Menu

Mode Gelap
Membumikan Tasawuf, Jatman Idaroh Ghusniyah Kecamatan Tahunan Gelar Ngaji Bareng Kitab Minahus Saniyah UNISNU Jepara Luluskan 425 Wisudawan, Rektor Tekankan Intelektualitas dan Akhlaqul Karimah Lantik IPNU-IPPNU Ranting Banjaragung, Ketua MWC NU Bangsri: Fokus Kaderisasi Sejarah NU dan Klaim Para Habaib Kepala Kemenag Jepara hingga Turis dari Kenya Kagumi Stand Gelar Karya Siswa MTs Sadamiyyah, Ini Alasannya

Kyaiku · 22 Apr 2021 03:24 WIB ·

Mbah Dullah dan Tawadhu’-nya


 Mbah Dullah dan Tawadhu’-nya Perbesar

nujepara.or.id – Masyarakat biasa menyebutnya dengan Mbah Dullah Balekambang Jepara. Nama lengkapnya adalah Abdullah Hadziq bin Hasbullah. Ibunya bernama Su’adah binti Ilyas bin Muhammad Tasmin Ngroto bin Kiyai Pupus Pati (catatan silsilah dari keturunan Mbah Tasmin). Selain dikenal dengan wara’ dan zuhud-nya, mbah Wali yang wafat pada 10 Ramadhan (1985 M) ini juga dikenal dengan sifat  tawadhu’-nya.

Wara’ adalah menjauhkan diri dari dosa, maksiat dan perkara syubhat; Zuhud adalah melepaskan hati dari pengaruh dunia; dan tawadhu’ adalah rendah hati

Makam Mbah Dullah Balekambang berada di belakang Masjid Penggung Desa Gemiring Lor, Nalumsari, Jepara. (Foto: Istimwa)

Mbah Wali kalau melaksanakan shalat Jum’at (di Masjid Penggung) itu lebih sering duduk di serambi dekat bedug bersama anak-anak kecil.

“Nik Jum’atan manggone nok buri, nok ngisor bedug, awor cah cilik-cilik,” cerita mbah Ali Supaat, salah satu warga Balekambang, pada saya.

Biar pun dikenal sebagai orang alim dan mempunyai banyak santri, sampai akhir hayatnya mbah Wali belum juga berkenan membacakan khutbah Jum’at di masjid Penggung, Beliau lebih memilih menjadi mustami’ (pendengar) saja.

“Nik salah, engko bati diguyu. Aku tak ngrungokno wae, upomo engko ono khutbah sing salah aku iso ngilingake,” jawab mbah Wali saat diminta untuk mengisi khutbah di masjid Penggung, seperti yang diceritakan oleh Kiai Asnawi Penggung.

Hari ini, Kamis pon, 10 Ramadhan 1442 (22/04/21) adalah haul mbah Wali yang ke-36. Semoga kita semua mendapatkan keberkahan dan bisa meneladani sifat tawadhu’ beliau, Amiin.

اللهم اعل درجاته فى الجنة وانفعنا به فى الدارين، وله الفاتحة…

Oleh : Kharor Abdillah, alumnus dan dewan asatid Pesantren Balekambang Jepara

Artikel ini telah dibaca 473 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Membumikan Tasawuf, Jatman Idaroh Ghusniyah Kecamatan Tahunan Gelar Ngaji Bareng Kitab Minahus Saniyah

17 Juni 2024 - 08:56 WIB

Ngaji Bareng Kitab Minahus Saniyah yang digelar di pondok pesantren An Nur Mangunan, Sabtu (15/6/2024) dihadiri sejumlah Pengurus MWC NU Tahunan, Rois Syuriyah Ranting, dan ratusan santri.

Mbah Dimyathi: Jadi Wali Itu Mudah, Ngaji Lebih Sulit!!

16 Maret 2024 - 23:52 WIB

Mulai dari Kyai, TNI dan Polri Hadiri Haul Gus Dur di “Majelis Kopi“ Gus Nasrul

24 Januari 2024 - 15:14 WIB

Haul Sultan Hadlirin Mantingan ke-490, KH. Marzuki Mustamar Ingatkan Berkah Jaga NKRI

2 Desember 2023 - 00:42 WIB

FATAL! Sekaliber Gus Muwaffiq Kok Mem”Ba’alawi”kan Sanad Keilmuan Mbah KH. Hasyim Asyari (?)

10 November 2023 - 09:14 WIB

Politik Kebudayaan Santri ala KH. Ahmad Fauzan

23 Oktober 2023 - 04:15 WIB

Trending di Kabar