi Global Bersama IIUM Malaysia Tingkatkan Pelayanan Wakaf, H. Hisyam Zamroni Raih Penghargaan PPAIW Produktif 2023–2026 dari Kemenag Jepara Menziarahi Makam KH Ahmad Fauzan, Menghidupkan Kembali Semangat Perjuangan NU Bedah Kerangka TKA 2026, Ratusan Guru KKMA 02 LP MÁARIF Jepara Lakukan Ini Notifikasi Hidayah: Mengapa Kita Hobi Berpaling dari Teguran Ilahi?

Headline · 30 Agu 2024 19:23 WIB ·

KKN Unisnu Sulap Sampah Plastik Menjadi Ecobrick


 KKN Unisnu Sulap Sampah Plastik Menjadi Ecobrick Perbesar

JEPARA (nujepara.or.id) – KKN Unisnu angkatan ke-XVII Desa Ngasem berinisiatif mengajak warga Desa Ngasem dalam kegiatan Program Ecobrick. Ini adalah salah satu alternatif pengelolaan sampah plastik yang bisa dilakukan dengan cara mengumpulkan sampah plastik untuk dimasukkan ke dalam botol mineral bekas hingga padat menyerupai batu bata. “Hasilnya akan dibuat untuk bahan bangunan pengganti batu bata,” kata Khalimatus Sa’diyah dosen Unisnu yang juga dosen pembimbing lapangan (dpl) KKN Unisnu Desa Ngasem.

Program Ecobrick yang berlangsung di Bank Sampah Desa Ngasem belum lama ini melibatkan warga untuk membuat ecobrik dari sampah plastik. “Cara ini sederhana. Tapi kalua dilakukan secara bergotong-royong, rasa semangat ini terbayarkan karena warga memiliki rasa memiliki desa yang sama dan ingin menjadikan desa tetap lestari bebas sampah,” ujar Indah Nuraini Koordinator mahasiswa desa (Kormades) KKN Unisnu. Kami mengajak warga berinovasi membuat meja dari ecobrick ini, tambahnya.

Sementara itu, ide program Ecobrick ini datang dari Fanni Setiawan mahasiswa KKN Unisnu Desa Ngasem. Ia mebrpendapat kalua sampah plastik bukanlah masalah, tapi justru memberikan berkah untuk kita kelola menjadi sesuatu yang memiliki nilai dan bermanfaat, ucapnya. Proses pembuatannya pun terbilang sederhana namun membutuhkan ketelitian. Botol-botol bekas dibersihkan, kemudian diisi dengan sampah plastik sampai padat dan kuat menopang barang. “Dari botol aqua yang sudah padat kemudian disusun dan dibentuk persegi atau lingkaran serta dikaitkan menggunakan lakban sampai benar benar kencang, bagian atas meja bisa dilapisi dengan kardus atau triplek,” jelas Fanni Setiawan.

Kegiatan ini direspon baik oleh Susanto seorang peserta program ini. “Pengelolaan ini memberikan edukasi baik kepada warga dengan langsung mempraktikan langsung di tempat,” respon baiknya. Program baik ini akan menular di sekitar desa kami untuk meniru dan kita sama-sama menularkan kebaikan kepada warga sekitar des akita dan desa lain, tandasnya.

Alvaros/Atika-KKN Unisnu ke-XVII Desa Ngasem

Artikel ini telah dibaca 55 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Siapkan 4 Riset Kolaboratif, PAI UNISNU Jepara Perkuat Sinergi Global Bersama IIUM Malaysia

7 Oktober 2026 - 11:18 WIB

Mau Sampai Kapan Ikut Zaman Edan?

21 September 2026 - 12:13 WIB

PPG Tambah Program, FTIK UNISNU Jepara Submit Proposal Bidang Studi PGSD

18 September 2026 - 11:00 WIB

YAPTINU Jepara Serahkan Enam Mobil Baru untuk Mendukung Operasional UNISNU

18 September 2026 - 10:23 WIB

UNISNU Jepara Resmikan Gedung Pascasarjana Kampus 2, Perkuat Infrastruktur Pendidikan

18 September 2026 - 10:15 WIB

Merawat Basa, Menguatkan Kader” PC IPNU IPPNU Jepara Gelar Sekolah MC Basa Jawa

11 Agustus 2026 - 06:07 WIB

Merawat Basa, Menguatkan Kader” PC IPNU IPPNU Jepara Gelar Sekolah MC Basa Jawa
Trending di Headline